
°°°~Happy Reading~°°°
Tak terasa hari demi hari berlalu begitu cepat, kini usia baby Arshell telah memasuki usia tujuh bulan, perkembangannya begitu pesat, bayi mungil itu mulai bisa merangkak mengejar siapa saja yang menjadi pusat perhatiannya, khususnya sang daddy yang selalu menjadi sasaran empuknya.
" Mam-mam-mam-mam-mam... " Celoteh baby Arshell yang kini tengah berbaring di atas ranjangnya, sedang sang daddy tampak sibuk mengganti popok sang jagoan kecil dengan lihainya.
" Kau harus cepat besar boy agar daddy segera terbebas dari popok-popok yang sangat menyebalkan ini... Dan ingat, saat kau sudah bisa berjalan nanti, daddy tidak mau kau berlari-lari, atau kau akan sangat merepotkan daddy, mengerti?! " Peringat Marvell sembari melempar popok bekas itu ke tempat sampah.
"Aaaahahahaha... " Tawa baby Arshell dengan kencangnya, membuat Marvell seketika itu mengerutkan keningnya.
" Kau menertawakan daddy, hmmm... " Marvell berkacak pinggang, bola matanya yang tajam kini memelototi bayi mungil itu sebagai bentuk peringatan.
Bukannya takut, baby Arshell malah semakin lantang menertawakan nasib apes sang daddy, membuat Marvell sontak saja gemas dengan tingkah berani baby Arshell.
" Kau berani menertawakan daddy boy... Mau daddy hukum push up seratus kali, hmmm... " Gemas dengan tingkah sang putra, Marvell pun menghamburkan cium*n bertubi-tubi pada wajah baby Arshell, membuat bayi mungil itu seketika memekik kegelian.
__ADS_1
Namun tak berapa lama, Marvell tampak mengernyit, sebelah alisnya tampak memicing saat di rasakan nya bagian perutnya kini terasa basah.
Marvell segera menegakkan tubuhnya yang tadi membungkuk untuk menci*mi sang putra, dan seketika itu ia membulatkan matanya lebar saat didapatinya kemeja yang ia kenakan tampak basah, Marvell menghela nafas dalam-dalam, untuk kesekian kalinya ia kena ompol sang putra.
" Baby Arshell!!!" Pekik Marvell setengah menahan geram, baru saja ia selesai mandi dan sudah rapi dengan kemeja putihnya, namun ia harus merelakan tubuhnya kini terkena air seni sang putra.
" Mas, maaf ya mas Ane lama, Arshi rewel terus dari tadi... " Anelis memasuki kamarnya dengan langkah terburu, setiap pagi wanita itu memang selalu di sibukkan dengan urusan anak-anak, untung saja Marvell laki-laki yang peka, suaminya kadang menawarkan diri untuk ikut membantu menjaga baby Arshell, bahkan tak segan untuk mengganti popok sang putra.
Langkah Anelis tiba-tiba terhenti saat menatap pada sang suami yang kini tampak mengenaskan dengan kemejanya yang sudah basah.
" Mas... " Anelis mendapati gelagat aneh pada sang suami, sudah bisa ia tebak jika suaminya itu telah mengalami insiden yang tak mengenakkan.
" Astaghfirullah, lagi? " Anelis menghela nafas dalam, ia sungguh tak habis pikir kenapa putranya itu hobi sekali mengompoli sang daddy.
" Kalau mas ganti popok, burungnya dedek cepet di tutup dong mas, jangan malah di ajak main, kan mas udah tahu kalau dedek hobi ngompolin mas... "
" Ahhhh... Sayang... " Rengek Marvell seolah tak rela jika kini ia di marahi sang istri.
__ADS_1
" Ya sudah, mas sekarang mandi ya... Setelah itu kita langsung berangkat, takutnya nanti telat di acaranya... " Saran Anelis.
" Tapi mas kan sudah mandi sayang... " Rengek Marvell lagi, laki-laki itu benar-benar ingin di manja oleh sang istri.
" Terus mas mau ke acara kelulusan anak-anak pake baju yang udah kena ompol? "
" Mandiin... " Ceplos Marvell tanpa filter, membuat Anelis seketika membulatkan matanya lebar.
" Mandi sendiri ya ganteng... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Lama tenggelam, akhirnya othor kembali ke permukaan😂
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕