
°°°~Happy Reading~°°°
" Daddy, ta blague n'est pas drôle " ( Daddy, bercandamu tidak lucu ) Sungut Arsha kesal, bocah laki-laki itu tau betul maksud dari perkataan daddy nya itu.
" Ahaha... Just kidding boy... " Marvell tersenyum kecut saat menatap wajah nyalang sang putra. ( Ahaha, bercanda boy... )
" Wow... Your'e boy can speaking France? " Sahut David penuh rasa kagum, setengah tak percaya.
" Yeay... Exactly, bahkan dia hanya butuh waktu 2 bulan untuk bisa menguasainya. Bukankah dia sangat jenius tuan David, hahaha... "
" Yeay... Like father like son... "
" Alors, Mr. David permettra-t-il à mon fils de proposer à votre fille, hahaha " Sekali lagi tawa kembali membahana dari mulut Marvell. (Jadi, apa tuan David akan memperbolehkan putraku untuk melamar putrimu, hahaha...)
" Daddy... " Bocah laki-laki itu semakin kebakaran jenggot saat sang daddy kembali melanjutkan perbincangan absurd nya.
" Oke oke boy... Tidak lagi... " Sahut Marvell sembari mengangkat kedua tangannya ke udara tanda menyerah, ternyata nyali tuan Marvell kini tengah menciut hanya karena tatapan tajam dari sang putra sulungnya.
" Mas... Kamu apakan putraku, hmmm... " Ancam Anelis pada sang suami, ia tahu betul jika suaminya kini tengah gencar mengibarkan bendera perjodohan pada sang putra sulungnya.
" Ohhh... Tidak sayang. Kita hanya mengobrol biasa, benarkan boy? " Sahut Marvell sembari menyenggol lengan sang putra, namun Arsha yang masih di rundung sebal itu pun tak menyahut dan malah membuang muka.
Tamat sudah riwayat mu daddy...
__ADS_1
" Daddy daddy... Kata daddy kita libullan na ke sullga, tapi kok ini malah ke Pallis... Daddy bohongin Ashi ya... " Gadis kecil itu mulai mencak-mencak akibat ulah bohong sang daddy.
" Tidak girl, tadinya kita mau ke surga, tapi pesawat nya malah nyasar ke Paris... "
" Shupill shawat na gimana sih, kok pakek nasall-nasall shegalla... " Gadis kecil itu memberengut kesal entah pada siapa.
" Ya sudah, Kalau kamu tidak suka, kita pulang saja, oke? " Tantang Marvell yang memang sudah tau bagaimana respon sang putri nantinya.
" Endak mahu endak mahu... Ashi mau di shini aja shama Molla, ya Molla, hehehe... " Gadis kecil itu terlihat menggandeng tangan sahabatnya " Nanti kita main balleng-balleng ya Molla, tellus jalan-jalan balleng juga, pashti shellu, hihihi... Ashi endak mahu jalan-jalan shama Asha, Asha endak shellu, huuuu... "
" Beaucoup parler " (Cerewet) Sahut Arsha dengan nada ketus nya, membuat si kecil Arshi pun seketika tersulut untuk menimpali.
" Beuhhhh... Asha na sombong sheukalli, emang Asha na aja yang bisha basha Lancish, Ashi juga bisha. Emmm... apa ya... Bundulll... Lihat kan, Ashi juga bisha, wleee.... " Gadis kecil itu menjulurkan lidahnya mengejek sang kembaran.
" Bounjur Arshi bukan bundull... " Timpal Arsha dengan tatapan memicing nya.
" Emang kamu tau artinya... "
" Eundak tau ah... Basha Lancish shuka buat Ashi pushing-pushing... " Seloroh Arshi sembari memijat kedua keningnya.
" Huum Ashi... Kalau daddy na Molla bicalla shama bahasa Pellancis, Molla juga shuka pushing, Molla endak ngelti daddy lagi bicalla apa... " Maura ikut berkomentar.
" Kalian berdua emang sama cerewet nya... "
__ADS_1
" Ihhh... Ashi eundak cellewet... " Gadis kecil itu langsung mencak-mencak.
" Molla juga endak cellewet... " Dengan nada lirihnya, gadis kecil itu memang sedikit pemalu jika bukan dengan teman terdekatnya.
" Sudah sudah, apa kita akan menghabiskan waktu hanya dengan berdebat di sini? " Marvell akhirnya memutus perdebatan itu.
" Ndak mahu, Ashi mau jalan-jalan shama Molla, iya kan Molla... " Tanya Arshi pada sang sahabat, membuat si kecil Maura pun sontak mengangguk mengiyakan.
" Jadi kalian mau kemana sayang? " Kini Anelis yang bersuara.
" Ashi mau ke menalla Ipell Myh... "
" Eiffel Arshi... " Semua orang kompak berseru, membuat si kecil Arshi seketika terbahak atas celotehannya sendiri.
" Hihihi... Iya iya... Menalla ipell-ipell... Hahaha... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maap maap
Masih ada penghuninya ngga novel ini, hihihi
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕