
°°°~Happy Reading~°°°
Setelah mendapat pengertian dari sang daddy, akhirnya kedua bocah itu pun berangsur tenang, namun tiba-tiba saja bola mata Arshi tampak mengerjap menatap aneh pada benda yang bergerak-gerak sendiri menyusuri ruangan.
" Itu apa daddy... " Tunjuk Arshi pada benda bulat yang masih asik berkelana menyusuri ruangan Marvell.
Marvell mengikuti arah pandang Arshi.
" Itu pembersih debu girl... "
" Pembeulcih debu? " Arshi bermonolog.
" Kok bisha dalan-dalan sheundili daddy, pembeulcih debu na ada kaki na buat beuljalan sheundilli ya? "
Marvell hanya mengangguk, bagaimanapun ia tak tahu harus menjawab apa pertanyaan absurd dari putri kecilnya itu.
" Ashi mau main shama beulcih... " Arshi memaksa turun dari pangkuan daddy nya, tanpa permisi, gadis kecil itu langsung lari terbirit mengejar pembersih debu yang sudah menjauh dari jangkauan nya.
" Beulcih... Beulcih... Tunggu Ashi... " Arshi tertawa girang sembari bermain lari-larian dengan teman barunya yang tak bernyawa itu.
" Sepertinya dia punya mainan baru... " Marvell menatap tak percaya pada si kecil Arshi, bagaimana mungkin putri nya itu menganggap sebuah pembersih debu sebagai mainan?
" Apa tidak apa-apa mas, apa alat itu tidak akan rusak? " Anelis bergidik ngeri dengan tingkah putrinya yang memperlakukan alat mahal itu bagaikan mainan recehan, di angkat dan di putar-putar seenaknya.
" Tidak apa-apa, biarkan dia bersenang-senang dengan mainan barunya " Marvell tersenyum menatap putrinya yang duduk lesehan di atas lantai marmer itu.
" Emmm... Di sini daddy tidak memiliki mainan untuk mu boy... Apa ada yang kau inginkan? "
Arsha tampak menyapu seluruh isi ruangan, hingga pandangannya kini jatuh pada rak besar yang berisi deretan buku-buku yang berjajar rapih.
" Kau ingin membaca buku? " Sahut Marvell yang sadar dengan tatapan Arsha yang menelisik isi rak besarnya.
Arsha hanya mengangguk, rupanya bocah itu masih merasa tak enak hati atas apa yang sudah terjadi pagi tadi.
" Okay... Sini ikut daddy... "
__ADS_1
Marvell mengambil Arsha dari pangkuan Anelis, menggendongnya, membawanya mendekati rak buku milik nya.
" Kau pilihlah yang kau suka... "
Bola mata Arsha tampak berkelana mencari barang-barang incarannya, dan... " itu " Arsha menunjuk sebuah buku paling ujung, buku yang membahas tentang seputar bisnis dan saham perusahaan.
" Seriously? " Marvell menatap tak percaya.
Arsha mengangguk, terpaksa Marvell mengambilkannya, pikirnya mungkin si kecil Arsha hanya akan melihat-lihat gambarnya saja, jadi tak apa jika memberikan buku yang di peruntukkan untuk orang dewasa itu pada putranya.
Di saat Arsha tengah mulai dengan bacaannya, di sisi lain ada si kecil Arshi yang masih sibuk dengan mainan barunya, gadis kecil itu duduk di lantai sembari tangannya memegang alat pembersih debu itu hingga alat mungil itu diam tak bisa bergerak karena tertangkap olehnya.
" Yeayyy... Beulcih eundak bisa lalli-lalli ladi.... Beulcih teultangkap... Ashi beulhashil, holle... " Teriak si kecil Arshi girang.
Setengah jam berlalu, tapi kedua bocah kecil itu masih saja asik dengan mainan barunya, seolah tidak merasa bosan sedikitpun.
" Apa kau tak bosan boy... " Tanya Marvell yang seolah tak percaya bahwa putranya itu benar-benar membaca buku itu dengan teliti.
" Nggak daddy... Ini lebih seru dari buku-buku yang daddy kasih tempo hari "
Marvell hanya bisa menelan saliva nya dengan susah payah, bagaimana bisa putranya itu menyebut buku untuk orang dewasa itu lebih menyenangkan dari pada buku anak-anak pemberian nya?
Marvell menelisik buku itu lalu ia mengerutkan dahinya.
" Kau tahu siapa orang itu? " Selidik nya.
Arsha mengangguk.
" Ini daddy... " Sahut Arsha sembari merekahkan senyum manis nya.
" Kau ingin menjadi seperti daddy? " Tanya Marvell dengan nada tak percaya.
" Heem... Arsha ingin jadi seperti daddy... Punya perusahaan sendiri dan saham yang banyak... " Seloroh Arsha sembari menyunggingkan senyum polos khas anak-anak.
Marvell tersenyum bangga melihat tingkah polos putra nya yang seolah mengerti dengan apa yang di baca nya, apakah putranya itu adalah sosok yang jenius, entahlah, tapi yang pasti putranya itu berhasil melahap bacaan yang di peruntukkan untuk orang dewasa itu dengan mudah.
Tak berselang lama terlihat Willy yang berangsur memasuki ruangannya, ternyata Marvell sendiri lah yang memintanya untuk memasuki ruangannya.
__ADS_1
" Selamat siang tuan, anda mencari saya? " Sahut Willy sembari membungkukkan badannya.
" Kau cari tahu apa yang sebenarnya terjadi, dan bereskan sampah-sampah yang mengganggu " Titahnya telak tak ingin di bantah.
" Baik tuan... "
🍁🍁🍁
Di sebuah perusahaan yang cukup besar, kini tengah terjadi porak poranda yang tak dapat di elakkan lagi, semua investor tiba-tiba saja mengundurkan diri menarik semua investasi nya, keuangan perusahaan mendadak anjlok, harga saham tiba-tiba turun drastis, bahkan perusahaan kini telah kolaps dan hampir saja pailit.
Mendapati itu, sang pemilik perusahaan pun seketika kalang kabut, ia geram bukan main dengan kinerja bawahannya, bagaimana bisa perusahaan yang awalnya baik-baik saja kini mendadak dalam jurang kebangkrutan.
" Kalian benar-benar tidak becus, bagaimana semua investor kita tiba-tiba menarik semua investasi nya, hah... " Sentak tuan Marshall pada semua bawahannya.
Semua bawahnya pun tampak bungkam, wajahnya sudah memucat pasi, mereka tak mampu berbuat apapun kali ini, mereka hanya bisa menunduk pasrah.
Tuan Marshall menghela nafas berat, ia sudah tak mampu lagi bertindak apa-apa, mencari investor baru pun sampai detik ini tak menunjukkan hasil apa-apa.
Tiba-tiba saja, terlihat asisten nya kini berlari tergopoh-gopoh mendekat ke arahnya.
" Tuan, saya baru mendapat kabar bahwa CEO perusahaan De Enzo, tuan Marvell, mengundang anda untuk berkunjung "
Seketika itu, tuan Marshall terlonjak kaget dari kursinya.
" Benarkah? " Sahutnya seolah tak percaya.
" Benar tuan, kata sekretaris nya tadi, ada hal yang ingin di bicarakan tuan Marvell dengan anda. Namun... Tuan Marvell juga meminta Nyonya Anyelir untuk ikut dalam kunjungan anda kali ini... "
" Tak apa, aku akan ajak istriku, yang penting aku bisa menemuinya, mungkin saja beliau ingin menyuntikkan dananya ke perusahaan ku... Segera kau urus kunjunganku... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Misi-misi, Asha sama Ashi numpang lewat
Happy weekend
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕