
°°°~Happy Reading~°°°
" Daddy daddy... " Terlihat si kecil Arshi kini berlari tergopoh-gopoh mendekati sang daddy yang masih duduk di atas sofa empuk itu dengan muka bantal nya.
" Yes girl... " Laki-laki itu mengangkat tubuh sang putri ke atas pangkuannya.
" Daddy keunnapa tidull na di shini? Kennapa eundak tidull shama mommy di kamall? Apa dangan-dangan... Daddy... Daddy ngompol di ceullana tellush di shulluh mommy tidull di luall ya, hihihi... " Tawa si kecil Arshi membahana, membuat Marvell pun hanya bisa mengulas senyum sarkas nya.
" Kau berani ngatain daddy, hmmm... " Marvell mulai melancarkan aksi pembalasannya, kecup*n demi kecup*n kini ia hamburkan pada wajah imut sang putri, membuat si kecil Arshi pun sontak memekik kegelian.
" Hihihi... Ampun daddy... Ampun... Ashi nyeullah... Ashi janji eundak kata-katain daddy lagi... daddy shuttop, hahaha... Ashi mau ngompol, hahaha... " Pekik si kecil Arshi dengan tawa yang tak kunjung luntur dari bibirnya.
" Masih berani ngatain daddy? " Sahut Marvell dengan penuh ancaman, membuat si kecil Arshi pun sontak menggeleng-gelengkan kepalanya.
" Eundak, Ashi eundak bellani... Daddy shuka tium-tium Ashi, Ashi geulli... Eundak mahu lagi... "
" Sebagai gantinya, sekarang kamu yang harus cium daddy girl... "
Gadis kecil itu menyerah, membuatnya terpaksa memenuhi keinginan sang daddy untuk menciumnya.
Cup...
Gadis kecil itu mencium pipi kanan sang daddy dengan gerakan cepat, namun seolah tak puas, Marvell menunjuk bagian wajahnya yang lain.
" Sini " Tunjuk Marvell pada pipi kirinya.
__ADS_1
Cup...
" Sini... "
Cup...
" Sini... "
Cup...
Marvell menunjuk sebelah pipinya, lalu kedua bola matanya, dahinya, hidung mancungnya, dan berakhir di bibirnya, laki-laki itu tak henti meminta ciuman selamat paginya dari sang putri, membuat si kecil Arshi pun semakin kehilangan kesabaran.
" Sini... " Laki-laki itu terlihat menunjuk dagunya.
" Shuttop daddy... Ashi eundak mau tium-tium daddy lagi... Bibil na Ashi udah peugal-peugal... Kalau daddy mashih kullang tium na, minta tium aja shama mommy... Nanti mommy kashih daddy tium banak-banak... "
Hingga tanpa ia sadari, pandangannya kini jatuh pada sang putra yang baru saja keluar dari arah dapur, tatapan nya tajam menghunus, membuat senyuman Marvell seketika itu lenyap, ancaman telah datang.
" Morning boy... " Sapa Marvell pada sang putra dengan senyum kecutnya.
" Daddy... Daddy harus segera menyelesaikan nya... " Peringat Arsha mengingatkan.
" Oke boy... Daddy akan menyelesaikannya sekarang juga, kau tenang saja. Sebentar lagi, semua akan beres... " Sahut Marvell dengan sombongnya, membuat Arsha hanya bisa mendengus.
Really? batinnya meragukan.
__ADS_1
Marvell melangkah menuju dapur dengan penuh rasa percaya diri, istrinya itu pasti akan memaafkannya, mengingat tentang selimut itu, membuatnya selalu mengembangkan senyum lebarnya.
" Sayang... " Sahut Marvell dengan rengekan nya, tangannya kini mengulur merengkuh pinggang sang istri dengan manja.
Anelis yang tengah repot dengan masakan nya itu pun tak bisa berbuat apa-apa, wanita itu hanya diam membisu dengan tangan yang sibuk memotong-motong daging wagyu.
" Makasih ya sayang untuk selimutnya, berkat kamu mas jadi ngga kedinginan... " Laki-laki itu menci*m pipi sang istri seenak jidatnya, membuat Anelis seketika mendelik menatap pada sang suami yang terlihat cengar-cengir sendiri.
" Jadi... Mas sudah di maafin kan... " Sahut Marvell penuh percaya diri, membuat Anelis seketika mengerutkan dahi.
" Kata siapa?! "
" Kata kamu... "
" Nggak ada Ane bilang gitu... " Sahut Anelis acuh.
" Sudah dong sayang... Mas tau, kamu udah maafin mas, buktinya semalem kamu kasih selimut mas, mas bahagi... " Kalimat itu terputus begitu saja saat Anelis kembali membuka suara.
" Bukan Ane, mas jangan ngarang... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Arshi ia back
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕