
°°°~Happy Reading~°°°
Flashback On
Di tengah riuh kelas di jam istirahat, kini terlihat sosok kecil Arshi yang tampak celingukan, wajahnya tampak kebingungan, tangannya sibuk mengobrak-abrik setiap benda di sekitarnya, ia mencari sesuatu miliknya yang tiba-tiba saja menghilang entah kemana.
" Aillin... Aillin lihat penshil na Ashi? Ashi calli-calli kok eundak ada? " Tanya Arshi pada teman sebangkunya.
" Aku tidak tahu Shi, emmm... Apa jangan-jangan terjatuh? " Sahut Airin sembari menelisik ke arah lantai di bawah kakinya.
Arshi mengikuti arah pandang Airin, sejurus kemudian, tubuhnya yang mungil itu berusaha menyelinap di bawah kolong meja, di cari-cari nya pensil itu di sana, namun hasilnya pun nihil, ia tak menemukan benda kesayangannya itu, dengan berat hati ia pun bangkit dari jongkoknya, hingga akhirnya...
Dukkk...
" Auuuuh... " Si kecil Arshi tampak mengaduh kesakitan saat kepalanya terbentur sisi meja, kini air mata sudah menggenang di manik matanya, sudah kehilangan pensil kesayangannya, sekarang malah apes karena kepalanya terbentur meja.
" Eundak ada Aillin... Penshil na Ashi eundak ada, penshil na Ashi hillang... " Adu Arshi, wajahnya tampak memelas, air matanya sudah hampir menetes jatuh di pipinya.
Airin yang melihat teman sebangkunya hampir menangis itu pun berusaha menenangkan, tangan mungil nya menepuk-nepuk bahu Arshi agar gadis kecil itu tak sampai terisak.
" Jangan nangis dulu Arshi, coba kamu tanya sama Arsha, mungkin di bawa sama dia... " Saran Airin, karena ia tahu bahwa Arsha adalah saudara kembarnya.
Arshi mengangguk, lalu ia berlalu mendekati meja Arsha yang terletak paling depan.
" Asha... Asha lihat penshil na Ashi? " Tanya Arshi pada Arsha yang kini sudah ada di hadapannya.
" Pensil yang mana? "
" Penshil yang di kashih shama daddy, yang millip puna na Asha, tapi puna na Ashi walna na mellah muda... "
" Arsha ngga bawa... " Sahutnya pendek.
" Tellus penshil na Ashi dimana? " Sahut Arshi penuh keputus asaan.
" Mana aku tahu... " Jawab Arsha masa bodoh, yang langsung membuat si kecil Arshi kian terisak.
__ADS_1
" Asha... " Sentak Arshi setengah kesal dengan sifat Arsha yang selalu dingin dan cuek.
" Iya iya... Makannya jangan nangis dulu. Mungkin pensil nya ketinggalan di rumah, nanti kalau pulang tanya sama mommy... " Sahut Arsha pada akhirnya.
" Eundak... Penshil na Ashi eundak keutinggalan... Tadi saat pelajaran na Miss Molla, Ashi sheumpat gamball pake panshil mellah muda na Ashi... "
" Mungkin kamu lupa naroh, kamu ingat-ingat dulu kamu taruh dimana... " Usul Arsha.
Arshi mengangguk setuju, lalu ia mulai memeras otaknya, berusaha mengingat-ingat dimanakah ia menyimpan pensilnya.
Namun, di tengah-tengah kesibukannya memeras otak, tiba-tiba saja bola mata nya membelalak saat mendapati pensil yang mirip dengan miliknya itu tengah di genggam oleh teman sekelasnya, tanpa ragu lagi ia segera mendekati temannya itu.
" Lulla... Boleh pinjam penahil na sheubentall? " Dalihnya ingin meminjam, padahal Arshi hanya ingin mengecek apakah pensil itu benar miliknya atau bukan.
Yang di panggil Lula itu pun seketika menoleh menatap Arshi, lalu menatap pensil yang tengah di genggamnya itu bergantian, merasa terancam, cepat-cepat ia menyembunyikan pensil yamg tengah di genggamnya itu ke belakang punggungnya.
" Tidak...aku tidak mau... " Sentaknya.
" Sheubentall aja eundak apa-apa, penshil na Ashi hillang, itu penshil na Lulla sheupeulti na millip kaya puna na Ashi... "
Tiba-tiba saja mata tajam Arshi tak sengaja menangkap lukisan yang terbingkai di ujung pensil yang tengah di genggam temannya itu, tampak inisial AAA terukir jelas di ujung pensil.
" Beunnel... Itu penshil na Ashi, itu ada nama na Ashi di shana... Lulla yang ambil penshil na Ashi ya... " Sentak Arshi seketika.
" Tidak... Kamu jangan ngada-ngada Arshi... " Bentak Lula, tangan kirinya lalu mendorong Arshi sekuat tenaga hingga bocah kecil itu terjerembab jatuh ke lantai.
" Hwa... Lulla dahat, itu penshil na Ashi... " Tangis si kecil Arshi akhirnya pecah, wajahnya memerah penuh amarah, tanpa ragu lagi ia bangkit dari posisinya, lalu di sambar nya pensil itu dari tangan Lula, namun Lula tak tinggal diam, ia tetap berusaha mempertahankan pensil itu di tangannya, hingga akhirnya terjadilah adu tarik-menarik.
" Berhenti Arshi... Ini punyaku... " Bentak Lula masih dalam adegan tarik-menarik dengan Arshi.
" Eundak ini puna na Ashi... " Arshi keukeh dengan keyakinannya, ia masih berusaha merebut kembali pensil miliknya.
Melihat adegan itu, Arsha pun tak tinggal diam, ia melangkah mendekati pusat keributan, berusaha memisahkan keduanya yang masih saling tarik-menarik.
" Sudah Shi, lepaskan pensilnya, nanti minta daddy beliin lagi... " Saran Arsha.
__ADS_1
" Eundak mahu " Sentak Arshi.
" Arshi... " Bentak Arsha karena perkataan nya tak di gubris oleh Arshi.
Mau tak mau Arshi pun harus mengalah, ia melepaskan genggamannya secara tiba-tiba karena merasa kesal, hingga akhirnya tanpa sengaja membuat Lula terjatuh karena belum siap, dan naas nya kepalanya tak sengaja terbentur meja hingga akhirnya mengeluarkan sepercik darah yang tak seberapa.
Flashback Off
" Arsha benar-benar tidak sengaja dad... Arsha... Tidak tahu jika akan terjadi seperti itu, Arsha... Hanya... " Arsha yang ada di pangkuan Anelis kini tak mampu lagi meneruskan kalimatnya, bocah laki-laki itu terisak.
" Shht... Tenanglah boy... Tidak apa-apa, daddy tidak akan marah padamu, daddy yakin itu tidak di sengaja... " Sahut Marvell sembari mengusap wajah putranya yang setengah basah bekas isaknya. Namun kata-kata daddy nya itu seolah tak mempan, Arsha masih terisak.
" Hey... Arsha... Putra daddy... Tak apa boy, berhentilah menangis, bukankah itu hanya ketidaksengajaan? " Marvell kembali meyakinkan Arsha.
" Tapi... "
" Semuanya akan baik-baik saja boy... teman sekelas mu juga pasti sudah tidak apa-apa, tidak ada yang perlu di khawatirkan, kamu percaya kan sama daddy? "
Pertanyaan daddy nya itu memaksa Arsha mengangguk dan berhenti dari tangisnya.
" Daddy, tadi Lulla ambil penahil na Ashi eundak di keumbaliin... tellus Lulla dollong-dollong Ashi sampe Ashi na jatuh... abish itu teullinga Ashi di tallik-tallik shama tante dahat daddy... Ashi juda di mallahin... kata na Ashi anak nakhal, tellus pas mommy datang mommy na di pukul shama tante dahat shampe beuldalah... Ashi tatut daddy... " Kini gantian si kecil Arshi yang mengadu, bola matanya kembali berkaca-kaca ingin menumpahkan isinya.
" Sudah sudah... Tenanglah girl, kan udah ada daddy di sini. Anak-anak dady ngga boleh cengeng dong... nanti daddy marahin tante jahat itu, oke... " Marvell menatap Arsha dan Arshi bergantian, seolah menegaskan bahwa semuanya akan baik-baik saja.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maapken karena semalem nggak jadi double up, bukan karena othor belum up, tapi karena nyangkut di meja editornya lama banget
Ini fix, kayaknya editornya ada dendang sama bambang Marvell
Aku nunggu di review sampe jenggotan😪
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja💕💕💕