
°°°~Happy Reading~°°°
Tak sampai setengah jam, akhirnya mereka tiba juga di Eiffel tower, salah satu bangunan paling ikonik yang ada di kota Paris, Prancis.
Suasana kala itu tampak ramai, banyak wisatawan yang wara-wiri menikmati semilir angin kota Paris yang begitu menyejukkan di tengah musim gugur yang hampir selesai.
" Wuahhh... Beushall shekalli... Shepeulti lashasha ya Molla... " Bola mata gadis kecil itu tampak berbinar, kepalanya tak henti mendongak menatap pada puncak menara Eiffel yang menjulang tinggi bagai menembus awan.
" Huum Ashi, beushall shekalli... Kellen... " Maura tak kalah terpana, bola mata berwarna biru itu bahkan kini berbinar indah.
" Dasar norak. Tutup mulut kalian atau kota Paris akan segera banjir karena air liur kalian... " Tak ada sedikitpun dari kata-kata Arsha yang menunjukkan kelembutan, begitu pedas dan menusuk hati jika di dengar.
" Ihhh... Asha tellewet shekalli... Ashi endak ilellan... Itu dedek Acell yang shuka kashih mainan Ashi liul na... " Sungut si kecil Arshi tak terima, sedang sang terdakwa kini tampak santai-santai saja sembari menyedot susu nya dengan nikmat.
" Sudah dong sayang... Kalau kalian bertengkar terus nanti kita ngga jadi naik ke menara Eiffel nya loh... "
" Endak mau... Ashi mau naik... Ashi mau naik, ya mommyh... Mommyh tantik na Ashi yang tomel... Boleh ya myh... " Gadis kecil itu merajuk, bergelayut manja di tubuh Anelis tanpa rasa malu, mengedip-ngedipkan kelopak matanya hingga menciptakan wajah imut nan menggemaskan, membuat Anelis pun luluh seketika itu juga.
" You are real drama queen, girl... " Seloroh Marvell sembari menatap tak percaya pada sang gadis kecilnya. ( Kamu ratu drama sejati, girl )
" Itu anakmu, daddy... " Timpal Arsha jengah dengan tingkah manja sang kembaran.
" Dia juga kembaran mu boy!!! " Balas Marvell telak, membuat Arsha hanya bisa mendesis kesal.
__ADS_1
" Apa kalau di rumah mereka seperti ini An? " Sahut Hanna sembari menatap tak percaya pada perdebatan sengit itu.
" Iya Han... Tiada hari tanpa perdebatan, mereka selalu rusuh. Tidak bapak tidak anak, mereka sama saja Han, malah bapaknya lebih parah... " Lirih Anelis terkekeh kecil.
" Ahaha... Ternyata tidak jauh beda ya An... " Hanna ikut terkekeh.
" Terus baby boy ini gimana, ikut rusuh ngga nanti... " Sambung Hanna sembari menjembel pipi chubby baby Arshell yang asik meminum susu nya di atas stroller.
" Kalau ini masih menggemaskan, belum kelihatan kerusuhan nya, nggak tau nanti... " Dan tawa kedua wanita itu saling bersahutan.
🍁🍁🍁
Puas dengan perdebatan sengit itu, kini mereka mulai menyingkir ke area dalam menara Eiffel.
Sebuah lift kini mulai merangkak menaiki bangunan berbahan dasar besi itu, meniti ketinggian di tengah hembusan angin yang menyejukkan.
" Sayang... Kenapa, hmmm... "
" Tatut myh... Ashi tatut, hwa... " Tangis si kecil Arshi mulai membahana, membuat ruangan kecil itu seketika riuh akan tangisan.
" Cup cup... Kenapa sayang? Takut apa, hmmm... "
" Ashi mau tullun, Ashi endak mau naik ke atash... Ashi mau tullun myh... " Pinta gadis kecil itu ketakutan.
__ADS_1
" Ashi dangan takut, kan ada Molla... " Gadis kecil itu berusaha menenangkan sang sahabat, namun Arshi masih saja tak berkutik karena rasa takut nya yang semakin membuncah.
" Endak mahu, Ashi mau tullun... Ashi mau tullun, hwa... "
" Kenapa sayang? " Sahut Marvell ingin tahu.
" Sepertinya Arshi takut ketinggian mas... " Sahut Anelis sembari merengkuh gadis kecil itu dengan satu tangan, sedang tangan yang lain kini tengah menggendong baby Arshell dalam dekapannya.
" Girl... It's oke. Lihatlah, pemandangan nya bagus, kau tak ingin melihatnya? "
" Endak mau, Ashi mau tullun daddy, hwa... "
" Sini, daddy gendong... "
Gadis kecil itu menurut, perlahan ia mendekat pada sang daddy dan naik ke dalam gendongannya.
" Ashi takut daddy, Ashi mau tullun, hiks... " Lirih si kecil Arshi sembari menyusupkan wajahnya di bahu kekar sang daddy.
" Its ok girl... Ada daddy, hmmm... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕