Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Boy, Are You Ready...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Brakkk...


Pintu itu tiba-tiba saja membelah paksa oleh sosok dengan aura dingin mencekam, jangan di tanya lagi siapa pelakunya, sudah barang pasti dialah Marvell De Enzo, sosok ayah yang kini tengah meradang karena anak-anaknya di jadikan bahan tawanan.


Para pelaku kejahatan itu pun seketika terhenyak, mereka tersentak tak percaya, nyali mereka tiba-tiba menciut saat menatap wajah nyalang seorang Marvell, apalagi dengan banyaknya pasukan yang di kerahkan oleh sang penguasa, membuat mereka tersudut, pistol yang awalnya tersimpan rapi di dalam saku celana itupun seketika berpindah menodong ke arah Marvell dan pasukannya.


Hingga akhirnya aksi itu tak lagi dapat dihindari, kedua kubu itu saling menodongkan pistolnya tanpa perduli pada kedua bocah menggemaskan yang belum cukup umur itu.


" Daddy, hiks... "


Si kecil Arshi kembali menangis histeris, gadis kecil itu ketakutan, nyalinya seketika menciut saat aksi saling todong pistol itu mulai membahana.


" Diamlah Arshi... " Peringat Arsha untuk yang kesekian kalinya.


" Tapi Ashi tatut Asha... " Rengek Arshi.


" Ini hanya bohongan, seperti permainan tembak-tembakan biasa, jadi jangan menangis... " bocah laki-laki itu masih berusaha menenangkan kembarannya.


Melihat putrinya itu terisak, sontak saja semakin memantik amarah Marvell, laki-laki itu semakin murka, amarahnya tak lagi dapat di bendung.


" Apa yang kau lakukan pada anak-anak ku hah... " Sentak Marvell dengan suara menggelegar nya.


" Oho... mereka anak-anak mu? Padahal aku hanya memungutnya di jalan, ternyata mereka anak-anak nakal mu itu... " Sembari mendekati sepasang kembaran itu, membuat Marvell semakin terbakar amarah.


" Brengs*k... Jangan pernah kau menyentuh anak-anak ku dengan tangan kotor mu itu!!! " Peringat Marvell.


" Tapi sepertinya aku akan melakukannya... " Tantang Bara tanpa rasa takut.


" Kau berani menantangku? Lakukan saja dan nyawamu akan lenyap dari tubuhmu!!! " Aura dingin itu semakin menguar hebat tak terbantahkan.


" Ohhh... Aku sangat ketakutan pada tuan Marvell, aku tidak berani... apa ini yang kau harapkan dariku? Jangan harap... "

__ADS_1


Tuan Bara semakin mendekat ke arah si kembar, membuat si kecil Arshi semakin tenggelam dalam ketakutannya.


" Daddy... Ashi mau daddy, Ashi mau daddy... hwa... " Tangis Arshi kembali membahana, gadis kecil itu semakin mengeratkan cengkraman nya pada sang kembaran.


Mendapati situasi mendesak itu membuat si kecil Arsha mau tak mau harus bertindak cepat, di ayunkan nya kaki mungil itu ke bagian inti Bara lalu menendangnya keras, membuat laki-laki itu sontak mengerang kesakitan.


" Akh.... Shhhttt... Dasar bocah tengik... " Rintihnya sembari tertunduk tak berdaya.


" Kalian tangkap bocah itu, akhhh... " Seru tuan Bara saat melihat tawanannya itu mulai melarikan diri.


Dan...


Happp...


Si om rambut tebal itu berhasil menggagalkan upaya pelarian diri bocah kembar itu, laki-laki itu bahkan memperlakukan keduanya dengan kasar, membuat amarah Marvell kian membludak ingin segera di ledakkan.


" Sshhhtt... Sial*n... " Pekik Marvell tak terima.


Arshi masih tak bergeming, gadis kecil itu masih terisak tanpa menghiraukan perintah dari sang daddy, membuat Arsha kini bergerak merengkuhnya, tak lupa bocah laki-laki itu juga membekap kedua telinga kembarannya agar tak lagi terdengar suara-suara bising yang akan segera tercipta.


" Jangan melemparkan tembakan... " Peringat Marvell pada bawahannya, ia tak mau kedua anaknya itu sampai trauma akan kejadian mencekam ini.


Bugh bugh bugh...


Suara pukulan itu mulai menyelimuti seisi ruangan, situasi senyap yang tadi tercipta kini lenyap di gantikan oleh suara riuh pukulan yang membabi buta.


Kucuran darah pun menetes secara bergantian, erang*n kesakitan seolah memperjelas bahwa situasi di bangunan itu begitu mencekam penuh dengan kekejaman.


" Lepaskan tangan kotormu dari anakku bod*h... "


Bugh...


Satu bogem mentah berhasil membuat si rambut tebal itu mengerang kesakitan, si kembar pun akhirnya bisa terbebas, membuat Marvell seketika merengkuh keduanya erat, tak tahu lagi bagaimana hidupnya jika ia benar-benar membuat keduanya sampai terluka.

__ADS_1


" Daddy... Ashi tatut... "


" It's oke my twins... Sekarang permainan nya sudah selesai... "


Dor...


Satu tembakan itu tiba-tiba berdengung, membuat Arshi yang kini sudah kembali mendengar sontak tersentak.


" Daddy... Apa itu, Ashi tatut, hwa... "


" Daddy akan bawa kalian pulang, tapi sebelum itu kita bermain satu permainan lagi, syaratnya harus tutup mata. Oke girl... "


" Tutup mata gini? " Bukannya menutup mata, Arshi malah membekap seluruh wajahnya dengan kedua tangan mungilnya.


" Yes girl, kau sangat pintar sekali... "


" Boy, are you ready? " Tanya Marvell pada putranya itu.


" Of course dad... "


Marvell segera menggendong si kecil Arshi, sedang di tangan kirinya, ia menggandeng si kecil Arsha.


Beberapa anak buah Marvell pun segera melingkari tubuh Marvell yang tengah membawa anak-anaknya, melindungi tubuh bos besarnya itu dari serangan yang mungkin saja terjadi di tengah pertempuran yang belum usai.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Jangan lupa bersyukur


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2