
°°°~Happy Reading~°°°
" Tapi Ashi tatut... Melleka bawa pishang... " Perkataan Arshi itu sontak membuat Arsha mengerut dahinya.
" Pisang? Pisang apa? "
" Itu... pishang yang buat tembak-tembak doll doll doll... "
Jawaban absurd Arshi itu sontak membuat Arsha menghela nafas dalam-dalam.
" Itu pishang nya sama seperti pishang nya Arsha di rumah, jadi itu hanya mainan, okay? "
Arshi hanya mengangguk tanpa menunjukkan semburat kepercayaan.
" Kalau kau menangis lagi, kita akan benar-benar kalah Arshi!!! " Ancam Arsha pada saudara kembarnya itu.
" Oho... Siapa ini, kita kedatangan tamu ternyata... " Seorang laki-laki bertubuh tinggi tegap dengan setelan jas dan sepatu mengkilap nya datang menyapa si kembar, wajahnya terlihat puas atas kinerja bawahannya itu.
" Tamu? Apa kau lupa kalau kau yang menculik kami... " Sahut Arsha dengan suara dingin nan ketus nya, membuat tuan Bara seketika mengernyit dengan keberanian bocah laki-laki itu.
" Berani juga bocah ini... Tak di ragukan lagi jika dia benar-benar keturunan De Enzo... Hahaha... " Sahut tuan Bara dengan tawa jahatnya.
__ADS_1
" Kau tahu marga ku tapi masih berani menculik? Ku rasa kau benar-benar bodoh... " Seru Arsha dengan nada menyindir.
" B-bodoh??! Bocah ingusan ini bilang aku bodoh? " Sentak tuan Bara yang kini tengah terpancing emosi.
" Ya... Bodoh, kalau tidak bodoh apa... Kau berani menculik kami keturunan De Enzo tanpa memikirkan resiko jika saja kau gagal, benar kan... " Ucap Arsha dengan santainya seolah tanpa tekanan.
" Kau!!! " Pekik tuan Bara sudah terbakar oleh bara kemarahan yang semakin membuncah.
" Aku beri tahu sedikit bocoran, daddy sangat kejam, sekali saja kau mengusik daddy, maka... Daddy tidak akan melepaskan mu begitu saja. Daddy kalau marah sangat menyeramkan... Benarkan Shi... " Sahut Arsha dengan raut wajah bergidik ngeri.
" Huum... Sheullam sheukalli... Nanti om-om dahat di makan shama daddy ballu tau llasa... " Timpal Arshi meski dengan ketakutan yang masih saja menyelinap dalam relung hatinya.
" Sshhtt... Mereka benar-benar menyebalkan. Cepat kalian pukuli mereka sampai mereka meminta ampun!!! " Titah tuan Bara tak ingin di bantah.
" Asha... Ashi eundak mahu di pukul... Ashi eundak mau, hwa... " Rintih Arshi di belakang punggung saudara kembarnya itu.
" Diam, kalau kau menangis kita akan kalah Arshi... " Sedikit menyentak, Arsha sudah jengah dengan situasi ini.
" Kau memang bodoh ya, kau berani memukuli kami? Kau tidak membayangkan apa yang akan daddy kami lakukan jika melihat kami terluka... " Ancam Arsha.
" Cih.... Jangan harap daddy kalian itu bisa sampai di sini, daddy kalian tidak akan bisa menemukan kalian tuan kecil... " Sahut Bara dengan senyum sarkas nya.
__ADS_1
" Sepertinya kau sangat yakin sekali tuan... Bara... " Tak kalah dingin, bahkan wajah Arsha kini tampak sangat kelam dan menusuk.
" Of course... "
" Dan kau melupakan ini... " Arsha mengangkat tangan kirinya, memperlihatkan sebuah jam tangan canggih yang kini membalut sempurna pergelangan tangannya, membuat tuan Bara dan para bawahan nya itu seketika tersentak.
" A-Apa kalian belum menyingkirkan barang-barang canggih mereka, hahhh... Bod*h... Cepat kalian hancurkan jam tangan itu sekarang... " Titah tuan Bara.
" Terlambat... Daddy sudah datang... " Sembari tersenyum smirk, inilah alasan nya berargumen panjang lebar, hanya untuk memanipulasi waktu agar daddy mereka sampai tepat waktu sebelum laki-laki penyandera itu membawa mereka ke luar pulau terpencil.
Brakkk...
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa like nya dong
maap othor ngelunjak nih
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕