
°°°~Happy Reading~°°°
Riuh seketika menyelimuti sebuah bandar udara ketika gerombolan bodyguard itu mulai mensterilkan sebagian kawasan airport untuk di lalui seorang penguasa.
Seketika itu, semua orang berbondong-bondong untuk menilik siapa sosok penguasa yang berhasil menggemparkan seisi bandara itu, hingga akhirnya pandangan mereka jatuh pada sosok yang kini tengah menggendong sosok bayi kecil di dekapan nya, terlihat begitu kontras dengan tampang dingin yang kini di tampilkan nya.
" Myh... Shawat na mana myh, kok eundak keullihatan? " Dan di tengah keriuhan itu, si kecil Arshi masih saja menyempatkan diri untuk berkomentar.
" Ada sayang, kamu tenang dulu ya... " Hanya itu yang bisa Anelis katakan, situasi riuh itu benar-benar memaksa Anelis untuk menenangkan sang putri yang memang sulit untuk di ajak kompromi.
" Myh... Ashi mau pipish... Ashi keubellet, eundak bisha nahan, pipish na udah mau kelluall, euhhh... " Keluh si kecil Arshi sembari memegangi selangkang*n nya.
Rintihan gadis kecil itu pun sukses menahan langkah kaki Anelis, diikuti langkah kaki Marvell yang ikut tertahan akibat ulah sang gadis kecil.
" Kenapa sayang? "
" Arshi pengen pipis mas... Nggak apa-apa kan kalau Ane antar Arshi ke kamar mandi dulu? Kalau ngga pipis sekarang, takut nya nanti ngompol... " Sahut Anelis tak enak hati.
" Hmmm... Mas tunggu di sini, kamu biar di antar Maxime sama Riden... " Sahut Marvell menunjuk kedua bodyguard kepercayaan nya.
" Putri daddy itu benar-benar merepotkan sekali... " Dengus Arsha setelah kepergian sang mommy dan kembarannya.
__ADS_1
" Hmmm... Dan dia juga kembaran mu boy " Marvell mengulas senyum saat mendapati wajah kesal sang putra. " Saat di perut mommy dulu, apa dia juga merepotkan kamu? "
" Yah... Dia sering menendangku. Mengesalkan sekali... " Sungut Arsha, bocah laki-laki itu memang bermulut tajam, namun hatinya? Entahlah.
" Hahaha... Kau sangat blak-blakan sekali boy... " Marvell tertawa puas, melihat putra nya itu, ia seperti berkaca, bagaimana dulu ia juga bersikap begitu dingin dan juga bermulut tajam.
Di tempat lain, Anelis masih setia menunggu sang putri kecilnya menyelesaikan buang air nya, cukup lama si cantik Arshi bersemedi di dalam sana, ternyata sudah sedari tadi gadis kecil itu menahan kencingnya.
" Sudah? "
" Shudah myh, lega sheukalli, hihihi... " Gadis kecil itu tertawa cengengesan tanpa rasa bersalah.
" Kamu lama sekali Shi, sebenarnya apa yang kamu lakukan di sana hah... Main dadu? " Sungut Arsha.
" Eundak lama kok, sheubentall aja. Asha na aja yang eundak shaballan... Iya kan myh... "
" Iya sayang... "
" Mam-mam-mam... Euhh... " Tak mau kalah, si kecil Arshell pun kini ikut berceloteh, bayi mungil itu tak henti menggerak-gerakkan jemari kecilnya ingin segera di gendong sang mommy, membuat Anelis sontak mengambil alih gendongan baby Arshell.
" Tuan, semuanya sudah siap... " Lapor salah satu bawahan Marvell.
__ADS_1
" Sudah, sekarang kita harus berangkat... "
" Yeay... Ashik asik asik... Ashi mau naik shawat... "
Dengan arahan dari pekerja bandara, mereka pun mulai melangkah menuju gate keberangkatan, tak ada prosedur pengecekan, karena semua telah di urus oleh asisten Willy dengan bersih.
" Woahhh... Itu shawat na Ashi myh... Beushall sheukalli... " Celetuk Arshi begitu menatap pada gagahnya jet pribadi yang akan di tungganginya.
" Mas... Mas pegangin Arshi, takutnya dia ngga mau diem... " Peringat Anelis pada sang suami begitu mendekati badan pesawat.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Sudah mendekati akhir cerita ya
Di puas-puasin baca nya, wkwkwk
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1