
°°°~Happy Reading~°°°
Jarum jam menunjukkan pukul 9 pagi, si kecil Arsha dan si kecil Arshi akhirnya tumbang juga, kedua bocah menggemaskan itu tampak terlelap dalam tidur nyenyak nya setelah lelah menjaga sang baby boy yang sukses mengambil alih semua perhatiannya.
Bebas dari pengawasan sang kakak, bayi mungil itu kini beralih menjadi pusat perhatian sang grandpa dan granny, kedua orang tua itu tak henti menatap bayi mungil yang tengah terlelap itu, mereka berdua senantiasa berdecak kagum atas ketampanan putra baru Marvell tersebut.
Mata biru, hidung mancung, pipi chubby, bibir tipis, terlihat sangat sempurna, seolah semua ketampanan Marvell di turunkan pada bayi mungil itu. Sedang Anelis, ia seolah tak mendapatkan bagian sedikitpun dari tubuh sempurna baby boy itu.
" Pa, lihat deh... Cucuku ini sangat tampan bukan, uchhh... Gemesh deh, jadi pengen punya baby lagi... " Seloroh mama Clara yang kini tengah menatap lekat pada baby boy yang terlelap di atas box bayi.
" Ya udah ayo lanjutin yang semalem... " Sahut tuan Edgard dengan wajah berbinar, membuat mama Clara seketika melorot tajam.
" Kamu mau saingan sama anakmu? " Dengan nada ketus nya.
" Ya iya lah... Apalagi sekarang dia harus puasa, ck... Papa yakin belum ada sehari dia pasti sudah main solo, hahaha... " Tawa menggelegar kembali terdengar dari tuan Edgard, membuat Marvell semakin jengkel saja, wajahnya pun kini semakin mendusel di leher jenjang Anelis.
" Sayang... " Rengek nya pada Anelis, membuat wanita itu menghela nafas panjang, tingkah suaminya itu malah lebih parah daripada tingkah sang baby boy yang cenderung lebih tenang.
__ADS_1
" Mas... " Peringat Anelis, suaminya itu malah semakin merapatkan tubuhnya, terlihat sangat tidak sopan di hadapan para orang tua itu.
" Tapi mama heran deh, kenapa semua anak mu hampir mirip sama kamu sih Vell... Apalagi Arsha, dia photo copy an kamu banget, kalau Arshi masih mending ada wajahnya Ane, makannya jadi cantik. Yang baru ini juga mirip sama kamu, sedangkan Ane cuma kebagian bibirnya aja... "
" Ya iya dong ma mereka mirip sama aku, kan aku yang bekerja keras membuatnya... " Marvell tak berani melanjutkan kata-katanya saat pelototan tajam kini menghujam kearah nya.
" Soal ginian aja semangatnya langsung berkobar, ingat Vell... Pu A Sa... Hahahaha... " Memang dasar papa ngga ada akhlak, tuan Edgard seperti tak puas untuk mengolok-olok kemalangan putranya itu.
" Udah deh... Udah pada gede juga, masih pada ribut sih... Ini aki-aki juga, kasihan itu putramu, apa mau puasa juga... " Ancam mama Clara, membuat tawa tuan Edgard seketika menguap tak tersisa, sedang Marvell kini gantian yang tertawa puas.
" Tidak kok mama sayang... " Tuan Edgard berusaha membujuk sang istri, dan untung saja mama Clara sedikit luluh dengan tidak memperpanjang nya.
Anelis membeliak, ia lupa harus memberikan putranya nama, sedang dirinya tak sedikitpun menyiapkan nama untuk sang baby boy.
" Belum mah... "
" Aku sudah ada... " Kalimat itu datang dari seorang Marvell.
__ADS_1
" Mas sudah siapin namanya? " Tekan Anelis, wanita itu seolah tak percaya pada sang suami yang begitu perhatian dengan anak baru mereka.
" Arshell... "
" Arshell Adellard Austin De Enzo " Tambahnya.
" Itu nama kaya jalan tol aja, panjang banget... Nama sekampung dibawa dia sendiri... " Komen mama Clara.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Makasih untuk Chingu yang sudah merekomendasikan nama untuk baby boy
Gimana nih menurut kalian nama baby boy nya, hehehe...
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕