Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Asha... Shuttop...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Jejak kaki itu mulai tercetak jelas saat si kecil Arshi mulai melangkahkan kakinya menyusuri jalanan yang sudah di selimuti salju tebal, tawa senantiasa menyungging di bibir nya kala mendapati butiran salju itu mulai menerpa rambut pirangnya yang ia biarkan tergerai indah di sapu angin.


Kaki mungilnya mulai menari-nari di bawah guyuran salju yang tiada henti menerpa, gadis kecil itu begitu menikmati suasana dingin yang terasa begitu hangat di tengah keluarga yang selalu menemani nya tanpa henti.


Tangannya kemudian mengulur pada tumpukan salju yang mulai menggunung, mengumpulkan nya, lalu membentuknya seperti boneka ollaf kesukaannya.


" Yippy... Ashi puna Ollafh ashulli... Ashi hebat, shepeulti incesh Elsha, hahaha... " Sahut Arshi menatap bangga pada ollaf ciptaan nya.


Hingga akhirnya...


Bugh....


Boneka ciptaannya itu seketika runtuh saat segumpal salju itu berhasil menghujam nya dengan kuat, membuat Arshi seketika itu memekik tajam.


" Ollafh na Ashi... "


Bola matanya langsung melirik menatap pada sumber kegaduhan, terlihat Arsha dengan wajah tanpa dosanya tengah melempari ollaf ciptaan nya itu hingga membabi buta, membuat gadis kecil itu pun meradang.


" Asha... Shuttop... Dangan shakitiin ollafh na Ashi... " Gadis kecil itu memeluk Ollaf yang sudah tidak berbentuk itu dengan tangis yang mulai berderai, namun tak membuat sang pelaku berhenti begitu saja, bocah laki-laki tetap melemparinya hingga membabi buta, membuat gadis kecil itu pun semakin menangis histeris.


" Hwa... Mommy... Asha na nakal... Ollafh na Ashi jadi dullek... " Tangis Arshi membahana, memaksanya Marvell untuk turun tangan.


" Ohh... My girl, don't cry my sweety... " Sahut Marvell mencoba menenangkan sang putri.


" Asha dahat daddy, Asha pukul-pukul Ollafh shampe tangan na Ollafh buntung, hiks... " Adu si kecil Arshi dengan air mata yang masih setia berderai.

__ADS_1


" Don't worry girl... Lihat, kau bisa membalasnya... " Marvell mengepal-ngepal salju di tangannya hingga membentuk gumpalan kecil, di sodorkan nya gumpalan salju itu pada sang putri.


" Balas kembaran mu itu girl... Kalau kau menang, daddy will give you a reward... "


" Mau mainan shupulluh, sruk... " Gadis kecil itu menyedot ingusnya yang sudah setengah keluar, terasa sedikit dingin, untung tak sampai membeku.


" No, tiga sudah cukup... " Sahut Marvell, membuat gadis kecil itu pun mengangguk, di ambilnya gumpalan salju itu dari tangan sang daddy, mengarahkan nya pada sasarannya, lalu melemparnya dengan sekuat tenaga.


Bugh...


Berhasil, gumpalan salju itu mengenai badan Arsha, membuat gadis kecil itu pun sontak memekik girang, bangga dengan bidikannya yang tepat sasaran.


" Yeay... Ashi meunnang... Asha kallah, Asha tupu, bleeee... " Gadis kecil itu menjulurkan lidahnya mengolok sang kembaran, membuat Arsha pun meradang dan kembali melemparkan segumpal salju itu ke arah Arshi.


Bugh...


" Hwa... Mommy... "


Anelis yang tengah menggendong baby Arshell pun seketika mendekat, tangannya mengulur mengusap wajah sang putri yang penuh akan salju.


" Tidak apa-apa sayang, jangan nangis dong cantiknya mommy... " Sahut Anelis menenangkan, walau sebetulnya ia sendiri khawatir jika salju itu sampai masuk ke dalam mata dan hidung sang putri, namun ia berusaha untuk tetap tenang.


" Tapi Asha nakal, lempall muka na Ashi shama shoju... " Adu Arshi tak terima.


" Arsha tidak sengaja sayang, kan Arsha sayang sama Arshi, tidak mungkin Arsha sengaja lempar muka nya Arshi, iya kan? " Sahut Anelis memberikan pengertian pada sang putri, sedang Marvell, laki-laki itu terlihat menegur sang putra.


" Be carefull boy... Jangan sampai terkena wajah kembaran mu, okey... "

__ADS_1


" Okey dad... "


" Okey my twins, pertandingan belum selesai, yang menang akan dapat reward dari daddy... " Membuat Anelis seketika itu mendelik, bagaimana suaminya itu menarungkan kedua buah hatinya yang memang tak pernah akur itu?


" Mas... "


" Tidak apa-apa sayang, calm down... "


Dan ucapan Marvell sontak memantik Arshi untuk kembali berjuang memperebutkan hadiah nya, gadis kecil itu mengumpulkan salju sebanyak-banyaknya, lalu mulai mengepal-ngepalkannya menyiapkan amunisi.


Tak mau kalah, Arsha pun kini mulai mengumpulkan amunisi nya, bocah laki-laki itu bahkan kini membangun benteng yang tebal untuk melindungi dirinya dari serangan Arshi yang mulai membabi buta.


Dan, pertarungan pun di mulai, kedua bocah itu saling melempari satu sama lain dengan gumpalan salju tanpa henti, membuat kedua orang tua itupun menyunggingkan senyum, terhibur akan tingkah kedua buah hati mereka.


" Kamu harus tanggung jawab kalau sampai mereka sakit, mas... " Canda Anelis dengan kekehan nya.


" Apapun untuk mu sayang... " Marvell mendekatkan wajahnya pada sang istri, semakin dekat, semakin dekat, hingga akhirnya.


Bugh...


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Double update for today yah


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2