
°°°~Happy Reading~°°°
Sebuah pesawat pribadi kini mulai mengudara, meninggalkan landasan pacu dan mulai menjelajahi luasnya angkasa raya.
Tangan kekar itu setia menggenggam jemari tangan Anelis yang mulai dingin dan berkeringat, sesekali mengecupnya, ia tahu istrinya itu tengah berdebar hebat karena ini adalah penerbangan pertama nya.
" Ini penerbangan pertama mu, apa tidak apa-apa? " Tanya Marvell memastikan.
Anelis menggeleng.
" Tidak apa-apa mas... Ane baik-baik saja kok... "
" Lain kali kita ajak anak-anak juga... Untuk saat ini, cukup kita saja. Jika mereka ikut, rencana mas bisa-bisa gagal total... " Seloroh nya, membuat Anelis seketika mengernyit tak mengerti.
" Rencana? Emang mas punya rencana apa? "
Marvell tersenyum penuh misteri, lalu di dekatkan nya bibir itu ke telinga Anelis.
" Bikin debay sayang... " Bisik nya dengan suara manja, membuat wajah Anelis seketika merona merah, wanita itu selalu saja tidak bisa menahan diri bila tengah di goda sang suami.
" Mas... " Anelis merengek, ia benar-benar malu saat suaminya itu menggoda dirinya, membuat Marvell kian gencar melancarkan aksi jail nya.
" Apa... " Bahkan kini wajah keduanya semakin dekat, membuat Anelis mau tak mau mendorong paksa dada bidang suaminya itu jika tak ingin terjadi adegan yang jauh lebih ekstrim.
" Mas, nggak enak kalau di lihat sama orang ahhh... " Sungut Anelis dengan suara lirih tertahan, sedang kepalanya menoleh ke kanan dan ke kiri, ia tidak enak jika kelakuan mereka itu sampai terlihat oleh orang lain.
" Biarin aja, mereka juga nggak bakal berani protes sama aku kan... " Seloroh Marvell dengan masih mempertahankan posisinya.
__ADS_1
" Iya lah... Kalau mereka protes sama mas bisa-bisa nanti mas pecat mereka semua... " Suntuk Anelis.
Marvell malah tersenyum puas, gemas dengan tingkah imut istrinya, ia pun menghamburkan satu kecup*n di bibir Anelis.
" Mas... Ihhh... Jangan dekat-dekat ahhh... Kita ini masih ada di pesawat loh... " Anelis masih meronta saat suaminya itu kian menduselkan tubuhnya.
" Nggak apa-apa, sekali-kali kita main di pesawat yuk, gimana rasanya ya sayang... " Sahut Marvell enteng, membuat Anelis semakin kesal dengan tingkah absurd suaminya itu.
" Mas... "
" Iya iya... Tapi setelah kita sampai di villa, mas nggak akan biarin kamu keluar dari kamar, kamu akan jadi tahanan mas sayang... " Bisik Marvell membuat Anelis seketika bergidik ngeri, bagaimana dengan nasib nya nanti?
🍁🍁🍁
Dua jam sudah pesawat itu mengudara, tiba-tiba Marvell merasakan perutnya serasa di aduk, sakit melilit, seperti ada sesuatu yang memberontak ingin di keluarkan, membuatnya segera beranjak, ia tak kuat menahan rasa mual yang kini semakin menyeruak.
Anelis tampak khawatir dengan keadaan suaminya yang terlihat pucat itu.
" Mas pengen muntah... " Dengan suara tertahan.
" M-muntah? Ayo... Ane bantu mas ke kamar mandi... "
Seketika itu Anelis gugup tak terkira, segera ia beranjak menggandeng lengan sang suami menuju ke kamar mandi, sedang Marvell hanya bisa pasrah, tak sedikitpun ia protes karena ia benar-benar sudah tak mampu lagi menahan gejolak dalam perutnya.
Sesampainya di kamar mandi, Marvell benar-benar memuntahkan isi perutnya yang sedari tadi bergejolak hebat, wajahnya semakin pucat, keringat bahkan sudah membasahi seluruh wajahnya, keadaan laki-laki bertubuh gagah itu benar-benar sangat mengenaskan.
Membuat Anelis sungguh tak tega, segera ia menuntut sang suami menuju sebuah ruangan yang di dalamnya berisi ranjang besar yang begitu nyaman, menidurkan suaminya di sana dengan ia di sampingnya.
__ADS_1
" Mas, mas sebenarnya kenapa? " Sahut Anelis prihatin, ia sangat khawatir dengan keadaan suaminya itu, bahkan kini air matanya sudah menitik menerobos pertahanan nya.
" Tidak apa-apa, kamu jangan nangis dong sayang... " Marvell mengusap setitik air mata yang membasahi wajah istrinya itu.
" Kalau mas kurang sehat, mending kemarin honeymoon nya di tunda aja, nunggu mas sembuh... "
" Tidak apa-apa sayang... mungkin mas hanya mabuk udara aja... " Sahutnya lirih, meski sangat lemas, tapi ia tak ingin membuat istrinya itu jadi semakin khawatir.
" Mas sering kaya gini? "
Marvell menggeleng lemah.
" Tidak... Dari ratusan penerbangan yang sudah mas lakukan, ini pertama kalinya mas muntah parah... " Adu nya pada sang istri.
" Apa... karena ada Ane mas jadi kaya gini? " Sahut Anelis dengan sikapnya yang akhir-akhir ini jadi sering over thinking sendiri.
" Shhtt... tidak sayang... Hanya kecapekan aja kok... Kamu jangan mikir aneh-aneh gitu deh, lebih baik peluk mas aja, mas lemes banget sayang... "
Anelis pun memeluk sang suami, menepuk-nepuk bahu kekar itu memberikan kehangatan dan rasa nyaman.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Haduh, itu babang Marvell kenapa kok muntah-muntah gitu yak...
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕