Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Aku Milikmu


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Namun, untuk kesekian kalinya, langkahnya terhenti saat suaminya itu merengkuh tubuhnya dari belakang, membelit rapat seolah tak mengizinkan Anelis untuk jauh darinya sedikitpun.


" Maafkan aku... Aku menyesal... Waktu itu pikiranku kalut, aku telah di butakan oleh amarah hingga tanpa sadar melakukan hal sekejam itu... Jadi, jangan diamkan aku lagi... Ini sangat menyiksaku... " Sahut Marvell lirih penuh penyesalan, kepalanya bersandar di bahu Anelis, matanya terpejam, menyesapi setiap kehangatan dan kenyamanan bahu istri nya itu.


" Kamu tahu... Saat aku tahu bahwa kamu terluka bahkan di hina dan di rendahkan, waktu itu aku sangat marah, hatiku sangat sakit, aku tidak rela jika kamu terluka dan akhirnya kembali menangis... Sudah cukup selama ini aku menyakitimu... Sudah cukup... Aku telah berjanji tak akan ada lagi air mata di pipimu, namun nyatanya... Aku gagal... Aku gagal melindungi mu istriku... "


Anelis terperangah dengan penuturan suaminya itu, apakah suaminya itu benar-benar mengkhawatirkan nya sampai sedalam ini? Bahkan tak segan untuk menghancurkan siapapun hanya untuk melindungi dan membelanya?


Anelis melepas belitan tangan suami nya, lalu membalik tubuhnya menghadap sang suami, ia menatap lekat-lekat wajah tampan laki-laki yang sudah satu bulan ini berstatus sebagai suaminya itu.


Di belainya wajah suaminya itu lembut, menghapus setitik air mata yang tak sengaja terjatuh dari mata sayu suaminya.


" Maafkan Ane mas, ku mohon jangan menangis lagi... "


Marvell merangkum wajah Anelis.


" Berjanjilah untuk tidak terluka lagi... Jika bukan demi aku... Setidaknya demi anak-anak... Berjanjilah untuk tetap baik-baik saja... Dan jika suatu hari nanti aku tak sengaja melakukan kesalahan, apapun itu... berjanjilah untuk tidak mendiamkan aku lagi... Ini begitu menyiksaku An... "


Anelis mengangguk dalam derai air mata, perlakuan nya selama ini ternyata salah, diamnya selama ini ternyata begitu melukai laki-laki yang sebelumnya berhati dingin itu.


" Maafkan aku mas... Maaf... Aku akan tetap baik-baik saja, demi anak-anak... dan demi dirimu, suamiku... " Anelis merengkuh suaminya erat, rasa bersalah kini menguar dalam dirinya, ia telah salah langkah, tidak seperti ini, seharusnya ia tak mendiamkan suaminya yang telah membelanya mati-matian.

__ADS_1


Marvell mengulum senyumnya, di kecup nya kening istrinya itu lembut.


" Terimakasih... Aku mencintaimu istriku... "


Marvell mencium kening Anelis, lalu berpindah pada bibir piech itu, laki-laki itu menikmati setiap rasa manis yang tercipta dari benda kenyal yang sering kali membuatnya harus banyak-banyak bersabar, mengeksplor nya lebih dalam, dalam hangat dan kelembutan. Membuat Anelis seketika itu memekik tajam, ia terkejut dengan sentuhan lembut suaminya yang terasa begitu memabukkan.


Mendapati reaksi penolakan sang istri\, membuat Marvell pun tersadar dari kabut gair*h\, ciuman lembut itu pun berakhir begitu saja\, ia khilaf\, ia terlalu terbawa suasana hingga akhirnya tanpa sadar telah jatuh dalam lembah gair*h. Bagaimanapun\, dia adalah laki-laki normal yang akan tergod* jika ada santapan lezat di depannya.


" Maafkan aku... " Sahutnya, lalu berbalik hendak menuju ke arah kamar mandi, namun langkahnya tertahan saat Anelis kini gantian mencekal pergelangan tangannya.


" Lepaskan An... " Sahut Marvell penuh permohonan.


" Mas... "


" Mas... Lakukanlah... "


" An... " Marvell memberi kode peringatan untuk melepaskan genggaman tangannya.


" Lakukan mas... Ini hak mas... " Anelis menatap sendu wajah suaminya yang sudah terlihat frustasi.


" Tidak... Tidak sampai kamu benar-benar siap, tolong lepaskan tanganmu atau aku benar-benar akan kehilangan kendali atas diriku... "


Bukannya melepas tangannya, Anelis malah mendekat ke arah sang suami, di rengkuh nya tubuh kekar itu erat, menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya yang terasa begitu hangat.

__ADS_1


" Lakukanlah mas... Ane sudah siap... Ane ingin memberikan hak mas malam ini... "


" Apa kau yakin? "


" Lakukan mas... Malam ini... Aku milikmu... "


Cup...


Satu kecupan mendarat di kening Anelis.


" Aku akan melakukan nya dengan lembut... "


Dan di malam hujan itu, di tengah hawa dingin yang memekik tajam, kedua insan itu saling menyatu, saling bertukar peluh di bawah selimut tebal, saling merengkuh memberikan kehangatan, bersama-sama meneguk nikmatnya surga dunia, tenggelam dalam kenikmatan yang begitu memabukkan.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Tuh tuh udah, yang sukanya neror pengen** 😂


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2