Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Ashi Tubattt...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


" Ini salah Ane mas, seharusnya kita tidak terlalu memanjakan nya... "


" It's oke... Tidak apa sayang, Arshi akan mengerti... " Marvell merengkuh tubuh sang istri berusaha menenangkan, ia tahu, menjadi seorang ibu untuk tiga anak itu tidak semudah yang di pikirkan, perlu kesabaran dan kelapangan dada yang luas.


" Mulai sekarang, kita tidak boleh memanjakannya lagi mas, Arshi harus belajar, tidak semua keinginannya bisa ia dapatkan... "


" Hmmm... Baiklah... "


Anelis menghela nafas dalam, tatapan nya kini beralih pada Arsha dan baby Arshell yang ia dudukkan di kursi makan lengkap dengan sabuk safety nya. Hingga akhirnya mola matanya seketika membelalak tak percaya saat menatap pada wajah cemong baby Arshell yang penuh akan bubur bayi.


" Adek... " Pekik Anelis, seketika itu ia melepas rengkuhan sang suami.


" Kenapa sayang... "


Membuat Marvell sontak mengikuti arah pandang sang istri, "Om my God... "


" Da-da-da-da... " Celoteh baby Arshell menatap pada sang daddy penuh raut bahagia, tangan mungilnya yang tengah menggenggam sendok itu pun menyodor ke arah sang daddy seolah menawarkan makanan miliknya.


" Astaghfirullah... Adek ngapain sayang... " Keluh Anelis sembari berusaha menjauhkan piring bubur yang sudah kosong itu dari jangkauan baby Arshell, membuat bayi kecil itu pun sontak memberontak tak mau jika mainannya di ambil paksa.


" Euhhh... No-no-no-no... " Keukeh baby Arshell berusaha mempertahankan mainan barunya, membuat Anelis pun kembali melepas cengkraman nya, membiarkan bayi kecilnya itu bermain-main sebentar dengan mainan itu.


" Arsha... Arsha tadi ngga lihat kalau adek mainin bubur nya? "

__ADS_1


"Lihat kok myh... " Sahut Arsha santai sembari menyesap sup hangat milik nya.


" Lihat?! Terus kenapa Arsha biarin adek mainin bubur nya sayang... " Sahut Anelis tak mengerti.


" Baby Arshell sudah besar myh, harus belajar makan sendiri, jangan sampai seperti Arshi. Sudah sebesar itu masih minta di suapin, manja... "


Seloroh Arsha tanpa kompromi, membuat Anelis dan Marvell sontak saling pandang, bagaimana bayi berusia 9 bulan itu di sebut sudah besar dan harus belajar makan seorang diri?


Putranya itu benar-benar mengagumkan...


🍁🍁🍁


Lima belas menit berlalu, lirih suara tangisan Arshi tak lagi terdengar, membuat Anelis berangsur memasuki kamar sang putri yang terasa begitu lengang.


" Sayang... "


Membuat gadis kecil itu pun sontak mendongak.


" Mommyh... " Rintih Arshi, air mata itu kembali merebak.


Anelis berjongkok, wanita itu lantas merentangkan kedua tangannya, berharap sang putri masuk dalam rengkuhan hangat nya.


" Peluk mommy... " Pinta Anelis, membuat Arshi sontak berhambur ke dalam pelukan sang mommy, tangisan nya kembali mendengung lirih dengan suara seraknya.


" Kenapa putri cantik mommy ini masih menangis, hmmm... " Di belai nya rambut sang putri yang kini terlihat acak-acakan.

__ADS_1


" Ashi shallah... Maafin Ashi... Mommy dangan mallah-mallah lagi shama Ashi, Ashi tubat, eundak mau ullang-ullang lagi, hiks... "


Membuat Anelis seketika itu menerbitkan senyum lebar nya.


" Putri mommy memang gadis yang baik, mommy tidak marah kok sama Arshi, Karena mommy sayang sama Arshi... Tapi Arshi tidak boleh menangis lagi ya sayang... "


" Hiks... Huum... " Angguk Arshi mengerti.


Manis mata Anelis beralih menatap keluar kaca jendela yang terbuka, tiba-tiba ia mendapatkan ide untuk mencairkan suasana.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Yang nungguin ceritanya Maura, sudah di rilis ya...


judulnya " Secret Baby Girl "


Cek profil othor, ehehehe


Happy Reading semua


Happy weekend


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2