
°°°~Happy Reading~°°°
Sebuah rapat online kini berlangsung dengan tegang saat sang pimpinan tertinggi itu tak puas dengan kinerja para bawahannya, meski tak sampai bertatapan langsung, namun aura mencekam dari seorang tuan Marvell masih kental terasa, tatapan dingin itu tetap sama, menusuk tajam seolah menguliti setiap insan.
" Apa kalian hanya bermain-main hah... Apa karena aku tidak ada di sana jadi kalian hanya masa bodoh begitu? JAWAB!!! " Gebrakan meja pun tak dapat di elakkan, setiap karyawan hanya bisa diam membisu tanpa sanggahan.
" Kalau saja aku di sana, habis kalian!!! " Pekik Marvell tak dapat memendam kekesalan nya saat laporan keuangan yang tengah di presentasikan itu tak sesuai dengan keinginannya.
Dan di tengah amukannya itu, terdengar tangisan dari baby Arshell yang kini kembali menggema, sang bayi mungil itu memang tengah rewel, karena itulah membuat Marvell memilih absen dari pekerjaannya dari pada ia akan di hantui oleh rasa khawatir pada bayi yang baru berusia satu bulan itu.
Tangisan itu hilang timbul, sepertinya istrinya itu tengah berjalan-jalan sembari menggendong baby Arshell yang masih saja menangis, hingga akhirnya tangisan itu semakin menjadi, membuat Marvell tak tega membuat sang istri kerepotan sendiri dan tak tega pada baby Arshell yang seperti akan kehilangan suaranya.
Tanpa basa-basi ia pun pamit sebentar dari rapat menegangkan itu, langsung keluar dari ruang kerjanya, terlihat istrinya itu tengah menggendong sang bayi yang masih terisak, menimang-nimangnya namun seolah itu adalah hal yang sia-sia karena bayi mungil itu tetap saja menangis tanpa henti.
" Baby rewel lagi sayang? "
__ADS_1
Anelis sontak menoleh, dengan wajah khawatirnya, ibu muda itu mengangguk.
" Iya mas, udah Ane bujuk pake nen*n tapi tetep ngga mau... " Sahut Anelis khawatir, tangannya masih setia menimang-nimang bayinya.
" Tadi udah minum obatnya? " Tanya Marvell pada sang istri, bayi mungilnya itu memang tengah demam, pagi tadi dokter telah memeriksanya dan mengatakan bahwa mereka tak perlu khawatir karena bayi mungil hanya demam ringan.
" Sudah mas, tadi juga sempet bobok, tapi bangun-bangun malah rewel lagi... " Dengan nada yang begitu khawatir, ibu mana yang tak khawatir jika anaknya kenapa-napa? Termasuk juga Anelis, meski sudah memiliki pengalaman pertama mengasuh bayi, tapi rasa khawatir itu tetap saja menyeruak dalam benaknya.
" Sini sama mas aja... "
" Tidak apa-apa sayang... Mas tak tega jika melihatnya menangis seperti itu, berikan baby Arshell pada mas... " Marvell mengulur tangannya mengambil alih gendongan sang baby Arshell, dengan tangan kekarnya itu ia berusaha menimang-nimang bayi mungil itu agar tak lagi terisak dan segera terlelap dalam tidurnya.
Dan tak berselang lama, baby Arshell benar-benar terhenti dari tangisannya, wajah memerah bekas isaknya kini menatap pada sang daddy yang masih menggendongnya.
" Dedek sudah tidak apa-apa mas, sebaiknya dedek sama Ane aja, mas lanjutin rapatnya ngga apa-apa mas... "
__ADS_1
" Baiklah... "
" Sudah selesai menangis nya boy, hmmm... Sekarang kau sama mommy mu dulu ya, daddy harus bekerja dulu untuk membelikan mu popok yang banyak, cup... " Dan kecupan itu pun melayang di kening bayi mungil itu sebelum akhirnya Marvell mengembalikan bayi mungil itu pada istrinya.
Namun, belum lama berada di gendongan Anelis, bayi mungil itu kembali terisak, membuat Marvell kembali tak tega.
" Baby biar ikut mas aja sayang, sepertinya dia lagi ingin sama mas... " Tawar Marvell.
" Terus rapatnya mas gimana? "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕