Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Meeting Bersama Baby Arshell


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


" Terus rapatnya mas gimana? "


" Nanti biar mas meeting sambil gendong baby Arshell ngga papa sayang... "


" Beneran? " Anelis masih tak enak hati.


" Hmmm... Seriously honey... " Sahut Marvell sembari mengusap pipi merona istrinya.


Anelis pun menyerahkan kembali sang baby Arshell pada suaminya itu dengan begitu tak enak hati, tapi apa daya, baby Arshell hanya ingin di gendong sang daddy atau bayi laki-laki itu akan kembali menangis histeris.


" Maafin Ane ya mas, mas jadi repot kaya gini... "


" Tidak apa sayang, bukankah suami istri memang harus saling membantu dan saling melengkapi? " Marvell yang dulu terkenal dengan sikapnya yang arogan, kini pun terlihat begitu bijaksana dengan pemikiran dewasanya.


" Makasih ya mas... "


" Your'e welcome My Love... "


Laki-laki itu mengecup kening sang istri penuh kasih sayang, kemudian menuntun istri tercintanya itu untuk ikut memasuki ruang kerjanya.

__ADS_1


Anelis memilih duduk di sofa pojok ruangan, sedang Marvell kembali duduk di kursi kerjanya dengan baby Arshell yang ada di dekapan nya, bayi mungil itu terlihat sudah terdiam dari isak tangisnya, bola mata berwarna biru itu hanya mengerjap-ngerjap ringan menatap pada sang daddy yang terlihat begitu mempesona.


Dan semua pergerakan Marvell itu pun tak luput dari sorot kamera laptop yang di biarkan menyala begitu saja, membuat para karyawan itu seketika tersentak tak percaya dengan pemandangan langka itu, semua tampak terpaku, terkejut tak terkira jika sang bos besar kini tengah mendekap sang jagoan kecil dengan penuh kehangatan.


Sadar akan tatapan-tatapan memicing dari para karyawan nya, membuat Marvell kembali meradang.


" Apa yang kalian lihat, hah... Kalian berani menatapku seperti itu... " Sentak Marvell tak terima. Namun tanpa di duga, sentakan Marvell itu membuat baby Arshell mulai merengek hingga akhirnya kembali menangis histeris.


" Oekkk... Oekkk... " Tangis itu kembali menggema, membuat Marvell kembali menimang-nimang baby Arshell di dekapan nya.


" Calm down boy... Daddy tidak marah denganmu, okey... " Bak sebuah mantra sihir, tangis bayi mungil itu pun mulai mereda, membuat Marvell akhirnya bisa bernafas lega dan kembali melanjutkan meeting nya.


Rapat online itu pun kembali di jalankan dengan Marvell yang masih setia mendekap sang baby Arshell. Namun, di tengah-tengah rapat panjang itu, terdengar baby Arshell yang kini mulai berceloteh ringan, meski hanya sepatah dua patah, namun hal itu terdengar begitu jelas di telinga Marvell.


" Blub blub blub... " Terdengar bayi mungil itu tengah mempermainkan bibir dan lidah nya yang basah akan air liurnya, sedang tangan dan kakinya tak henti bergerak kasar seolah ingin meraih sesuatu.


" Kenapa boy, apa kau suka meeting bersama daddy? " Marvell pun tak bisa menyia-nyiakan celotehan baby Arshell begitu saja.


" Eeahhh... Ohhhh... Blub blub blub " Seolah mengerti dengan perkataan sang daddy, bayi mungil itu kembali menimpali dengan pekikan lantangnya.


" Apa tadi kau mengg*da mommy mu, kenapa tidak mau di gendong mommy, hmm... Anak nakal... " Sahut Marvell sembari mengec*pi wajah putra kecilnya itu, membuat baby Arshell pun kegelian dan sontak terbahak dengan perlakuan sang daddy.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Semakin kesini like semakin menurun


Tidak apa-apa sih


Tapi dari sini, othor menyadari banyak kekurangan dari novel yang othor tulis


Di tambah slow update


Jadi banyak yang milih kabur dari lapak othor, hehehe


Yang masih stay di cerita ini othor ucapkan banyak terima kasih ya


Jangan sungkan-sungkan kasih othor masukan agar othor makin bisa berkembang


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2