Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Hadiah Setimpal


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


" Daddy... "


Suara lirih Arsha itu sontak menghentikan langkah Anelis dan Arshi, keduanya kemudian menoleh mengikuti arah pandang sang putra, dan seketika itu Arshi memekik girang saat di dapatinnya daddy nya kini benar-benar muncul di hadapannya.


" Daddy... " Teriak si kecil Arshi, gadis mungil itu sontak melepaskan genggaman tangan sang mommy, ia berlari kencang mendekati daddy nya yang masih berada jauh di depan sana.


Kaki mungil Arshi terus berlari kencang berusaha menjangkau keberadaan sang daddy, tangisnya kembali merebak di tengah pelariannya, bukan tangis kesedihan, namun tangis haru karena daddy yang sudah di tunggunya sejak tadi akhirnya datang juga.


Hingga akhirnya tak ada lagi jarak di antara mereka, sontak saja Arshi merengkuh daddy nya erat, begitu erat, ia tak ingin lagi jauh dari daddy nya, ia tak ingin di tinggalkan dan kembali terluka, ia ingin selalu berada di dekat daddy kesayangannya yang selalu siap melindunginya.


Pemandangan manis itu pun tak luput dari perhatian para karyawan yang baru saja menyelesaikan acara makan siang nya, mereka bagai terhipnotis, adegan itu bagai adegan dalam drama serial, adegan pertemuan antara ayah dan anak yang terlihat begitu mengharu biru.


Namun, tunggu, bagaimana gadis kecil itu memiliki nyali untuk memeluk seorang Marvell Dalmazio De Enzo, bukankan sang tuan muda itu adalah laki-laki dingin tak tersentuh, laki-laki arogan dengan hati membatu, laki-laki yang tak pernah mentolerir kesalahan sekecil apapun? Lalu, bagaimana dengan nasib bocah yang tengah merengkuh erat bos besar itu?


" M-maaf tuan... Saya sudah berusaha mengusir mereka, namun mereka masih lancang menerobos... "


Sahut salah seorang resepsionis yang sedari tadi memandang tak suka pada Anelis, ini adalah kesempatan nya untuk mencari muka di depan tuan muda itu, resepsionis itu mengira bahwa sang tuan muda benar-benar murka dengan rengkuhan gadis mungil itu, namun nyatanya, resepsionis itu salah besar, Marvell bukan marah karena rengkuhan itu, tuan muda itu menyemburkan aura kelamnya karena merasa tak terima keluarganya telah di perlakukan begitu rendah oleh karyawan nya sendiri.


" Berani-beraninya kau membuat istri dan anak-anakku menunggu begitu lama, bahkan mengusirnya, dimana etika bekerja mu, hah? Apa seburuk ini kinerja dewan personalia dalam merekrut karyawan? Apa selama ini kalian hanya memakan gaji buta, hah... JAWAB... "


Seketika itu, semuanya tersentak kaget? Bukan pada bentakan Marvell, namun pada kalimat yang tadi di ucapkan nya. Istri? Anak? Benarkah tadi tuan muda itu berkata istri dan anak-anaknya? Tapi, bukankah laki-laki dingin itu masih menyandang status jomblo abadi? Lalu bagaimana bisa tuan muda itu memiliki istri bahkan dengan dua anak? Semua ini terasa begitu rumit, semua kalut dalam pikiran nya masing-masing.


Dan tanpa di sadari Marvell, bentakan nya itu kini telah berhasil membuat si kecil Arshi semakin ketakutan dan kian mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


" Daddy... Ashi atut, daddy dangan mallah-mallah, Ashi atut, hwa... "


Tangis kencang Arshi kembali menggema, begitu kencang hingga memekakkan telinga setiap insan, membuat Marvell tersadar, ia harus segera meredam emosinya di depan buah hatinya.


Ia menjatuhkan tubuhnya, menyetarakan tinggi tubuhnya dengan bocah kecil kesayangannya, menatap lekat-lekat wajah sembab Arshi dan penampilan putrinya yang begitu acak-acakan.


" Maafkan daddy girl... Kenapa rambutmu berantakan sekali, hmmm... Bukankah kamu suka rambut yang rapih? " Sahut Marvell sembari merapikan rambut Arshi yang sudah amburadul.


" Tadi lambut na Ashi di tallik-tallik shama Lula daddy, lashana shakit sheukalli, tellus Ashi duga di mallahin shama tante dahat, Ashi eundak shallah, yang shallah Lula, bukan Ashi... " Adu Arshi dengan tangis yang terdengar begitu menyayat.


" Oke... nanti akan daddy marahin itu temen kamu, tapi sekarang cup dulu dong... "


Arshi bagai terhipnotis dengan kata-kata daddy nya, kini gadis mungil itu benar-benar berhenti dari tangisnya.


" Maafkan daddy girl, apa putri daddy ini menunggu lama, hmmm... " Hati Marvell serasa terbakar saat mengingat tadi Willy memperlihatkan rekaman CC TV dimana keluarga kecilnya itu tidak mendapat perlakuan buruk dari karyawan nya sendiri.


" Heem... Lama sheukalli, Ashi nunggu daddy di shitu lama sheukalli, Ashi eundak mahu daddy keulja ladi, Ashi mau daddy shama Ashi aja... "


" Iya, ini kan daddy udah sama Arshi... " Marvell mengecup kening Arshi, hingga akhirnya pandangannya jatuh pada si kecil Arsha yang baru saja mendekat ke arahnya.


" Daddy... " Lirih Arsha lalu merengkuh daddy nya erat, ia tak ingin terjebak dalam perasaannya, ia ingin segera mengenyahkan rasa tak nyaman yang kini bersarang dalam hatinya dengan rengkuhan dari sang daddy tercinta.


" Tenanglah... Tidak apa-apa... " Marvell menepuk-nepuk punggung kecil itu, meski ia belum tahu pasti kenapa putranya yang biasa kuat itu mendadak begitu rapuh bahkan menginginkan rengkuhan darinya, tapi ia cukup tahu bahwa putranya itu tidak sedang baik-baik saja.


Setelah drama saling merengkuh itu selesai, Marvell segera beranjak dari duduknya dengan si kecil Arshi yang kini berada di gendongannya, pandangannya langsung saja tertuju pada istri kecilnya yang kini tengah berdiri di hadapannya.

__ADS_1


" Maaf mas, Ane lancang ke kantornya mas, tadi... Arshi tak mau di ajak pulang... "


Seolah tuli, Marvell tak menimpali permintaan maaf Anelis, laki-laki berahang tegas itu malah fokus dengan bibir Anelis yang terlihat lecet dan berdarah, di usapnya bibir itu lembut.


" Apa yang terjadi? Kenapa bibirmu terluka? "


" Emmm... Mas... " Anelis menangkup jemari tangan Marvell lalu menjauhkan nya dari area wajahnya, ia begitu malu jika harus bermesraan di tempat umum, apalagi kini mereka masih menjadi tontonan banyak orang.


" Tidak apa-apa mas... "


" Kalau begitu ikut ke ruangan ku, kita perlu bicara... " Ajak Marvell pada akhirnya, mereka butuh privasi untuk saling bercerita mengenai apa yang sudah terjadi hingga kekacauan itu terjadi.


" Will... Kau urus mereka, berikan mereka hadiah yang setimpal " Marvell menatap sinis pada resepsionis itu " Dan, satu lagi... Periksa kinerja bagian personalia, bagaimana mereka mendapatkan karyawan yang begitu buruk sampai aku ingin mengenyahkannya sekarang juga... " Sahut Marvell dengan nada rendah namun begitu mencekam dengan auranya yang kelam.


" Baik tuan... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Yang kemarin merasa di gantung kaya jemuran, othor kasih update lagi nih, khusus buat chingu-chingu semua


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2