
°°°~Happy Reading~°°°
Sang fajar masih bersembunyi di ufuk timur, langit bahkan masih gelap gulita, namun bola mata itu mulai mengerjap pelan saat mimpi buruk tiba-tiba menerpa.
Kaki mungil itu mulai menapaki lantai yang hangat oleh karpet, berjalan pelan mendekati ranjang di sebelahnya, tangan mungil itu mulai menepuk-nepuk bahu saudara kembarnya.
" Asha Asha... Banun... "
Suara setengah merintih itu membuat si kecil Arsha sontak menyipitkan matanya.
" Apa!!! " Suntuknya merasa tidurnya terganggu.
" Tumani Ashi ke kamal na mommy shama daddy... " Pinta gadis kecil itu.
" Tidak!!! " Tolak Arsha tanpa pertimbangan, bocah laki-laki lalu menaikkan selimut nya, membalikkan tubuhnya membelakangi sang kembaran.
" Asha dahat, hiks... " Gadis kecil itu mulai terisak, membuat Arsha kembali membuka lebar matanya, bocah laki-laki itu terlihat menghela nafas dalam, jengah dengan tingkah manja saudara kembarnya itu.
" Kamu mau ngapain ke kamarnya mommy sama daddy? "
" Mau tidull shana, Ashi mimpi sheullam-sheullam... Ashi tatut... " Adu Arshi.
" Ngapain takut, kan ada Arsha di sini? Sebaiknya kamu tidur lagi... " Arsha sudah bangkit dari ranjang nya, bocah laki-laki itu terlihat menggandeng tangan Arshi berniat mengantarkan gadis itu kembali ke ranjang nya.
__ADS_1
" Eundak mau, Ashi mau shama daddy shama mommy... "
Arsha menghela nafas dalam, kembarannya itu memang sangat keras kepala, melarangnya hanya akan membuatnya lelah dan tak kunjung terlelap, membuat bocah laki-laki itu akhirnya menyanggupi permintaan gadis kecil itu.
Tok tok tok...
Sudah berkali-kali ketukan itu menggema, namun sang empu pemilik ruangan tak kunjung membuka pintu atau sekedar menyahut, membuat si kecil Arshi semakin geram, dan sontak membuka sendiri pintu ruangan itu.
" Arshi... " Sentak Arsha tak terima dengan sikap tak sopan Arshi.
Si kecil Arshi tak sedikitpun menghiraukan saudara kembarnya itu, gadis kecil itu tetap memasuki kamar mommy dan daddy nya, mulai mendekati ranjang, dan... Kosong?
Kenapa tidak ada orang? Kemana mommy dan daddy nya itu berada? Kenapa mereka menghilang?
Arsha juga terlihat bingung, kenapa tidak ada orang di ruangan itu?
" Nona muda, tuan muda, kalian sudah bangun? Hari masih malam... " Sahut salah satu pelayan yang tak sengaja melihat dua bocah kecil itu memasuki kamar majikannya.
" Ashi mau tidull shama mommy shama daddy, tapi mulleka eundak ada... Mommy shama daddy keumana tante dapull? "
Pelayan itu hanya membisu, wajahnya terlihat bingung, harus menjawab apa dia pada dua bocah kecil itu.
Arsha sang jenius itu pun melihat akan kegugupan pelayan itu, membuatnya tak sabar untuk membuka mulut.
__ADS_1
" Mommy sama daddy ada dimana?! " Tanya nya setengah mengintimidasi, membuat pelayan itu semakin gugup tak terkira.
" I..itu, mereka... "
" Katakan saja, daddy tidak akan marah, nanti Arsha yang bilang... " Jaminnya pada pelayan itu.
" Tuan dan nona sekarang ada di rumah sakit, nona Anelis akan melahirkan... "
" Apa!!! " Pekik keduanya.
🍁🍁🍁
Di tengah fajar yang baru menyingsing, suara tangisan itu tak henti menggema, begitu memekakkan telinga, membuat langkah kaki itu semakin cepat dan cepat, sampai akhirnya langkah kaki itu terhenti di depan ruang persalinan, seorang dokter terlihat menghampiri rombongan itu, berbincang sebentar, sampai akhirnya memilih menyingkir.
" Mommy Ashi mana glandpa? " Tanya si kecil Arshi pada grandpa nya yang kini tengah menggendongnya.
" Tenanglah dulu, mommy sama daddy ada di dalam... " Sahut tuan Edgard berusaha menenangkan cucu perempuan nya itu.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading guys
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕