Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Bienvenue à Paris


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Tepat pukul 9 malam waktu Paris, pesawat pribadi itu akhirnya mendarat juga di bandara internasional Charles de Gaulle, salah satu bandara termewah di kota Paris dan sekaligus menjadi pusat penerbangan utama dunia.


Udara dingin seketika menyelusup ke dalam sela pori-pori saat kaki itu mulai melangkah menapaki tanah kelahiran sang suami, Anelis dengan jaket tebal nya seketika mengeratkan rengkuhannya pada sang putra kecilnya yang masih tertidur pulas di dekapan nya.


Kala itu, Paris tengah di landa musim gugur, suhu udaranya bahkan mencapai 9 derajat saat malam hari, membuat siapa saja yang tak terbiasa itu pun sontak membeku kedinginan.


" Arsha ngga apa-apa kan sayang? " Sahut Anelis menatap tak tega pada sang putra yang terlihat kedinginan.


" Tidak apa-apa myh... " Timpal Arsha dengan wajah datarnya, kedua tangannya ia selipkan di saku jaketnya, membuat aura ketampanan itu semakin menguar hebat tak terbantahkan.


" Daddy... Ashi membuku, huuh... Ding-ding sheukalli daddy... " Keluh si kecil Arshi meringkuk di gendongan sang daddy, gadis kecil itu enggan berjalan sendiri karena masih di landa kantuk dan rasa letih yang begitu mendera.

__ADS_1


" Tidak apa-apa girl. Tidurlah kembali... " Marvell menepuk-nepuk punggung mungil itu agar putri kecilnya itu kembali terlelap atau mulut cerewetnya akan membuatnya pusing di tengah rasa letih nya.


Mereka pun mulai melangkah menyusuri bandara Charles de Gaulle, meski waktu telah larut, namun aktifitas disana masih terlihat ramai lancar. Mungkin karena menjadi pusat penerbangan utama dunia, membuat bandara itu menjadi salah satu bandara tersibuk di dunia.


" Bonsoir monsieur, bienvenue à Paris... " (Selamat malam tuan, selamat datang kembali di Paris... ) Sapa Alexander, salah satu orang kepercayaan Marvell di Paris itu mempersilahkan tuannya untuk memasuki mobil jemputan nya.


" Merci alex " ( Terimakasih Alex )


Marvell pun memasuki mobil itu dengan sang istri yang duduk di kursi sebelah nya, sedang si kembar memilih duduk di bangku paling belakang untuk menikmati kembali tidur nyenyak nya.


" Ferme ta gueule alex, c'est ma femme. Ne t'avise pas d'y jeter un coup d'œil ou je coupe ton salaire " (Jaga bicara mu alex, dia istriku. jangan berani-berani kau meliriknya atau gajimu akan ku potong) Tandas Marvell tanpa kata ampun, membuat Alex terkekeh. Benar kata Willy, sahabatnya, jika tuan nya itu kini telah berubah menjadi seorang yang bucin tingkat dewa.


Setengah jam perjalanan, akhirnya kini mereka sampai juga di salah satu apartemen termewah di kota Paris.

__ADS_1


Marvell menempati apartemen nya di lantai teratas, ketiga anak nya langsung saja tertidur pulas di ranjangnya masing-masing, sedang sang istri kini lebih memilih membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.


" Mas... Mas belum ganti baju? " Sahut Anelis yang baru saja melewati pintu kamar mandi, wanita itu terlihat mengernyitkan keningnya, padahal suaminya itu sudah mandi dari tadi, namun nyatanya jubah mandi itu masih saja melekat ketat di tubuh atletis sang suami, bahkan dada bidang itu terekspos begitu saja karena tali bathrobe yang di lilitkan asal.


" Lebih nyaman seperti ini sayang... "


" Di luar kan dingin... Bagaimana kalau mas sakit, hmmm... " Wanita itu mengambilkan setelan baju tidur untuk sang suami, menyodorkan nya, namun di acuhkan sang suami yang kini lebih memilih menarik tangannya mendekati jendela.


" Ikut mas... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2