
°°°~Happy Reading~°°°
" Mommy... Ashi kangen mommy... Mommy shama daddy pulang na kapan... Ashi mau bobo shama mommy shama daddy aja... Ashi eundak mahu bobo shama gland pa lagi... Gland pa ngollok tidull na... " Terlihat wajah muram si kecil Arshi di layar handphone milik Anelis.
" Sabar ya sayang... Insyaallah mommy sama daddy pulang secepatnya... Arshi mau mommy bawain apa sayang... "
" Ashi mau dedek bayi... Apa dedek bayi na udah jadi? Ashi mahu lihat dedek bayi na sheukallang myh... " Sahut Arshi antusias, bahkan kini wajah gadis kecil itu semakin memenuhi layar handphone Anelis.
Anelis membelalakkan bola matanya.
" Dedek bayi apa sayang... "
" Kata glanny, mommy shama daddy naik shawat mau buat dedek bayi, dedek bayi na Ashi udah jadi kan myh... "
Anelis termangu, ia melirik suaminya itu dengan tatapan yang tak terbaca, membuat Marvell akhirnya mengambil alih panggilan itu.
" Hi girl... " Sapa Marvell pada putri kecilnya itu dengan suara lirih, ya... tadi ia habis muntah sebelum akhirnya mendapatkan telpon dari rumah.
" Daddy... "
" Daddy kapan pulang na... Ashi mau di gendong shama daddy... "
" Iya... Sebentar ya sayang... nanti daddy pulang kok... "
" Arsha dimana sayang... Kok tidak kelihatan? " Sambung Marvell.
" Asha lagi shama glandpa... Melleka sheukallang lagi manting ikan beushall di beullakang... Ini Ashi lagi shama glanny... "
Arshi menyondongkan kamera handphone nya ke arah sang granny, mempersilahkan granny nya itu untuk mengambil alih panggilan nya.
" Heh... Bocah tengik... Cucu mama udah jadi belum... Awas aja kalo pulang-pulang nggak bawa hasil, habis kamu sama mama... "
__ADS_1
" Buat aja belum, di tanyain gitu... " Sungut Marvell kesal.
" Apa!!! Terus semalem kalian ngapain aja Vell... Main dadu... "
" Mas Marvell lagi sakit ma... Seharian mual muntah terus... "
" Kamu sakit apa Vell... Dari kecil kayanya kamu tahan banting deh... Di banting ke kasur aja masih hidup sampai sekarang... "
" Astaghfirullah ma... Kalau ngomong jangan asal ceplas-ceplos kenapa sih ma... Itu ada anakku di samping mama... Marvell nggak mau ya, kalau mereka sampai jadi absurd kaya mama... " Ancam Marvell.
" Ngga ada... Dia udah kabur nyusul grandpa nya... "
" Jawab dulu pertanyaan mama... Kamu sakit apa... "
" Hanya kecapean aja ma... "
" Ya Allah... Kamu sebenarnya anak mama bukan sih Vell... Mama curiga kamu ketukar waktu mama ngelahirin kamu deh... Masa belum apa-apa udah capek duluan... "
" Eitsss... Jangan gitu dong sayang nya mama... Masa gitu aja ngambek sih anak mama yang paling ganteng ini... "
Marvell memutar bola matanya malas.
🍁🍁🍁
Hari hari berlalu, keadaan Marvell masih tetap sama, meski obat yang di resepkan dokter bisa sedikit mengurai rasa mual nya, namun tak dapat di pungkiri mual itu masih sering datang di waktu-waktu tertentu yang tak mereka mengerti, membuat mereka hanya bisa berdiam diri di villa sehari-hari nya, rencana jalan-jalan dan menjelajah kota Bali pun batal seketika.
Hingga akhirnya, mereka memutuskan untuk memangkas jadwal liburan mereka demi kesehatan Marvell, dan malam ini, adalah malam terakhir mereka di kota Bali.
" Sayang... " Marvell mulai merajuk.
" Iya mas... "
__ADS_1
" Masa kita di sini nggak ngelakuin apa-apa sih sayang... Padahal sebelum pesta aku udah lembur berhari-hari agar bisa izin cuti nya lama... Masa ini malah dapet zonk... "
" Mas kan masih sakit... Jadi itu nya tunda dulu sampai mas sembuh ya... "
" Sayang... Besok kan kita udah pulang, kalau sampai aku masih ngga bisa hamilin kamu, bisa habis aku sama mama sayang... "
Anelis menghela nafas dalam.
" Ane sih mau-mau aja mas... tapi Ane mikirin kesehatan mas, apa mas beneran nggak apa-apa? "
" Iya sayang... Mas nggak apa-apa kok... Mas udah sehat wal aafiyat, alat tempur juga sudah ready ini sayang... "
" Beneran... " Anelis berusaha memastikan.
" Iya sayang... "
" Serius... " Anelis masih meragu.
" Astaghfirullah... Jangan tanya mulu deh Yang... Mas udah nggak kuat nih... "
Dan di malam terakhir di kota Bali, akhirnya kini tercipta malam yang syahdu, malam dimana berhasil menyatukan keduanya dalam dekapan hangat, saling beradu peluh dan erang*n, mereka begitu menikmati malam terakhir mereka di kota Bali dengan penuh cinta dan kasih sayang.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maap rada telat ya, hehehe
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1