Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
My Son


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Dentuman musik mulai mengalun, cahaya kelap-kelip tampak menyeruak di tengah ruangan yang gelap temaram. Semua orang bagai terhanyut dalam sensasinya masing-masing, saling menggoyangkan tubuhnya di tengah musik yang kian memekakkan telinga.


Di sinilah Marvell saat ini, di sebuah bar elit milik salah satu sahabatnya yang sudah beberapa hari ini tak pernah ia sambangi karena kesibukannya mengurus sang calon masa depan, siapa lagi kalau bukan Anelis dan kedua anaknya.


Tak usah di tanya mengapa laki-laki arogan itu memilih singgah di bar elit itu, pikirannya kacau, hatinya serasa remuk redam bagai di tikam ribuan samurai yang tak henti-hentinya menghunus tajam ke arahnya.


Penolakan putranya tempo hari itu, benar-benar telah mencabik habis hati keras nya, meluluh lantakkan hati baja yang sebelumnya telah di pondasinya dengan kokoh dan tanpa celah.


Namun, tetap saja, penolakan putra nya itu benar-benar sukses membuat hatinya seketika remuk redam, rasanya begitu sakit, bahkan terasa lebih perih dari penghianatan sang mantan kekasih.


Di tenggaknya minuman beralkohol itu sampai tandas, ia ingin segera mengenyahkan semua rasa tak nyaman yang kian membelenggu hati dan jiwanya yang kian rapuh.


" Hei... Bro... Are you okay... Lama nggak muncul dan sekarang kau sudah mabuk aja? " Mark menepuk bahu sahabatnya yang sudah kehilangan setengah kesadarannya itu. Lalu duduk di kursi bar stool, di ikuti David yang baru saja melepaskan wanita malam nya dengan tak rela.


Marvell tersenyum getir, bukannya lenyap, rasa sesak di dalam hatinya malah kian menjadi, benar-benar menyebalkan.


" Aku di tolak Mark... Cihh... Ini sangat menyebalkan... " Di tuang nya lagi minuman memabukkan itu ke dalam gelasnya yang sudah kosong, lalu meminumnya dengan rakus bagai seorang yang tengah di landa kehausan.


" Seriously? Are you kidding? Siapa yang berani menolak seorang Marvell di dunia ini hah...? " David terkekeh... Tak percaya bahwa di dunia ini ada seseorang yang mampu menolak pesona dari seorang CEO perusahaan terbesar itu.


" Aku sudah melukai hatinya... Bagaimana ia akan menerimaku, hahh... Aku benar-benar merasa tak berguna... " Marvell mengusap wajahnya kasar, pikirannya kacau, otak nya buntu, ahhh... Semua kegundahan kini terasa begitu menyiksanya.


" Who is she? " Kepo Mark.


" My son... " Marvell menjatuhkan kepalanya di atas meja bar bersamaan dengan kesadarannya yang telah menguap entah kemana.


" Apa? Putramu? " Sentak David yang tak percaya.


" Shit... Dia malah tidur... Hey... Cepat jawab aku Vell... Kau membuatku dalam puncak kekepoan... Vell... Ahhh... Kau menyebalkan sekali... " Meski sudah berkali-kali mengguncang bahu Marvell, namun nyatanya laki-laki yang tengah patah hati itu tetap tak bergeming dan masih setia dengan tidur lelapnya, membuat David harus menahan kesal setengah mati.


" Sudah... biarkan saja, mungkin dia hanya mabok... Mana mungkin dia punya anak... Ada-ada saja... "


Mereka berdua lantas menggiring Marvell yang sudah setengah sadar itu kembali ke mobil nya, memerintahkan sang sopir dan bodyguard-bodyguard itu untuk membawa sang tuan muda kembali ke kediamannya.


Sedang mereka? Mereka akan meneruskan kegiatan mereka yang tadi sempat tertunda.


Apa itu? Hanya Tuhan dan mereka saja yang tahu.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Tak sampai setengah jam, mobil mewah itu sudah sampai di kediaman mama Clara, kedua bodyguard itu tampak tergopoh-gopoh menopang badan kekar tuan muda itu yang tampak sempoyongan.


" Lepas... Aku bisa jalan sendiri... "


Marvell melepas paksa kedua tangan bodyguard yang tengah memapahnya, berjalan memasuki kediaman mama Clara, langkahnya terlihat gontai dengan pijakan kaki yang tak beraturan.


Berkali-kali ia menggeleng-gelengkan kepalanya, berusaha mengenyahkan rasa pusing yang semakin mendera kepalanya, mencoba menyadarkan kembali kesadaran nya yang masih menguap entah kemana.


Ahhh... Sial... Ia memekik kesal karena tadi minum terlalu banyak hingga kini membuat nya mabok berat.


Tanpa di sadari nya, di sudut ruangan itu, tampak Anelis, Arshi dan Arsha yang baru saja keluar dari arah dapur dengan segelas susu di tangannya. Kelakuan tak biasa Marvell itu, langsung saja mengambil alih perhatian mereka.


" Om danteng itu keunapa ya myh? " Arshi menunjuk ke arah Marvell yang tampak berjalan sempoyongan.


Anelis jadi bingung harus menjawab apa pertanyaan putrinya itu, ia tahu betul, laki-laki itu pasti dalam pengaruh alkohol hingga membuat langkah laki-laki itu jadi tak beraturan bahkan tadi hampir menabrak sofa ruang tamu.


" Tidak apa-apa sayang... Mungkin om nya lagi mengantuk... " Dalih Anelis, ia tak ingin fakta yang sebenarnya itu akan menciptakan dampak negatif bagi putra-putrinya itu.


" Mommy... Ashi mau bantuin om danteng ya... Kashian om danteng na.. nanti kalau jatuh tellus kepala na benjoll gimana... Kan kachian... " Arshi meronta di pelukan Anelia yang sedari tadi mencekal tubuh mungil nya yang ingin sekali mendekati om danteng kesayangannya.


" Eundak mahu... Ashi mau na shama om danteng myh... " Arshi masih meronta, bahkan kini mulai terisak karena larangan mommy nya itu.


" Kalau Arshi nakal, besok pagi kita pulang saja ke rumah!!! " Ancam Anelis.


Ancaman itu sontak membungkam mulut cerewet Arshi, gadis itu tak lagi menangis, hanya mencebik kesal karena permintaan sederhana itu tak bisa di turuti mommy nya.


Akhirnya mereka kembali ke kamar mereka, Arshi berjalan dengan wajah kesal, sedang Arsha tampak sendu dalam lamunannya.


Berbagai pertanyaan kini memenuhi isi kepalanya, ada apa dengan daddy nya itu? Apa daddy nya berbuat seperti itu karena kecewa atas jawaban yang kemarin di lontarkan nya?


🍁🍁🍁


Pagi belum menyingsing, sang fajar masih setia bersembunyi di balik peraduannya, Anelis mulai mengerjabkan matanya, menelisik ke arah jam dinding, ternyata masih pukul tiga dini hari.


Ia memutuskan untuk kembali memejamkan bola matanya, namun sebelum itu, di tolehnya ke arah samping kiri kanannya, dimana kedua anaknya masih bergelung di bawah sana.


Namun, tiba-tiba saja bola matanya membelalak lebar, kenapa hanya ada Arsha di sana, lalu... Dimana bocah menggemaskan Arshi.

__ADS_1


Seketika itu, kepanikan melanda hati Anelis, rasa takut menjalar ke seluruh tubuhnya, ia takut bukan main, dimana Arshi saat ini? Kenapa dia tidak ada di ranjangnya? atau jangan-jangan... Dia di culik oleh seseorang?


Tidak... Tidak... Ia tidak boleh panik, mungkin saja putri kecilnya itu ada di dalam kamar mandi. Yahhh... Semoga saja seperti itu.


Ia mulai mencarinya ke kamar mandi, namun nihil, Arshi tak ada di sana. Hatinya kian bergemuruh hebat. Dimana gadis nakal itu berada?


Meninggalkan Arsha yang tertidur pulas, Anelis memutuskan untuk keluar dari kamarnya, mulai menelusuri seluruh ruangan di mansion itu yang mungkin saja menyimpan dimana keberadaan sang putri.


Bola matanya mulai menyapu seisi mansion yang masih lengang tanpa aktifitas sedikit pun itu, namun lagi-lagi, ia hanya bisa menelan kekecewaan, ia tak mendapati keberadaan sang putri dimana pun.


Ya Allah... Bagaimana ini... Dimana putri kecilnya itu berada?


Di tengah gelapnya malam, ia masih mondar mandir mencari keberadaan Arshi, ia sampai menuju halaman belakang, bahkan ke pelataran mansion.


Di susulnya manusia yang masih terlihat membuka mata, siapa lagi kalau bukan bapak satpam yang kini menjaga gerbang utama mansion, terlihat ketiga orang itu tengah mengobrol sembari menyesap hangat kopi panasnya.


" Pak... Apa anda melihat putri saya keluar gerbang? " Panik Anelis karena tak mendapati Arshi di kamarnya, atau bahkan di seluruh penjuru mansion.


" Maksud anda nona Arshi nona? "


" I-iya pak... " Air mata itu sudah jatuh dari bola matanya yang memerah, ia tak mampu lagi membendung segala ketakutan dalam dirinya.


" Tidak ada nona... Apa anda sudah mencari di dalam mansion... "


Anelis mengangguk dalam derai air mata.


" Sudah pak... Tapi saya tak bisa menemukannya, hiks... " Tangisnya kian dalam, bagaimana jika ia benar-benar kehilangan putri kesayangannya itu.


" Saya akan coba ikut mencarinya... "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu...


Siapa nih di sini yang nyulik si comel Arshi, hahh... ngaku aja deh sebelum di gerebek polisi anak bawang, hehehe


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2