
°°°~Happy Reading~°°°
Marvell memasuki bangunan terbengkalai itu dengan wajah dingin nan kelam, bola matanya menelisik ke seluruh ruangan, pasukan nya telah berhasil membungkam sang lawan, penjahat-penjahat itu hanya bisa tertunduk tak berdaya, bahkan wajah mereka nampak di liputi oleh aura ketakutan yang membuncah.
Langkah kakinya langsung tertuju pada sang pelaku utama, seorang laki-laki berumur 30 tahunan yang ia tahu bernama Bara, sosok pebisnis yang tak segan melakukan apapun demi mendapatkan apa yang ia inginkan, termasuk dengan menculik anak-anak nya demi menggertak dirinya agar mundur dari mega proyek yang telah di raihnya.
Cih... Sangat kekanakan.
" Hanya seperti ini saja membuatmu berani bermain-main denganku? " Marvell menatap remeh pada Bara yang kini sudah tertunduk lemah dengan wajah babak belurnya.
" Cih... Memang siapa kau hah... " Timpal Bara dengan nada angkuhnya.
" Masih bertanya aku siapa? Ck... Ternyata kau sangat bod*h, bahkan hanya untuk mengenali siapa lawan mu pun kau tak bisa... " Remeh nya.
" Ahhh... Aku ingat, kau ayah dari anak-anak sial*n itu kan... Bukankah mereka sangat menyusahkan? Seharusnya ku bantu kau menyingkirkan mereka bukan... "
Bugh...
Satu tendangan mendarat keras di perut Bara, membuat laki-laki itu seketika terpental hingga terjatuh dengan darah yang mengucur deras dari mulutnya.
" Brengs*k... Sekali lagi kau berani menyentuh anak-anak ku, aku benar-benar akan menghabisi mu Bara... " Ancam Marvell dengan amarah yang membuncah.
Bukannya gentar, Bara malah terkekeh, tawa laki-laki itu bahkan terdengar mengejek sang penguasa yang tengah di bakar amarah itu.
" Ancaman mu itu, sedikitpun aku tidak takut... Dan aku akan tetap mengusik kehidupan mu... Anak-anak mu, dan... Istrimu... "
__ADS_1
" Sial*n... "
Marvell geram, amarah nya kini semakin meluap, membuat kakinya kembali gatal ingin menendang laki-laki sial*n di depannya, di ayunkan nya kaki jenjang itu mengarah pada Bara, namun pergerakannya tiba-tiba saja terhenti.
" Stop dad... " Teriakan itu berhasil mengurungkan niat Marvell untuk menghabisi laki-laki itu, sontak saja ia menoleh menatap sumber suara.
" Boy... " Marvell mengerutkan dahinya, bagaimana bisa anak laki-laki nya itu kembali memasuki gedung ini, bukankah ia sudah memberikan perintah pada bawahannya untuk menjaga mereka di luar?
" Kau di sini? "
" Stop do it dad... " Alih-alih menjawab pertanyaan sang daddy, Arsha lebih memilih untuk menunjukkan protes kerasnya.
" Bagaimana kau di sini boy... Bukankah daddy sudah menyuruh mu menunggu sebentar..." Marvell melempar tatapan tajamnya pada 5 pengawal yang bertugas menjaga anak-anak nya.
" Tapi mereka bersalah boy... " Kilah Marvell.
" Iya... Tapi Arsha tidak suka jika daddy membalas mereka dengan kekerasan, masukkan saja mereka ke penjara... " Sahut Arsha dengan penuh penekanan.
" Mereka pantas mendapatkan nya... "
" Tapi Arsha tidak suka... Dan mommy... pasti mommy juga tidak suka... " Suaranya melemah saat ia membawa nama mommy nya demi menghentikan aksi brutal daddy nya itu.
Ohhh... Ssshtt... Bagaimana Marvell lupa dengan istrinya itu.
" Lebih baik kita pulang sekarang, pasti mommy khawatir karena kita tidak kunjung pulang... " Pintanya pada sang daddy.
__ADS_1
Marvell menghela nafas dalam, ia berusaha menguapkan semua amarah yang kini masih bercokol dalam lubuk hatinya.
" Baiklah... Kita pulang... "
" Kalian... Bawa mereka semua ke penjara, jerat mereka agar mereka mendekam di penjara seumur hidup mereka... " Titah Marvell pada bawahannya.
Marvell menggandeng tangan sang putra, mulai melangkah, namun baru satu langkah, tiba-tiba Marvell menghentikan langkahnya.
" Oh... Arshi... Dimana gadis kecil daddy boy... "
Arsha tersenyum kecut.
" Tadi Arsha suruh tidur, dia sangat merepotkan saat matanya terbuka... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Nih udah double up yah
Maacih buat ucapannya semua...
Happy Reading
Saranghaja💕💕💕
__ADS_1