Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Ihhhh... Mas Nyebelin...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Matahari telah bersinar terik di atas peraduannya, jarum jam bahkan sudah menunjukkan pukul 7 pagi yang artinya tersisa satu jam sebelum jadwal penerbangan. Namun lihatlah, bukannya telah siap dengan penampilan nya, suami dan ketiga anaknya itu malah sibuk dengan mimpi indahnya, membuat Anelis pun di landa gugup tak terkira.


" Mas... Bangun... "


" Mas... Bangun ih.... " Anelis masih berjuang membangunkan sang suami, menggoyang-goyangkan lengannya, namun usahanya tetap saja berbuah kegagalan, bukannya terbangun, Marvell malah semakin merapatkan selimutnya.


" Lima menit lagi sayang... " Rengek Marvell dengan bola mata yang masih saja terpejam.


" Mas... Ini udah jam 7, kemarin mas bilang jadwal penerbangan nya jam 8... Kalau mas tidur lagi, nanti telat gimana? " Anelis sudah mulai putus asa, ia pun tak berhasil membangunkan ketiga anaknya, semalam mereka memutuskan untuk begadang dengan bermain bersama baby Arshell yang tak mau di ajak tidur, hingga akhirnya pagi ini keempatnya pun susah untuk di bangunkan.


" Nanti mas suruh delay, kamu tenang aja... " Seloroh Marvell seenak jidatnya.


" Anak-anak juga nggak mau bangun, mas bangun dulu, bantuin Ane bangunin mereka... "


" Please lima menit lagi sayang... "


Sontak wanita itu beranjak dari ranjang, ia sudah sangat kesal dan putus asa, buliran bening itu pun seketika luruh dari bola matanya.


" Ya udah, terserah mas... " Sahut Anelis dengan nada bergetar, wanita itu langsung melesat memasuki kamar mandi dengan kekesalan yang membuncah, menangis disana dengan tangisan yang memilukan, entah mengapa ia sangat kesal sekali dengan sikap egois suaminya.


Dan tanpa ia sadari, tangan kekar itu kini melingkar di perut ramping nya, membelit tubuhnya posesif, merengkuhnya dalam kehangatan.

__ADS_1


" Maafin mas... " Satu kata terucap dari mulut Marvell, melihat sang istri kini terisak membuatnya merasa gagal menjadi suami yang terbaik bagi sang istri tercinta.


Marvell membalik tubuh sang istri yang memunggungi nya, menatap wajah Anelis yang basah bekas isaknya, di usapnya wajah itu dengan penuh kelembutan.


" Maafin mas, kamu kenapa menangis, hmmm.... "


" Mas susah di bangunin, anak-anak juga, Ane sebel... " Sahut Anelis dengan tangis yang kian lantang. Membuat Marvell seketika gemas dengan tingkah manja Anelis, ketika menangis, istrinya itu begitu mirip dengan gadis kecilnya, begitu imut dan mendamba untuk di lahap.


" Iya, maafin mas... Udah jangan nangis lagi dong sayangnya mas... " Laki-laki itu kembali merengkuh sang istri dengan dekapan erat, entah mengapa ia suka sekali jika melihat sang istri kembali merajuk seperti anak kecil.


" Ada syaratnya... " Ketus Anelis dengan sisa kekesalan yang masih bersarang dalam hatinya.


" Hmmm... Katakan... "


" Kalau mas kasih tau, tidak surprise dong sayang... "


" Ya udah, ngga jadi Ane maafin... " Anelis pura-pura kesal, ia melepaskan rengkuhan sang suami dengan sedikit kasar.


" Its oke... " Jawab Marvell dengan entengnya.


" Mas... " Bukannya berpura-pura marah, Anelis malah semakin merajuk.


Cup

__ADS_1


Marvell mencuri satu kecupan, dan itu membuat Anelis seketika tersentak tak percaya.


" Mas... "


Cup


" Mas ihhh... "


Cup...


Laki-laki itu seolah tak ada bosannya mengec*p bibir piech itu, bahkan jika bisa, ingin sekali ia memenjarakan wanita itu dalam dekapannya setiap saat.


" Ihhh... Mas nyebelin, dasar mesum... "


Merasa semakin tersudut, Anelis pun segera melarikan diri dari ruangan paling berbahaya itu, jika ia tak segera keluar dari sana, bisa-bisa acara liburan yang telah di rencanakan itu akan gagal hanya karena...


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Terimakasih untuk tetap membaca karya othor ini


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2