
°°°~Happy Reading~°°°
Sebuah baku hantam kini tengah berlangsung begitu sengit, begitu dramatis, kedua kelompok itu saling baku hantam, saling menyerang hingga membabi buta, membuat kedua orang itu mulai kewalahan, mereka mulai tersudut karena kalah jumlah, hingga akhirnya mereka terkulai tak berdaya, mereka kalah oleh segerombol orang yang tiba-tiba menghentikan laju kendaraan mereka.
" Cepat singkirkan mereka... "
🍁🍁🍁
Baby twins dan si kecil Maura tampak keluar dari kelas mereka, jam pelajaran telah usai, saatnya mereka kembali ke kediaman masing-masing.
Di tengah langkah kaki mereka, tak sedikitpun berlangsung tanpa obrolan, si kecil Arshi dan si kecil Maura tampak asik mengobrol tanpa menghiraukan Arsha yang sudah sangat jengah dengan tingkah cerewet kedua bocah itu.
" Yes yes yes... Akhil na puyang duga, Ashi udah eundak shabal mau puyang ke llumah, hihihi... " Arshi tampak berbinar ceria, saat pulang sekolah adalah saat-saat yang paling menggembirakan untuk nya, dimana akhirnya ia bisa terbebas dari serangkaian pelajaran yang begitu penat dan membosankan.
" Ashi shepeulti na sheunang sheukalli... " Tebak Maura.
" Iya Molla... Ashi sheunang shekali kalna mau keutemu shama dedek bayi oek oek... Dedek bayi oek oek na shangat lutu, geullak-geullak gini... " Sembari mempraktekkan seorang bayi yang tengah menendang-nendang.
__ADS_1
" Dedek bayi na geullak-geullak gitu? "
" Iya Molla... Ashi keumallin poto dedek bayi na loh... Molla mahu lihat? " Tawar Arshi yang langsung di angguki si kecil Maura.
Arshi membalik tas yang tengah di gendong nya, di taruhnya tas itu di depan perutnya, tangan mungil nya pun tampak sibuk mencari sesuatu di dalam tas miliknya.
" Ini dedek bayi oek oek na Ashi Molla... Kata mommy, dedek bayi na kelual 2 bulan lagi... Ashi udah eundak shabal mau keutemu shama dedek bayi oek oek... "
Maura memperhatikan gambar yang di tunjuk teman baru nya itu, alisnya sedikit mengernyit, gambar hitam putih itu sangat tak jelas terlihat, membuat ia bingung yang di maksud temannya itu.
" Dedek bayi na yang mana Ashi... " Tanya Maura polos.
" Eundak tahu molla, tapi keumallin tente dotell na bilang ini dedek bayi oek oek na Ashi... "
krik krik krik
Hanya terdengar suara jangkrik yabg mengerik.
__ADS_1
" Emmm... Molla puna dedek bayi oek oek tidak? " Sambung Arshi beralih ke topik lain.
Gadis kecil itu menggeleng lemah, raut wajahnya tampak menguarkan semburat kesedihan.
" Eundak apa-apa Molla, nanti Molla minta mommy shama daddy na Molla shulluh buat dedek bayi oek oek na aja, tapi shallat na Molla hallus bobok sheundilli, kata glanny na Ashi shepeulti itu... "
" Tapi Molla takut tidull sheundilli Ashi... " Keluh si kecil Maura.
" Kalau Molla mashih tidull shama daddy shama mommy na Molla, nanti melleka eundak bisha buat dedek bayi oek oek na Molla... Kata glanny kalau buat dedek bayi oek oek, hallus beuldua aja, eundak boleh lame-lame, nanti dedek bayi oek oek na jadi bantet... "
" Itu Maura sudah di jemput... " Seru Arsha memutus obrolan itu, mau tak mau mereka pun harus segera berpisah, tak lupa Maura merengkuh tubuh sahabat nya itu sebelum akhirnya benar-benar menyingkir dari sisi pasangan kembar itu.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu ya...
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕