
°°°~Happy Reading~°°°
Sepasang pengantin baru itu tengah menyambut para tamu undangan, Anelis yang tak tahu banyak mengenai figur para tamu yang kebanyakan pejabat dan pengusaha itu hanya menyapa dengan seulas senyum tipis. Sungguh, ia masih merasa kikuk saat harus berdampingan dengan sosok yang masih terasa asing baginya.
Baru saja menyapa beberapa tamu, terlihat Arshi yang sudah berlari kencang menghampiri pasangan pengantin itu, di belakangnya terlihat si dingin Arsha yang kini tengah berjalan dengan gaya stay cool nya.
" Daddy... Ashi mau gendong... Ashi mau gendong... " Arshi meronta sembari mengulurkan tangannya ke atas ingin di gendong sang daddy
" Sayang... Ngga boleh nakal ya nak... Arshi ngga malu di lihatin banyak orang itu? " Anelis memperingatkan, ia jadi sungkan jika nanti sampai putrinya itu kembali berulah dengan kemanjaan nya.
" Eundak... Ashi eundak mallu, Ashi kan mashih keucil, jadi eundak puna mallu myh... "
Haduh, kalau seperti ini mana bisa mencegah tingkah manja si kecil Arshi.
" Nanti mommy beliin susu stroberi yang banyak buat Arshi, tapi ngga boleh nakal ya sayang... " Bujuk Anelis.
" Eundak mahu, Ashi udah eundak shuka cucu tobelli, Ashi mau na di gendong shama daddy aja myh... Hiks... " Arshi mulai mengeluarkan jurus ngambeknya, ia menangis lirih, bahkan air mata itu sudah menerobos dari bola matanya.
Tak ingin putri kecilnya larut dalam kesedihan, Marvell segera menyaut tubuh mungil itu, menggendongnya tanpa perduli pada pandangan para tamu undangan, yang terpenting saat ini adalah kebahagiaan kedua buah hatinya, ia tak ingin lagi mengecewakan mereka untuk yang kesekian kalinya.
" Emmm... Maafkan saya karena tak bisa membujuk Arshi. apa tak apa jika saat ini anda menggendong nya... " Di tatapnya Arshi yang sudah ada di gendongan Marvell. Sungguh, Anelis merasa tak enak hati, apalagi disana masih bertabur para tamu undangan, ia khawatir, kejadian itu akan merusak citra sang tuan muda yang kini telah resmi menjadi suaminya.
" Tak apa... Aku malah senang jika putriku ingin bersamaku... " Timpal Marvell sembari mengecup gemas pipi chubby Arshi.
" Arsha mau di gendong daddy sekalian? " Tawar Marvell saat melihat putranya kini mulai mendekat ke arahnya.
" Tidak usah dad, Arsha kan udah besar... " Sindir Arsha pada kembarannya, lalu ia mendekati Anelis dan mengulurkan tangannya, dari pada di gendongan sang daddy, ia lebih memilih berpegangan pada jemari cantik mommy nya.
Arshi yang merasa di ledek pun tak tinggal diam.
" Ashi juda udah beushall, Ashi minta gendong shama daddy kan galla-galla kaki na Ashi udah cape beuldilli Asha... "
Sewot Arshi, lalu mengalihkan pandangannya pada sang daddy yang masih setia menggendong nya " Ashi boleh minta gendong daddy kan... " Sahut Arshi dengan wajah yang di buat seimut mungkin.
" Tentu girl... "
Jawaban Marvell sontak membuat Arshi merasa di atas awan, ia kembali menatap Arsha, lalu menjulurkan lidahnya penuh dengan kemenangan.
__ADS_1
" Blebleble... Ashi di gendong daddy... "
" Widih... Keluarga bahagia lagi kumpul nih... " Seloroh David yang berhasil membuat keluarga baru itu seketika menatap ke arahnya.
" Hey Vell... Congrate ya bro, I never thought you would get ahead of me " sindir Mark, tangannya mengulur menyalami Marvell, sedang lengan kirinya masih setia di gelayuti oleh sang kekasih.
( Hey Vell... Selamat ya bro, aku tak pernah menyangka kau akan mendahului ku)
" Ck... I'm the winner, right? " Marvell membalas uluran tangan Mark, sedang sebelah tangannya masih setia menggendong si mungil Arshi yang tampak bingung dengan percakapan itu.
" Shit... Are you proud of that? damn it " Decak Mark karena merasa telah di tikung dengan kabar pernikahan dadakan Marvell.
( Shit... Apa kamu bangga dengan itu? Sialan... )
" Bee, come on. This is their happy day... " Clarissa menepuk halus lengan kekasihnya agar berhenti dengan perdebatan itu. Dan benar saja6, setelah mendapat ultimatum yang mendapat ultimatum itu seketika tak berkutik, hanya menyisakan seringai getir.
( Bee, ayolah. Ini hari bahagia merek... )
" Hey Vell, Congrate on your marriage. Wish you all the best for you and your little family.. "
" Thank you Clare... "
" Kau tak ingin memperkenalkan pengantin wanitamu padaku? " Sahut Clarissa lalu beralih menatap Anelis yang hanya menyunggingkan senyum tipis.
" Hai... Aku Clarissa, panggil aja Clare. senang bertemu dengan mu An. Bisakah kita berteman? " Clarissa mengulurkan tangannya, yang langsung di sambut oleh Anelis.
" Emmm ... Iya... senang bisa bertemu dengan mu juga Clare, tentu saja kita bisa berteman... "
" Yah... Nanti setelah ini kita ngobrol, aku ingin tahu bagaimana cara kamu bisa melunakkan es balok paling dingin ini... " Celetuk Clarissa yang hanya di balas Anelis dengan senyuman canggung.
" Hey, we forgot these two kids. are they really your children, Vell? wow..you're really agile " Sahut Mark sembari menjembel pipi chubby Arshi, membuat gadis mungil itu seketika mengerang.
( hei, kita melupakan dua anak ini. apa mereka benar-benar anakmu, Vell? wow..kau benar-benar gesit )
" Euhhh... Tatit om, kallo om allien tubit pipi Ashi lagi, nanti pipi Ashi tambah beushall, Ashi eundak mau, nanti beulat bawa na... " Arshi memanyunkan bibirnya gemas.
Seketika mereka tergelak, celotehan Arshi yang mereka dengar saat ini benar-benar menghibur mereka. Tapi, tunggu...
__ADS_1
" Om allien? Om allien siapa girl? " Selidik Marvell.
" Ihhh... Itu loh daddy... Om yang tadi tubit pipi na Ashi sheumbalangan... "
Marvell mengerutkan keningnya
" Kenapa kamu panggil dia om Allien? "
" Kallena ngomong na eundak kelas, kaya Allien, bla bla bla bla, Ashi kan jadi eundak ngeulti om Allien na lagi ngomong apa, hihihi... "
" Hahaha... Astaga, putrimu sangat lucu Vell...Hahaha... " David yang sedari tadi bungkam kini tak mampu lagi menahan tawanya.
" Shit... " Mark berdecak, ia tak tahu harus bagaimana membalas tawa jahat sahabatnya itu.
" Ihhh... Om icik jangan keulas-keulas ketawa na, nanti olang-olang pada mabok... "
Hah... Om icik siapa lagi ini Arshi.
" Om icik siapa lagi girl? " Marvell mulai pusing dengan tingkah menggemaskan putrinya.
" Om itu daddy, dalli tadi om icik eundak mau diem, pas bilang shah-shah na beulishik shekalli, Ashi kan jadi mabok... "
" Hahahaha... Apa kau dengar itu Vid, bahkan kau lebih buruk dariku... " Balas Mark yang sudah tak mampu menahan tawanya lagi.
" Kampret lu Mark... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maap, dikit, hehehe
Jangan lupa like nya dong chingu
Happy Reading
Saranghaja💕💕💕
__ADS_1