
°°°~Happy Reading~°°°
Pagi mulai menyingsing, si kecil Arshi kini sudah selesai dengan penampilan nya, gadis kecil itu tampak begitu antusias menyambut pagi di tanah kelahiran sang daddy.
" Mommyh, teupetan myh... Ashi udah nggak shaball mau jalan-jalan di shullga, huuh... " Gadis kecil itu mulai menghentak-hentakkan kakinya, badannya mulai meliuk-liuk akibat tak di respon sang mommy yang masih sibuk menyiapkan keperluan baby Arshell.
" Iya sayang... Sabar dong cantiknya mommy... "
" Dedek Acell lamma sheukalli... Shuka lliweh kalau ganti baju, huuh... Sheball sheball sheball... " Sungut si kecil Arshi tak sabar.
" Babababababa... " Tak mau kalah, bayi mungil itu pun membalas omelan sang kakak dengan celotehannya.
" Iya cantik, ini udah selesai kok sayang... Sekarang kamu panggil daddy sama Arsha ya... "
Dengan perut buncitnya, gadis kecil itu pun mulai melenggang ke arah ruang tv, terlihat disana Arsha yang tengah membaca buku dengan daddy nya yang sibuk bermain tablet, sepertinya laki-laki itu tetap menghandle pekerjaannya meskipun tengah berlibur sekalipun.
" Daddy... Asha... Mommy shama dedek Acell udah shelesai... Ayo beullangkat sheukallang, teupat teupat teupat... " Gadis kecil itu mengkomando daddy dan kembaran nya agar bergerak cepat, kedua laki-laki itu pun saling pandang, lalu kompak menggeleng-gelengkan kepalanya, mereka hanya bisa mendengus kesal melihat kecerewetan Arshi yang semakin hari semakin menjadi.
__ADS_1
Selesai dengan berbagai persiapan, akhirnya keluarga kecil itu pun siap dengan liburannya.
Pintu apartemen itu pun terbuka, berbarengan dengan pintu apartemen sebelah yang mulai membuka lebar. Si kecil Arshi tampak mengernyit saat menatap pada sosok kecil yang kini berangsur keluar dari apartemen nya.
Gadis kecil itu menajamkan penglihatan nya, sontak saja ia memekik girang saat mendapati sosok mungil itu benar-benar sahabat nya, Maura.
" Molla... " Si kecil Arshi langsung lari terbirit mendekati keberadaan sang sahabat, gadis kecil itu bahkan merengkuh sahabat baiknya itu dengan erat.
" Molla... Molla kok di shini... " Sahut Arshi girang bukan main.
Gadis kecil itu tampak berfikir keras.
" Huum, kata na daddy Ashi Ashi libullan na ke shulga kok. Bellalti ini eundak di shullga ya... "
" Hallo tuan David... Kebetulan sekali kita bisa bertemu di sini... "
Kedatangan Marvell sontak saja memutus obrolan mengasikkan kedua gadis kecil itu, laki-laki itu terlihat mengulurkan tangannya bersalaman dengan David, calon besan incarannya.
__ADS_1
" Hallo tuan Marvell, rupanya anda juga berlibur ke Paris ya... "
" Eh bien... il semble que nous soyons en effet appariés, Mr. David. Alors, devrions-nous tous nous engager ici, hahaha... " (Yah... Sepertinya kita memang berjodoh tuan David... Jadi, apa perlu kita sekalian melakukan pertunangan di sini, hahaha... )
Gelak tawa seketika memenuhi seisi lorong apartemen. Namun tawa itu tak berangsur lama saat Marvell menatap pada wajah sang putra yang terlihat nyalang seolah tengah mengibarkan bendera peperangan.
Sial... Marvell sampai lupa kalau putranya itu kini sudah mahir berbahasa Prancis.
" Daddy, ta blague n'est pas drôle " ( Daddy, bercandamu tidak lucu ) Sungut Arsha kesal, bocah laki-laki itu tau betul apa maksud dari perkataan dari daddy nya itu.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading yuhu
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1