
°°°~Happy Reading~°°°
Makan siang yang sudah kadung kadaluarsa itu berlangsung dengan riuh, siapa lagi kalau bukan Arshi dan Arshell yang menjadi pelakunya, kedua kakak beradik itu tak henti berceloteh di tengah-tengah menikmati setiap sajian yang dihidangkan.
" Mam-mam-mam-mam... " Celoteh baby Arshell sembari menepuk-nepuk perut buncitnya, bayi mungil itu sudah tak sabar ingin segera melahap bubur bayi yang masih di aduk-aduk oleh mommy nya itu.
" Adek udah laper, hmmm... Sabar ya sayang... " Sahut Anelis menimpali celotehan baby Arshell yang tengah aktif di pangkuannya.
" Euhhhh... " Lagi-lagi bayi mungil itu memberontak tak sabar, bahkan tangannya kini berusaha meraih piring makanan nya.
" Dedek Acell kalau mamam shuka lliwuh... Bikin pala pushing... Ish ish ish... " Komentar Arshi di tengah-tengah santapannya, gadis kecil itu tengah melahap makanannya sendiri tanpa harus di suapi oleh sang mommy.
Tak lama berselang, si kecil Arshi tampak menaiki kursi yang tadi di duduki nya, tubuhnya membungkuk, tangannya berusaha meraih menu makanan yang terletak di tengah-tengah meja besar itu, namun apa daya, tangannya terlalu mungil hingga tak bisa menjangkau nya sedikitpun.
" Arshi... Tidak sopan sayang. Ayo duduk lagi... " Sahut Anelis menginterupsi.
" Ashi mau hitam-hitam itu myh. Shama itu... Eumm... Shuttik... " Pinta gadis kecil itu sembari menunjuk pada olahan cumi dan steak daging wagyu, membuat Anelis dengan sigap mengambilkan nya atau gadis kecil itu akan semakin rusuh tak terkendali.
" Ngatain baby Arshell riweh tapi riweh sendiri... " Seloroh Arsha mengomentari aksi saudara perempuan nya itu.
" Asha ceullewet sheukalli sih... shuka shuka na Ashi lah... Ashi kan mashih lapall, Ashi boleh mamam hitam-hitam shama shuttik kan glanny... " Sahut Arshi dengan menampakkan wajah paling menggemaskan, kelopak matanya itu pun di buat berkedip-kedip manja bagai lampu yang nyawanya akan terbang.
" Iya sayang... Cucu-cucu nya granny boleh makan semua yang ada di sini... Nanti kalau kurang nambah lagi juga boleh... Tapi kalau udah kenyang harus berhenti, nanti perutnya jadi buncit... " Timpal mama Clara, membuat gadis kecil itu seketika menatap pada perut buncitnya.
__ADS_1
" Pellut na Ashi eundak buntit kok glanny, hanya membeshall sheudikit sheukalli, jadi bolleh mama lagi kan... " Sahut Arshi penuh permohonan.
" Iya Ashi tantik... " Sahut mama Clara menirukan nada bicara Arshi, membuat gadis kecil itu pun memekik girang.
" Yeay... Ashik ashik ashik... "
" Oh iya, tadi Arsha sama grandpa ngapain di ruang baca... " Sahut mama Clara menatap pada wajah dingin Arsha.
" Tadi di bacain buku sama grandpa, terus di jelasin. Kalau di rumah, Arsha harus baca sendiri, kalau tidak paham baru tanya daddy... "
" Daddy kan sibuk cari uang buat makan kalian boy... " Kilah Marvell tak ingin di salahkan.
" Lagaknya cari uang buat makan. Kamu ngga kerja seumur hidup pun, harta kamu ngga akan habis Vell... Gila kerja mu itu di kurangi dikit lah, luangin sedikit waktu juga buat keluarga... " Sewot mama Clara membela sang cucu.
" Eh, emang kamu liburannya mau kemana? " Kepo mama Clara tiba-tiba.
" R-A-H-A-S-I-A "
" Ihhh, sadis banget. Mama nanya baik-baik malah di jutekin. Dasar anak ngga ada akhlak... " Suntuk mama Clara.
" Kalau aku kasih tau, emang mama mau apa, hmmm... " Tantang Marvell, membuat mama Clara sontak memutar bola matanya malas.
" Ya... Mau tau aja... "
__ADS_1
" Yakin, kalau aku kasih tau mama, pasti mama bakal buat plan aku jadi kacau... " Sindir Marvell tak main-main.
" Emang rencana kamu apa, hah... " Sentak mama Clara mulai mencak-mencak.
" Masa mama tidak tau... " Senyum smirk terkembang dari wajah Marvell, membuat mama Clara seketika mendelik tajam.
" Jangan bilang... Jangan bilang kamu mau hamilin Anelis lagi, hah!!! " Sentak mama Clara.
" Dasar suami ngga tau diri, itu anak kamu masih 7 bulan, udah mau kamu kasih adik lagi hah... Kamu ngga kasihan istri kamu suruh hamil lagi anak kamu, hah... " Sahut mama Clara mencak-mencak.
" Terserah aku dong ma, lagian istri aku juga fine-fine aja. Iya kan sayang... " Marvell merengkuh bahu sang istri, membuat Anelis yang mendengar itu pun hanya bisa tersenyum nanar.
Emang suami ngga ada akhlak.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Jangan lupa taburkan like yah
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1