
°°°~Happy Reading~°°°
" Ini... Apa mas? " Anelis menatap bingung pada sebuah kartu berwarna hitam pekat yang kini ada di genggaman nya.
" Kamu gunakan itu untuk membeli semua keperluan mu, belanja atau apapun itu terserah padamu, itu milikmu... " Sahut Marvell sembari menyeruput kopinya.
" Tapi... Emmm... " Anelis bingung bagaimana harus berucap.
" Kenapa? "
" Emmm... Itu... Ane tak tahu bagaimana cara menggunakan nya mas... "
Marvell mendelik menatap tak percaya pada Anelis " Benar-benar tidak bisa? "
Sontak saja Anelis langsung tersipu malu dengan tatapan intens dari suaminya itu.
" I-iya mas... bisakah mas berikan Ane uang tunai saja... Emmm... Lima puluh ribu saja sudah cukup, jaga-jaga kalau nanti anak-anak minta jajan... " Sahut Anelis tak enak hati.
Marvell di buat melongo mendengar penuturan dari istrinya itu, bayangkan saja, di jaman yang serba canggih ini, bisa dapat apa hanya dengan uang lima puluh ribu?
Ia menghela nafas dalam-dalam, sebelum akhirnya mengeluarkan dompetnya yang terlihat di penuhi dengan kartu kredit tanpa batas, lalu di ambilnya semua uang dari dalam dompet itu sampai tak tersisa.
" Aku hanya ada sedikit uang cash, hanya satu juta... " Marvell langsung memberikan lembaran uang itu pada Anelis.
" I-ini terlalu banyak mas, emmm... "
Marvell tak menggubris.
" Will, apa kau bawa uang cash lagi? " Marvell beralih menatap Willy.
" U-untuk apa mas... Ini... Ini sudah lebih dari cukup... " Sahut Anelis sembari memperlihatkan deretan uang kertas yang ada di genggaman nya.
" Untuk jaga-jaga... " Marvell memberikan 20 lembar uang pecahan ratusan ribu yang di dapatkan nya dari Willy.
__ADS_1
" Tapi mas... "
" Sudah... Jangan membantah... " Ancamnya.
" Kalau begitu, ini Ane kembalikan saja mas... " Anelis menyodorkan kartu hitam pekat itu pada sang suami.
" Kamu simpan saja... "
" Okay... come on my twins... Kita berangkat ke sekolah baru kalian... "
" Kummon... Kita beulangkat sheukalang, Les Go... "
🍁🍁🍁
Setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai juga di Royal School, salah satu sekolah preschool paling elit di kota itu, murid-muridnya pun kebanyakan berasal dari kalangan elit dan berada, bahkan untuk biaya perbulannya saja bisa mencapai harga satu motor sport keluaran terbaru.
" Belajar yang rajin ya my twins... "
" Shiap daddy... Tapi daddy juda jangan lupa shama hadiah na Ashi ya... Esh kim tobelli shama cucu tobelli na shepuluh-shepuluh, eundak boleh kullang... " Arshi mengingatkan.
" Tidak usah dad, Arsha belum kepikiran ingin minta apa... "
" Oke... Kalau ingin sesuatu bilang sama daddy ya... "
" Ya sudah, kalian baik-baik ya sama mommy, daddy kerja dulu... " Marvell mengecup kening kedua buah hatinya itu bergantian, sebelum akhirnya pandangannya jatuh pada Anelis yang kini terlihat semakin cantik meski dengan riasan tipis.
" Aku pergi... " Pamit nya, lalu ia membalik badan hendak memasuki mobil nya.
" Mas... " Suara merdu itu seketika berhasil menahan langkah kaki Marvell.
" Ya... "
Anelis mengulur tangannya, membuat Marvell tercengang, apa uang yang di berikan nya tadi pagi masih kurang?
__ADS_1
" Aku tak memiliki uang cash lagi, nanti aku akan suruh Willy..."
" B-bukan begitu mas... " Anelis membuang wajah nya yang mulai memerah malu.
" Apa? "
" Cium... "
Belum selesai Anelis dengan perkataannya, Marvell langsung bergerak cepat merengkuh tubuh itu lalu memberikan kec*pan hangat di kening istrinya, kec*pan yang sama yang tadi ia berikan untuk kedua buah hatinya, mungkin istrinya itu ingin di perlakukan sama dengan anak-anaknya, pikirnya.
Serangan mendadak itu sontak membuat Anelis kalang kabut, malu bukan main, terkejut apalagi, bukan itu yang di maksud istri mu wahai tuan muda...
" A...apa yang mas lakukan, di sini ada anak-anak mas... " Di liriknya kedua buah hatinya yang kini jadi penonton adegan kilat itu, Arsha tetap dengan wajah datarnya, sedang si mungil Arshi tampak senyum-senyum ngga jelas.
" Tadi kamu bilang cium... "
" Buk-bukan itu yang Ane maksud mas... " Haduh... Semakin memerah saja wajah Anelis.
" Apa? "
" Maksud Ane... cium tangan mas... " Lirihnya sembari menahan malu.
Seketika itu, Marvell bagai terhempas ke dasar jurang yang terdalam. shhht... Sial, kenapa refleks tubuhnya begitu cepat hanya mendengar kata cium saja?
" Ahhh... Iya... " Di raihnya tangan Anelis, lalu mengecupnya lembut.
" K-kenapa mas nyium tangan Ane... " Semakin malu saja Anelis dengan tingkah absurd suaminya.
" Kamu bilang kenapa? Bukankah kamu yang memintanya? " Ternyata kesabaran sang tuan muda mulai di uji.
" Maksudnya... Ane yang cium tangan mas Marvell... " Sahut Anelis sedikit kesal karena suaminya yang tidak peka.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Si gemoy Arshi berceloteh
" Assamikum... Hallo shemua, peulkenalkan nama aku Ashi Alila... Ashi mau kashih tahu pala lidels kalau othol na lagi tatit, jadi keumalin-keumalin eundak bisha update, kata otol, otol na minta doa ya, doa in kakak otol na ceupet shembuh. kalau udah shembuh nanti bial bisha update lagi. kalau kaka otol na eundak update-update, nanti Ashi tubitin otol shupaya otol na kapok, hihihi... By by shemua... "