
°°°~Happy Reading~°°°
Dapur yang awalnya bersih mengkilap kini berubah kacau balau, semua benda berserakan tidak pada tempatnya, tetesan minyak pun bertebaran di mana-mana, membuat keadaan dapur mewah itu begitu memprihatinkan, sangat mengenaskan.
Marvell masih berjuang untuk bisa menuruti keinginan sang istri tercinta, ini adalah ketiga kalinya ia memecahkan telur sekaligus membuatnya gosong bak arang hitam. Dan kali ini ia bertekad keras, ia tak boleh gagal untuk yang ke empat kali nya.
" Mas... Cepat angkat, nanti gosong lagi... " Peringat Anelis, membuat Marvell tersentak, dengan gerakan cepat ia pun mengangkat telur yang telah ia ceplok itu dari penggorengan.
Huuffft...
Marvell menghela nafas dalam, ia berusaha meninggikan kesabarannya yang mulai menguap bersama kepulan asap, telur nya sedikit menghitam, tapi tidak terlalu gosong seperti yang sudah-sudah.
" Gosong lagi sayang... " Laki-laki perfectionis itu mulai menyerah dengan masakannya.
" Siniin mas... "
" Tapi ini gosong sayang... "
" Itu tidak gosong mas, hanya terlalu matang sedikit... " Kilah Anelis, ia tak mungkin membuat suaminya itu semakin kecewa dengan masakannya sendiri.
" Mas... Siniin... " Anelis memaksa, membuat Marvell akhirnya memberikan telur mata sapi itu pada sang istri.
Sepiring nasi dan telur mata sapi itu pun telah tersaji di depan Anelis. Bola mata Anelis pun berbinar secerah mentari, makanan itu begitu menggoda indra perasa nya hingga membuatnya tak sabar ingin segera menyantap masakan suaminya itu.
" Mas... Tolong ambilin kecap yah... " Pinta Anelis dengan wajah yang imut dengan bola mata yang berkedip-kedip manja.
__ADS_1
" Buat apa sayang... "
" Buat ini mas... " Anelis menunjuk makanan nya dengan bola matanya.
Marvell mengerutkan dahinya tak paham, namun laki-laki itu hanya menurut saja pada sang baginda ratu, ia sudah terlalu lelah bertanya pada sang istri.
Marvell mulai mencari objek pencarian nya, namun naas nya, ia tak mengerti bagaimana rupa dan bentuk dari kecap itu sendiri.
" Sayang... Kecap nya yang mana... " Sembari menoleh kesana kemari pada dapur besar dengan fasilitas tercanggih itu.
" Yang warnanya hitam mas... Di botol... "
Marvell mulai menelusuri dapur besar itu, namun sungguh ia tak tahu yang mana yang namanya kecap yang sudah membuatnya pusing tujuh keliling.
Marvell tersentak saat ia mendapati sang istri telah berada di sampingnya dengan sebotol kecap di tangannya.
Cup...
Marvell tersentak, tubuhnya seketika membeku saat istrinya itu tiba-tiba saja mendaratkan kecup*n hangat di bibirnya.
Cup...
Lagi, kec*pan itu kembali mendarat di bibir Marvell, membuat laki-laki itu semakin tenggelam dalam buaian Anelis.
" Mas... " Anelis berusaha menyadarkan suaminya itu dari keterkejutan.
__ADS_1
Bukan nya tersadar, laki-laki yang sudah terbakar ga*rah itu tiba-tiba menyerang Anelis, sontak membuat sebotol kecap yang di genggam Anelis pun terjatuh ke lantai.
Marvell menyerang sang istri dengan ciuman yang memabukkan, laki-laki itu semakin dalam mengeksplor bibir ranum istrinya itu seolah mencari titik ternikmat yang bisa ia raih.
Lama berkubang dalam kenikmatan, Marvell pun melepaskan tautannya, dengan nafas memburu ia menyatukan dahinya dengan dahi sang istri, membuat nafas kedua insan itu saling menerpa dalam kehangatan.
" Mas... " Anelis tersipu, wanita itu malu bukan main saat tersadar apa yang kini tengah mereka lakukan di dapur mewah itu.
" Sayang... Aku menginginkan lagi... " Dengan nafas memburu seolah berusaha menahan semua himpitan yang mulai menyerang.
" Mas... Tadi kan sudah... " Anelis mengangkat wajahnya, ia menatap suaminya itu penuh permohonan.
" Ohhh... Kamu selalu membuatku ingin sayang... " Sembari merengkuh Anelis dalam dekapannya, meresapi setiap kehangatan yang tercipta dalam rengkuhan sang istri tercinta.
" Mas... Pelukannya di lanjut nanti aja, Ane sudah lapar... " Cicit Anelis di dalam rengkuhan suaminya, membuat Marvell segera menguarkan rengkuhannya.
" Oh... Maafkan aku... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1