Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Masalahnya...


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Laki-laki itu tampak mengendap-endap di tengah gemerlap lampu kamar yang masih menyala terang, pandangannya menyapu pada dua sosok yang kini tengah tertidur pulas di atas ranjangnya, seulas senyum pun terbit dari wajah rupawan itu, rasa lelah yang sedari tadi menjalar dalam tubuhnya seketika itu lenyap tertelan oleh kerinduan.


Marvell berangsur mendekati keberadaan sang istri yang tengah terlelap bersama sang putra kecilnya, di belai nya wajah cantik sang istri tercinta, lalu mencium keningnya dalam, menyiratkan akan kerinduan karena seharian ini tak bisa berjumpa.


Namun, tanpa di sangka, tiba-tiba kelopak mata itu mulai mengerjap, tidur nyenyak Anelis terusik oleh sapuan lembut dari sang suami, hingga akhirnya bola mata itu mulai terbuka lebar, menatap sempurna pada wajah sang suami yang sedari tadi ia nanti kedatangannya.


" Ehmmm... Mas sudah pulang? Maaf tadi Ane ketiduran habis nen*nin adek... " Wanita itu sontak bangkit dari tidur nya.


" Apa mas membangunkan kamu, hmmm... " Suaranya lirih penuh penyesalan.


Anelis menggeleng meyakinkan.


" Mas sudah pulang dari tadi? " Dengarkanlah, bahkan suara lembutnya saja membuat Marvell begitu nyaman.


" Tidak, baru saja. Anak-anak tidak rewel kan... " Sahut Marvell sembari menatap lekat pada paras cantik sang istri yang kini terlihat menggerai rambutnya.


" Tidak mas, mas tidak usah khawatir, mereka sangat penurut... "


" Ane siapkan air hangat dulu buat mas ya... "


Anelis hendak beranjak dari ranjangnya, namun detik kemudian tangannya di cekal oleh sang suami, membuat tubuhnya tertahan, pandangannya bertemu dengan mata hangat sang suami.

__ADS_1


" Mas... "


Tanpa permisi, Marvell merengkuh erat sang istri dalam rengkuhan nya, hangat dan menenangkan, itulah yang kini ia rasakan. Seharian tak berjumpa membuat kerinduan itu bergejolak hebat dalam relung hatinya.


" Mas... "


" Sebentar saja sayang, biarkan seperti ini... " Lirih nya sembari menikmati hangat rengkuhan sang istri.


Anelis tak lagi bersuara, wanita itu membiarkan saja suaminya itu merengkuh nya posesif, ia tau, mungkin suaminya itu terlalu lelah setelah seharian ini harus bergelut dengan pekerjaan. Di tepuk-tepuk nya punggung kekar itu berusaha memberikan ketenangan.


" Mas kenapa? Apa ada masalah? "


" Huum... Masalah mas berat banget sayang... " Laki-laki itu terdengar menghela nafas dalam.


" Kalau mas ada masalah, cerita sama Ane... Bukankah kita harus saling berbagi, suka ataupun duka... " Sahut Anelis berusaha meyakinkan.


Anelis memutar bola matanya malas.


" Ini udah di peluk, masih kangen juga? " Entah kenapa Anelis malah menimpali candaan suaminya itu.


" Masih... Peluk nya kurang erat, jadi kangennya masih banyak... "


" Gini? " Wanita itu menuruti permintaan absurd sang suami, ia semakin mengeratkan rengkuhannya.

__ADS_1


" Erat lagi... " Pinta Marvell tanpa menunjukkan tanda-tanda akan puas.


" Gini? " Lagi-lagi Anelis semakin mengeratkan rengkuhannya.


" Erat lagi sayang... " Mana pernah laki-laki itu merasa puas jika tengah bersama dengan istri kecilnya itu.


" Sudah ahhh... Mas harus mandi. Ini lepasin dulu, biar Ane siapin air hangat buat mas... "


" Nggak mau... " Rengekan suaminya itu benar-benar tak jauh berbeda dengan rengekan putri kecilnya itu.


" Mas ngga gerah? "


" Ngga... "


Anelis menghela nafas dalam, membujuk suaminya itu sama susah nya dengan membujuk si kecil Arshi.


" Ini lepasin dulu, setelah mas selesai mandi nanti boleh peluk lagi... " Tawar Anelis.


" Setuju... " Sahut Marvell dengan semangat empat lima.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2