
°°°~Happy Reading~°°°
Hari berganti hari, tak terasa momen bersejarah antara sang penerus De Enzo, Marvell Dalmazio De Enzo, dengan sosok wanita sederhana, Anelis Sierra Atmaja akan segera di helat.
Tempat di langsungkan nya janji suci itu telah di hias sedemikian rupa, ballroom yang awalnya hanya ruangan kosong kini telah di sulap dengan nuansa penuh gemerlap kemewahan, bunga mawar putih menghiasi setiap sudut ruangan, lampu-lampu kristal menggantung cantik di langit-langit ruangan, konsep sederhana yang di usung Marvell benar-benar hanya omong kosong belaka, nyatanya ruangan itu telah di sulap tak ubahnya seperti megahnya istana.
Acara sakral itu di gelar secara tertutup, tak ada satupun awak media yang meliput, bahkan hotel tempat di langsungkan nya acara bersejarah itu telah di tutup total sejak 2 hari yang lalu, mengusir tamu-tamunya dengan kompensasi berlipat tak apa untuk sang konglomerat.
Tak banyak tamu yang hadir, hanya segelintir orang yang turut dalam acara pernikahan dadakan itu, dari kerabat, teman dekat, dan relasi, jumlahnya pun tak seberapa, bahkan tak sampai menyentuh angka 100 nyawa.
Dengan balutan tuksedo berwarna hitam, Marvell berdiri dengan gagahnya, pesona nya menguar hebat, sang tuan muda kini tengah bersiap menyambut kedatangan sang mempelai wanita yang masih asik bersembunyi di balik pintu yang tertutup rapat.
Tak berselang lama, pintu itu mulai membelah perlahan, menampilkan sosok wanita cantik yang kini di balut sempurna gaun pengantin muslimah yang simpel namun elegan, jangan lupakan mahkota mewah yang kini bertengger di kepalanya, juga make up natural yang kini semakin menyempurnakan wajah cantiknya, penampilan Anelis itu benar-benar menghipnotis setiap tamu undangan, tak terkecuali sang mempelai pria.
Marvell menatap kagum pada calon wanita nya, bahkan kini bola matanya tak kunjung berkedip, jantung nya sibuk berlarian hingga membuatnya di landa sesak yang teramat.
Apa ia terkena serangan jantung di hari pernikahannya dan mati mendadak sebelum ijab kabul terucap, jangan bercanda, itu tidak lucu.
Ahhh... Sial, degupan itu kian menjadi saat Anelis berangsur mendekat ke arahnya.
" Glanny... lihat... itu mommy Ashi... Mommy Ashi pakai gaun pinces, tantik sheukalli kan glanny... " Terdengar teriakan dari si mungil Arshi yang kini tengah di pangku mama Clara, sedang si dingin Arsha duduk tenang di kursi sebelah mama Clara dengan sorot mata yang setia mengamati setiap prosesi acara.
__ADS_1
Kedua mempelai telah menempati kursinya masing-masing, tepat nya di depan sang penghulu dan tuan Edgard, sedang di samping kanan kiri meja sudah duduk dua orang saksi yang tak lain adalah sahabat Marvell sendiri, siapa lagi kalau bukan Mark dan David.
Anelis duduk dengan risau, wajahnya hanya menunduk pasrah, sungguh ia hanya ingin terisak, menangis sejadi-jadinya.
Di hari yang seharusnya membahagiakan ini, entah menagapa ia merasa kesepian, tak ada ibu, ataupun ayah, bahkan kini walinya pun harus di wakilkan pada wali hakim karena ia hanyalah wanita sebatang kara yang sudah tak berwali.
Dan jangan lupakan bagaimana isi hatinya saat ini, ia sesak, dadanya bergemuruh hebat, pelan-pelan ia berusaha menguasai isi hatinya, jika pernikahan ini bukan untuk nya, maka setidaknya ini untuk kebahagiaan kedua buah hatinya.
Marvell mendadak gugup saat sang penghulu mulai mengulurkan tangannya, nyali nya seketika menciut lantaran tangan nya yang mulai berkeringat itu kini tengah menjabat tangan sang penghulu yang siap merapalkan ijab kabulnya.
" Ananda Marvell Dalmazio De Enzo, saya nikahkan dan saya kawinkan engkau dengan saudari Anelis Sierra Atmaja binti Rendra Atmaja dengan mas kawin satu set perhiasan, saham DEC sebesar 1.000 Lot, uang tunai sebesar USD 1.000.000 dan seperangkat alat sholat di bayar tunai "
"
" Sah?... "
Tak ada sahutan, semua masih terpaku pada mahar fantastis yang di sodorkan Marvell untuk sang mempelai wanita, bayangkan saja, hanya untuk mahar saja Marvell sudah menggelontorkan dana sampai menyentuh angka 50 milyar, kekayaan yang di miliki pewaris keluarga De Enzo itu benar-benar tak di ragukan lagi.
" Apakah sah? " Ulang sang penghulu saat hanya mendapatkan keheningan.
" ohhh.. sah..sah.... "
__ADS_1
Riuh seketika menggema, semua tamu undangan kini bersorak bahagia menyambut status baru yang kini di sandang oleh sang pewaris De Enzo, tak terkecuali bocah mungil yang masih dalam pangkuan sang nenek.
" Shah... Shah... Yeayyy... Mommy Ashi udah meunikah... jadi Ashi bisa tidull shama daddy deh... yeay... Ashik ashik ashik... " Arshi sudah seperti pemandu sorak, riuh tak terkira, tangannya bahkan di angkat tinggi-tinggi ke atas dengan wajah sumringah bahagia.
Mama Clara hanya tersenyum pahit, bukan karena tak bahagia dengan pernikahan itu, hanya saja, jika ia membiarkan cucu menggemaskan nya itu tidur dengan daddy dan momny nya, lalu kapan ia akan memiliki cucu lagi?
Emmm... Ya sudahlah, biarkan dulu cucunya itu tenggelam dalam kebahagiaan nya, cuci otaknya nanti saja setelah di rumah. Mama Clara tersenyum smirk dengan rencana yang akan di lancarkan nya.
Sang penghulu menuntun Anelis untuk mencium punggung tangan suami barunya, dengan malu-malu, Anelis meraih tangan itu, lalu mencium nya sebagai bakti pertama nya pada sang suami.
Marvell tak diam saja, lalu ia membalas mengecup kening Anelis yang sontak membuat wanita itu membulatkan matanya lebar, ia tertegun, ia masih asing dengan status barunya saat ini.
" Udah... Lepasin dulu... Di lanjut nanti malem aja... " Celetuk David yang berhasil membuat seisi ruangan itu kembali riuh tak terkontrol.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maap maap othor ngga niat gantungin kalian, ciyus deh
Jangan lupa ampau nya ya, hahaha
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕