
°°°~Happy Reading~°°°
Lima mobil hitam mewah itu mulai melaju cepat membelah jalanan ibukota, saling beriringan hingga berhasil membuat gempar para pengguna jalan.
" Will... Kenapa kau lamban sekali hah... Apa kau sudah berubah jadi kura-kura... " Berbagai makian pun tak luput dari mulut pedas Marvell, apalagi kini ia tengah di landa gugup yang tak terkira, membuat laki-laki itu hanya ingin memaki siapa saja yang berada di sekitarnya.
Sedang Willy hanya bisa menghela nafas dalam, saat ini yang harus ia lakukan hanya menutup mulutnya rapat-rapat atau amarah sang bos besar itu akan semakin meledak jika ia menyanggah setiap kata yang di ucapkan nya.
Tak lama berselang, dering telepon itu berhasil mengambil alih perhatian Marvell, laki-laki yang tengah dirundung gejolak amarah itu pun menjawabnya dengan setengah menyentak.
" Hallo... "
" Mas... Mas kenapa... " Suara lembut nan mendayu-dayu itu berhasil menyentak Marvell, seketika itu ia menjauhkan ponselnya dari telinganya, memeriksa siapa sebenarnya yang kini tengah menelpon nya.
My Love❤️
Shhtt... Sial...
Marvell memekik tertahan, jelas tertera di layar ponselnya bahwa sang istrilah yang kini tengah menghubunginya
" I-iya sayang... " Sembari tersenyum kecut, calon bapak tiga anak itu sudah harap-harap cemas, semoga saja istrinya itu tak bertanya tentang hal-hal yang membuatnya tiba-tiba g*gu tak bisa bicara.
__ADS_1
" Mas kenapa? Apa ada masalah? Semuanya baik-baik saja kan mas... " Terdengar suara lembut Anelis yang setengah khawatir.
" Oh... T-tidak apa-apa sayang, mas... Mas hanya kesal saja dengan Willy, dia sangat lamban membuat mas sangat kesal... " Jawab Marvell dengan asal.
" Oh ya... Kamu kenapa menelpon mas sayang... " Marvell mencoba mengalihkan percakapan nya.
" Astaghfirullah... Ane sampai lupa. Itu mas, anak-anak kok belum pulang juga ya, padahal supir udah jemput anak-anak dari tadi, Ane coba telepon supir nya tapi malah ngga bisa, Ane khawatir mas, perasaan Ane ngga enak... "
Marvell mengusap wajahnya frustasi.
" Kamu tenanglah sayang... I-ini anak-anak lagi sama mas... " Bohong Marvell, hanya alasan ini yang kini ada di otaknya.
" Apa!!! Anak-anak sama mas... Ya Allah, kenapa mas ngga kabarin Ane dulu, mas bikin Ane khawatir aja deh... Coba mas kasih handphone nya ke anak-anak, Ane ingin ngomong sama mereka... "
" Emmm... Itu sayang... Anak-anak sedang bermain, mereka sangat asik sampai tak bisa di ganggu. Sudah mas tutup dulu telepon nya ya sayang, bye... Love you my love... "
Tuttt...
Marvell menutup telponnya nya paksa, jantungnya masih berdegup kencang, antara takut ketahuan berbohong dan takut membuat istrinya kepikiran, pikiran Marvell kini tengah di penuhi kemelut tebal, laki-laki itu frustasi dengan permasalahan pelik yang kini tiba-tiba saja datang menerpanya.
🍁🍁🍁
__ADS_1
" Asha Asha... Ini dimana? Kaya na ini eundak lumah na Ashi deh, lumah na Ashi kan beushall... Tellush badus juga. Ini bukan lumah na kita kan Asha... " Arshi terus berceloteh, gadis kecil terlihat bingung saat mereka mendarat di sebuah bangunan tua yang sudah terbengkalai.
" Kamu diam saja... " Peringat Arsha, bocah laki-laki itu sudah mulai menunjukkan aura dinginnya.
" Tapi Ashi beunal kan Asha... Ini bukan lumah na kita, masha lumah na kita kotoll kaya gini, mommy kan lajin meunyapu... " Gadis kecil itu masih menunjukkan protes keras nya, membuat Arsha lagi-lagi harus menekan kesabaran nya.
" Iya... Ini bukan rumah kita. Tapi kamu nya diam dulu, nanti Arsha belikan kamu susu stroberi yang banyak kalau kamu menurut... " Ujar Arsha berusaha membungkam kembaran cerewetnya itu.
" Beunnellan? Asha eundak bohong shama Ashi kan... " Dengan wajah berbinar nya.
" Hmmm... Tapi diam... " Tegas Arsha sekali lagi.
" Oce... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Siap-siap adegan selanjutnya yah
Jangan lupa like nya, nanti othor update lagi kalau kalian juga rajin like😅
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕