Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Sabar Ya Mas...


__ADS_3

°°°~Happy reading~°°°


" Dia tidak menangis lagi? " Heran Marvell pada baby Arshell yang kini sudah berhenti dari tangisannya, bola mata itu tampak mengerjap ringan menatap pada sang daddy yang kini juga tengah menatapnya.


" Sepertinya dia suka di gendong sama kamu mas... " Kekeh Anelis pada sang suami yang terlihat terheran-heran.


" Apa dia mempermainkan ku? Kenapa tadi pas ku tepuk pantatnya dia tetap menangis, dan sekarang malah terlihat bahagia saat ku gendong... "


" Sudah Ane bilang, dedek suka kalau mas gendong dia, buktinya dedek langsung diem pas mas gendong... " Kekeh Anelis.


" Kamu aja ah sayang, mas ngeri... " Cepat-cepat Marvell mengoper putranya itu kedalam dekapan sang istri, membuat Anelis semakin terkekeh dengan tingkah ketakutan suaminya itu.


" Ihhh... Mas gimana sih, gendong anak sendiri aja takut... Gimana nanti mau bantu ngurusin nya..."


" Mas ngeri sayang, badannya kecil banget, kalo gerak-gerak kayak ulat... " Seloroh Marvell membuat Anelis seketika mendelik tajam.


" Mas ngatain anak Ane kayak ulat!!! " Ucap Anelis tak terima.


" T-tidak sayang... Itu kan hanya... Hanya peribahasa saja, please don't angry my love... " Dengan senyum kikuk nya.


Anelis tak menimpali jawaban suaminya itu, tangannya kini mulai sibuk membuka mula kancing baju rawatnya satu per satu, ia tahu bayi itu tengah kehausan butuh asupan nutrisi, membuat Marvell seketika memekik tajam.

__ADS_1


" Sayang... " Pekik Marvell, membuat Anelis seketika beralih menatap Marvell dengan wajah bingung nya.


" Kenapa lagi mas... " Sahut Anelis dengan wajah polos nya.


" Itu... Ahhh... Shttt... " Laki-laki itu mengumpat keras saat menatap pada sang buah hati yang kini tengah meminum asi nya.


Mengerti akan isyarat sang suami, seketika itu Anelis menutup bagian tubuhnya yang tadi terlihat dengan kerudung yang setia menghiasi kepalanya.


" Jangan macem-macem kamu mas... " Ancam Anelis.


" Kamu sendiri yang menggoda ku sayang... " Ahhh, laki-laki itu frustasi, ia lebih memilih berpaling menatap pada jendela kaca yang memperlihatkan pemandangan kota Jakarta, dari pada ia semakin haus akan buai*n.


" Mas aja yang pikirannya ke arah sana mulu. Ingat mas... Ini baru sehari loh mas, puasa mas masih lama, bisa-bisa sampe 2 bulan. Gimana bisa tahan sampe 2 bulan kalau sehari aja mas udah kaya singa kehilangan taring nya... " Geram Anelis pada sang suami yang memang gampang sekali terg*da, membuat Marvell seketika tersentak dengan ucapan istrinya itu, laki-laki itu kembali menatap pada sang istri tercinta dengan wajah tak percaya nya.


" Iya mas... Malah ada yang sampe 3 bulan... " Hihihi... Anelis terkekeh dalam hati saat menatap wajah pucat sang suami, sekali-kali suaminya itu memang harus di kerjain, habisnya gemesin sih...


" Jangan nakut-nakutin mas dong sayang... Apa itu nya ngga bisa di cepetin, apa perlu konsultasi sama dokter, mau mas carikan dokter terbaik di dunia? Ngga papa, nanti mas carikan... " Sahut Marvell berusaha msmbujuk.


" Mana bisa begitu mas... Mas ini ada-ada saja... " Anelis hanya terkekeh.


" Bisa dong sayang, semua kan bisa di usahakan asal kita mau berusaha dengan sungguh-sungguh mencari pengobatan nya... "

__ADS_1


" Astaghfirullah mas... Tapi itu normal mas... Dari sana nya, Allah yang kasih... Ngga bisa di obatin... Kalau mas mau cepet doa sama Allah, minta di cepetin gitu... "


" Ya Allah, satu hari aja ya... " Doa Marvell sembari mengangkat tangannya menengadah.


" Nanti di kabulin sama Allah kan sayang? " Marvell bagai anak kecil yang merengek meminta jatah permen nya.


Anelis menghela nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan suaminya itu.


" Tidak semua doa di kabulkan sama Allah mas, kalau itu sekiranya tidak baik untuk kita, maka Allah akan tangguhkan nanti sampai di akhirat... Mungkin Allah lagi menguji kesabaran mas... " Anelis menyunggingkan senyum tulusnya, lama-lama ia tak tega dengan wajah kusut sang suami.


Laki-laki itu mengusap wajahnya kasar, terlihat sangat frustasi. Kemudian berangsur mendekati ranjang rawat Anelis, ia merengkuh lemah tubuh istri tercintanya itu, kepalanya bersandar pada pundak kecil itu dengan penuh putus asa.


" Sayang... " Rengek nya.


" Sabar ya mas... " Anelis mengusap rambut berantakan suaminya itu dengan lembut, suaminya itu terlihat sangat merana, membuatnya semakin tak tega melihatnya.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2