
°°°~Happy Reading~°°°
Anelis membantu sang suami turun dari badan pesawat, wajah suaminya itu tampak memucat, bahkan tenaganya pun hampir terkuras, wajar saja, karena selama penerbangan tadi, suaminya itu terus menerus memuntahkan isi perutnya, membuat Anelis semakin tak tega di buatnya.
Setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman tuan Edgard, jajaran para pelayan sudah menyambut keduanya di pelataran, tak terkecuali mama Clara dan si imut Arshi yang sudah kompak dengan baju senada nya.
" Yeayyy... Mommy shama daddy udah puyang... ashik ashik ashik... "
Baru saja pintu mobil di buka oleh bodyguard, teriakan Arshi sudah melengking tajam.
Anelis keluar dari mobil itu lebih dulu, lalu setelah nya ia membantu sang suami keluar dari mobil dan langsung memapahnya. Kenapa tidak bodyguard saja yang memapah Marvell? Biasalah, naluri manja sang bos besar itu kini tengah mendominasi.
" Assalamualaikum... "
" Walaikum calam mommy tantik na Ashi dan daddy danteng na Ashi... "
Anelis mengembangkan senyum saat mendengar celotehan putri kecilnya itu, pastilah gadis menggemaskan itu tengah berusaha merayu nya saat ini.
Arshi berlari mendekati kedua orang tuanya, kepalanya celingukan kesana kemari.
" Arshi cari apa sayang... Oleh-oleh? " Tebak Anelis yang langsung di angguki Arshi dengan antusias.
" Iyya myh... oleh-oleh na Ashi manna... Kok eundak ada... "
" Oleh-oleh nya ada di koper sayang... Itu di bawa ke dalam sama pak Joko... " Sahut Anelis.
__ADS_1
" Yippi... Ashi dapat oleh-oleh... Ashik ashik ashik... "
Arshi memilih berlari ke dalam mansion, kaki kecil nya berusaha mengejar pelayan yang sudah seenaknya sendiri membawa kabur oleh-oleh nya.
" Arsha dimana ma? " Tanya Anelis pada mama mertua nya itu.
" Dia sama grandpa nya, lagi mancing ikan di belakang... "
Mancing ikan lagi? Kenapa putranya itu hobi sekali mancing ikan mahal itu, apa nggak sayang kalau ikan dengan harga selangit itu lenyap begitu saja di dalam perut?
" Dia masih mual-mual An? " Tanya mama Clara sembari menunjuk putranya dengan dagu.
" Masih ma... Malah tadi mual nya parah banget saat di dalam pesawat " Adu Anelis.
Mama Clara mendekat, tangannya mengulur hendak menyentuh kening sang putra, namun pergerakannya itu mendadak terhenti saat Marvell mulai melayangkan aksi protesnya.
" Ihhh... Pegang dikit aja nggak boleh... Kalau aja yang pegang istri kamu, pasti seneng nya na'udzubillah... "
Protes mama Clara, tangannya tetap keukeh ingin menyentuh kening putra semata wayangnya itu.
" Nggak panas kok... Pasti dia cuman ngada-ngada An... Palingan cuman akting aja biar kamu perhatian sama dia... "
" Sayang... Masuk aja deh... " Marvell tak menggubris sindiran dari mama nya itu, tubuhnya sudah sangat lemas tak karuan.
Akhirnya mereka memutuskan untuk memasuki mansion mewah itu, baru saja melewati pintu utama sudah terdengar teriakan Arshi.
__ADS_1
" Mommyh... Myh... " Gadis kecil itu tampak berlari mendekati mommy nya.
" Ada apa sayang... Kenapa Arshi lari-lari kaya gitu? "
" Myh... Oleh-oleh na Ashi kok eundak ada? "
" Tidak ada? Kok bisa tidak ada? Mommy udah bawain Arshi oleh-oleh banyak loh di koper... "
" Tapi oleh-oleh na eundak ada... " Sahut Arshi dengan wajah sendu nya.
" Kok bisa tidak ada ya... Padahal mommy udah beliin Arshi baju banyak banget loh... "
" Hiiihh... Eundak itu oleh-oleh yang Ashi mashud myh... " Geram Arshi.
" Bukan? Terus apa sayang... "
" DEDEK BAYI... " Sentak Arshi berapi-api, membuat semua orang seketika kalang kabut, bagaimana putri kecil nya itu meminta adek bayi dengan begitu mudah nya, emangnya bayi bisa langsung jadi jika di buat dalam waktu semalam?
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maap yah... lama update nya, hihihi
Tetap di usahain othor untuk update teratur
__ADS_1
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕