Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Menyambut Tamu Spesial


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Anelis berangsur memasuki ruang kerja sang suami seorang diri, hening yang hanya terasa, di kursi kepemimpinan itu duduk seorang laki-laki yang tampak begitu fokus dengan laptop di depannya sampai-sampai tak menyadari kedatangan nya.


" Mas... "


Mendengar suara halus yang terasa mendayu-dayu di telinganya, sontak saja Marvell mendongak, seketika itu ia mengembangkan senyumnya saat mendapati sang istri kini telah ada di hadapannya.


" Ya, sebentar... Kau duduklah dulu, aku akan segera menyelesaikan ini... "


Anelis pun duduk di sofa yang terletak di tengah-tengah ruang kerja suaminya itu, bingung harus melakukan apa, ia hanya memainkan bola matanya, meneliti sudut demi sudut ruang kerja sang suami yang terlihat begitu mewah itu.


Hingga pandangannya kini jatuh pada sosok Marvell yang tengah berkutat dengan laptopnya.


Tanpa sadar, senyum merekah di bibir piech nya, menatap suami yang tengah bekerja ternyata mengasikkan juga, bukankah suaminya itu terlihat sangat keren saat dalam mode serius seperti ini, ahhh... Memikirkan itu membuat Anelis jadi senyum-senyum sendiri tanpa sebab.


" Kenapa? "


" Hah... " Anelis terlonjak kaget saat tiba-tiba suaminya itu sudah berdiri di depannya.


" Kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? " Goda Marvell.


" Si-siapa yang senyum-senyum mas... " Anelis melempar pandang ke arah lain menjauhi tatapan tajam suaminya.


" Kamu... Ku lihat kamu tadi senyum-senyum sendiri, apa yang sedang kau pikirkan, hmmm... " Sembari duduk di samping Anelis, begitu dekat tanpa memberi jarak se inchi pun.


" Ti-tidak... Mas aja yang salah lihat " bibirnya mengerucut sebal karena ketahuan mencuri pandang, pipinya sudah merona, ia di buat salah tingkah dengan tingkah suaminya yang kini tengah menggodanya.


" Benarkah? "


" Mas... " Anelis merengek, ia tak ingin di goda lagi, ia tipikal wanita yang pemalu, di goda sedikit saja, pipinya akan langsung memerah bak kepiting rebus.


" Hahaha... Okey okey... " Marvell tergelak, membuat Anelis seketika mengerutkan dahinya, bukankah ini pertama kalinya ia melihat tawa lepas suaminya yang begitu langka itu, ternyata sangat manis dan suaminya itu terlihat semakin... Tampan.


" Kenapa? " Tanya Marvell saat mendapati wajah Anelis hanya melongo menatap ke arahnya.


" Ehmmm... Tidak apa-apa mas... " Lagi-lagi ia menunduk memutus tatapan intens suaminya.


" Oh ya... Ada apa mas menyuruh Ane ke sini? " Anelis berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

__ADS_1


" Nanti akan ada tamu spesial, aku ingin kamu juga menyambutnya... " Tangannya sibuk merapikan jas yang di kenakan nya, tamu itu begitu spesial sampai-sampai ia harus menyambutnya dengan sangat "BAIK".


" Siapa? "


" Tunggulah, sebentar lagi mereka akan sampai "


Dan di detik berikutnya...


Tok tok tok...


Terdengar pintu ruangannya di ketuk, tak berselang lama, terlihat Willy berangsur memasuki ruangannya.


" Selamat pagi tuan... tuan Marshall dan istrinya sudah tiba... " Lapor Willy setelah membungkukkan badannya hormat.


" Suruh masuk saja Will... "


Tuan Marshal pun memasuki ruangan megah itu dengan senyum secerah mentari, di susul oleh sang istri yang membuntuti di belakang punggungnya.


Awalnya Anelis hanya bisa menerka-nerka siapa sosok tamu spesial itu sampai-sampai sang suami memintanya untuk ikut menyambutnya, namun di detik berikutnya, seketika bola matanya melebar penuh, saat di dapati nya sosok wanita dengan tampilan glamour nya kini tengah berjalan ke arahnya, ya... Wanita itu, wanita yang tempo hari telah menamparnya dengan membabi buta dan memberikan kekerasan fisik pada kedua buah hatinya.


Suasana seketika berubah mencekam saat nyonya Anyelir kini mulai sadar akan posisi Anelis yang kini di rangkul mesra oleh CEO muda itu, pastilah Anelis adalah wanita milik CEO paling berpengaruh itu


" Selamat pagi tuan Marvell, saya merasa sangat terhormat bisa mendapatkan undangan dari anda untuk berkunjung ke perusahaan anda yang sangat mengagumkan ini... " Tuan Marshal yang belum menyadari perselisihan itu pun tampak berbinar bahagia saat memberikan salam hormat pada CEO paling berpengaruh itu.


" Silahkan duduk... " Sahut Marvell dengan nada tegas sembari tersenyum smirk.


" Ku dengar perusahaan mu tengah kolaps dan membutuhkan suntikan dana... " Sahut Marvell to the point, ya... Itu lah gayanya, ia tidak suka bertele-tele.


" Benar tuan, saya tidak mengerti pasti kenapa para investor saya tiba-tiba mencabut semua dana investasi nya, padahal sebelumnya perusahaan saya dalam keadaan baik dan tidak terlibat permasalahan apapun... " Tiba-tiba kalimat nya terpotong begitu saja.


" Kau yakin? " Senyum sinis terlihat jelas di bibir Marvell, membuat tuan Marshall di buat bingung sendiri, apa maksud dari laki-laki di depannya itu.


" Kau tak berniat menanyakan itu pada istrimu, hmmm... " Marvell menaikkan satu alisnya.


Apa yang di takutkan nyonya Anyelir sedari tadi akhirnya terjadi juga, tangannya semakin dingin, keringat bercucuran di telapak tangan dan kening nya, apa yang akan terjadi jika sampai suaminya ini tahu bahwa semua kekacauan ini adalah hasil dari perbuatannya.


Mati aku...


Anelis tak kalah terkejut, Apakah suaminya kini ingin membalas dendam atas kejadian kemarin, tapi... Bagaimana mungkin tindakan suaminya ini akan sejauh ini. Namun melakukan sesuatu pun tak akan berguna, ia hanya bisa menelan keterkejutan nya hanya dalam diam, karena ia tahu kini suaminya tengah terbakar oleh api amarah.

__ADS_1


" Apa yang anda maksud, tuan... " Tuan Marshall menatap Marvell penuh tanda tanya.


" Mungkin istrimu itu bahkan lebih mengetahuinya dariku... Kenapa dari tadi ia hanya diam, hmmm... " Sembari memainkan jari tangannya, wajahnya terlihat semakin kelam dengan rahangnya yang kian mengeras.


" Ma... " Tuan Marshall menatap istrinya penuh tanda tanya, membuat nyonya Anyelir tak lagi dapat berkutik.


" Pa... Emmm... " Nyonya Anyelir tergagap-gagap seolah enggan membuka mulut.


" Cepat katakan... " Tuan Marshall mulai menangkap arah pembicaraan, sepertinya istrinya itu tak sengaja menyinggung Marvell hingga sampai membuat perusahaannya dalam jurang kehancuran.


Nyonya Anyelir masih saja membisu, membuat Marvell kian meradang.


" Sepertinya istrimu itu ada hilang ingatan... Aku akan membantu mengingatkan nya lagi... " Sembari melempar sebuah tablet ke atas meja.


Tuan Marshall pun mengambil tablet itu, mulai memutar sebuah video yang tak ia ketahui pasti apa isi konten yang di suguhkan. Hingga tiba-tiba saja, bola matanya membelalak penuh saat di dapatinya kekerasan yang dilakukan oleh sang istri di belakang nya, dan korban dari kekerasan itu adalah, istri dari Marvell, pria dingin dan kejam yang tak akan mengampuni siapapun yang telah mengusiknya.


" Apa... Yang kau lakukan, hah... " Sahut tuan Marshall dengan menahan berjuta kekesalan di dalam hatinya.


" Aku... Aku tak sengaja, ada sedikit kesalahpahaman di antara kita pa... Hanya... Hanya... Kesalahpahaman kecil... "


Ucapan nyonya Anyelir itu pun sontak kian memantik amarah Marvell.


" Hahaha... Kecil? Kecil kau bilang, kau melukai istriku bahkan membuat anak-anak ku jadi ketakutan, kau bilang itu kecil, hahhh... " Sentak Marvell dengan nada tinggi penuh amarah.


" Mas... " Anelis yang sedari tadi diam kini tak mampu lagi menutup mulutnya, di genggamnya tangan suaminya yang terkepal itu untuk sekedar meredakan emosinya.


Marvell menghela nafas dalam-dalam, berusaha menahan gejolak amarah yang semakin membuncah, setidaknya ia tak ingin kelepasan di hadapan istrinya itu.


" Apa kau tidak ingin melakukan sesuatu sebagai bentuk permintaan maaf mu? Tidak etis jika seseorang yang telah melakukan kesalahan namun tidak mengucapkan permohonan maaf kan? Misalkan saja... Emmm... Berlutut di hadapan istriku? " Suaranya begitu lembut namun penuh intimidasi.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Cieee.... yang di gantung


Selamat menikmati jadi jemuran kering😅


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2