Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Cinta dan Kasih Sayang


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


" Apapun untuk mu sayang... " Marvell mendekatkan wajahnya pada sang istri, semakin dekat, semakin dekat, hingga akhirnya...


Bugh...


Segumpal salju kini berhasil mengenai belakang kepala Marvell, membuat laki-laki itu pun sontak memekik sembari memegangi kepalanya, aksinya gagal total, membuat sang empu sontak berdecak kesal.


" Akhhh... Shhht... Sial... " Umpat Marvell, sungguh sial dirinya, begitu malang nasibnya, bukannya mendapat ciuman hangat, ia malah kena timpuk salju sial*n.


" Istighfar mas... " Kekeh Anelis saat menatap pada wajah frustasi sang suami.


" Ohhh... Ini sangat menjengkelkan sayang... " Rengek Marvell mencoba mengambil simpati sang istri.


Hingga akhirnya...


Bugh...


Lagi-lagi bola salju itu berhasil mengenai tubuh kekarnya, membuat Marvell semakin di buat kesal saja. Diliriknya sang pembuat rusuh itu dengan mata tajam menusuknya.


" Twins!!! " Peringat Marvell sembari menatap tajam pada kedua buah hatinya.


" ARSHI... SERANG... " Seru Arsha mengkomando.


" Shullang daddy dullakulla... "


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Berkali-kali Marvell mendapat serangan dari kedua buah hatinya, berkali-kali itu juga laki-laki itu memohon untuk tak lagi di hakimi.


" Ahhh... Stop twins... Daddy nyerah, berhenti sekarang... "


Bugh...


Bugh...


Bugh...


Serangan itu tak kunjung menemui titik akhir, membuat Marvell semakin di landa frustasi, kenapa hanya dirinya saja yang diincar kedua anak kembarnya, sedang sang istri tampak tenang menikmati kesengsaraan nya saat ini.

__ADS_1


" Ahhh... Shhhit... Stop Twins... Daddy will give you many rewards... Ahhh... "


Membuat Arshi sontak menghentikan aksinya.


" Daddy shulll? " (Daddy sure? ) (Daddy serius)


Sahut Arshi dengan wajah berbinar.


Hadiah? Siapa yang tidak akan tergiur dengan hadiah dari sang daddy yang selalu memanjakan nya itu?


" Arshi!!! Come on... Kau harus serang daddy drakula lagi... " Peringat Arsha, membuat si kecil Arshi sontak menggeleng.


" No Asha... Ashi won lliwed... " ( Tidak Arsha, Arshi ingin hadiah... )


Membuat Arsha sontak menghela nafas kesal.


" Ohhh god... Your'e traitor, Arshi... " (Kamu penghianat Arshi...) Cebik Arsha tak terima.


" Ohhh... Come on girl, kamu harus membantu daddy menyerang Arsha... "


Gadis kecil itu sontak berlari mendekati sang daddy, meninggalkan sang kembaran yang kini sudah berwajah nyalang penuh emosi.


" Menyerahlah boy... Dua lawan satu, you will be lose.. " Peringat Marvell dengan seringai liciknya, membuat Arsha sontak semakin tersulut.


Cih... Mana bisa dia menyerah begitu saja. Bocah laki-laki itu tak menerima kekalahan, sekalipun dengan daddy nya.


" Come on daddy... I'm not a loser..." (Aku bukan pecundang...) Cecar Arsha dengan mata tajam menghunus nya.


" Lebih baik kita mulai peperangan nya sekarang, boy... " Marvell mengalihkan pandangannya pada sang putri " girl, are you ready? "


" Lledi daddy... "


" Ayo kita shullang Asha... "


Dan pertempuran itupun kembali tercinta, meski Arsha hanya seorang diri, namun bocah laki-laki itu cukup lihai untuk menghindari banyaknya serangan yang terus saja menghujam ke arahnya, bocah laki-laki itu bahkan berhasil membuat kedua lawannya itu sampai kewalahan akibat gerak gesitnya.


Begitu asiknya mereka saling serang, hingga tanpa di sadari, lemparan itu kini berbelok mengarah pada sosok bayi mungil yang tengah duduk santai di atas gelaran salju tebal bersama sang mommy, membuat bayi mungil itu seketika tersentak, merasakan sesuatu menghantam keras atas kepalanya.


" Adek... " Pekik Anelis tak kalah terkejut, buru-buru Anelis mengusap-usap ujung kepala baby Arshell yang terbalut topi rajut, memeriksa keadaan bayi mungil itu yang tampak terdiam tanpa ekspresi, hanya berkedip-kedip tanpa ada tanda ingin meluruhkan tangis.


" Adek... Sayang... " Anelis berusaha membangunkan si kecil Arshell yang masih dalam mode keterkejutan.


" Hey baby... Are you oke, hmmm... " Marvell dan si kembar ikut mengerubungi bayi mungil itu, hingga akhirnya, ledakan tawa kini menggelegar membahana, bayi mungil itu malah tertawa terbahak-bahak seolah lemparan salju itu adalah mainan yang di lemparkan untuknya.


" Da-da-da-da-da... " Tangan mungil itu meraup butiran salju yang berserakan di depannya, melemparkannya sembarang seolah mengajak daddy dan kedua kakaknya itu bermain bersama.


" Astaghfirullah, adek kenapa buat mommy khawatir sayang... " Anelis mengecup pipi gembil itu dengan gemasnya.

__ADS_1


" Sepertinya baby menikmatinya sayang, ahahaha... "


" Hampir saja jantung Ane copot mas... " Sahut Anelis lega.


" Lalu mas akan berikan setengah jantung mas untuk kamu sayang... " Gombal Marvell, membuat Anelis sontak memutar bola matanya malas, suaminya itu pintar sekali memanfaatkan keadaan.


" Kita harus melanjutkan pertarungan nya lagi daddy. Tidak boleh berhenti jika belum ada pemenangnya... " Tantang Arsha.


" Of course... Kita lanjutkan lagi, tapi daddy ada anggota baru... " Laki-laki itu bergerak menggendong baby Arshell dalam gendongannya, membuat bayi mungil itu sontak memekik girang.


" Da-da-da-da-da... "


" Maksud daddy baby Arshell? " Tanya Arsha memicingkan matanya.


" Hmmm... "


" You cheat, dad... " (Kamu curang dad...) Sungut Arsha sembari melipat kedua tangannya di depan dada, daddy nya itu benar-benar pecundang, bukan laki-laki sejati seperti yang di gembor-gemborkan di media.


" Siapa suruh kamu menantang daddy boy, sekarang tiga lawan satu, kamu tidak akan lolos dari daddy... " Smirk Marvell penuh kemenangan.


" Bukan tiga lawan satu, tapi tiga lawan dua. Ane ikut bergabung dengan Arsha... " Anelis beralih menatap pada sang putra " Kau setuju sayang? " Anelis buka suara, membuat Arsha sontak mengangguk dengan wajah berbinar.


" Thank you mom, i love you so much... "


Dan pertarungan itupun kembali terulang untuk yang kesekian kalinya, keluarga kecil itu saling melempar satu sama lain dengan tawa yang tak henti menyungging di bibirnya, tenggelam dalam hangat kebersamaan keluarga, saling meluapkan rasa bahagia yang membuncah dalam dada.


Begitu sempurna kehidupan Anelis saat ini. Limpahan kasih sayang tak henti-hentinya mengalir deras untuk wanita berhijab yang kini tengah menyandang sebagai istri dan ibu dari tiga anak itu.


Kalau di tanya apakah Anelis bahagia? Tentu saja jawabannya adalah ya, Anelis bahagia, sangat bahagia. Meski kehidupannya dulu begitu menyesakkan dada, penuh akan derita, namun dengan kesabarannya, Anelis mampu melewatinya, menciptakan keluarga harmonis, mewujudkan keluarga bahagia dengan cinta dan kasih sayang yang tiada terhingga.


TAMAT


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Akhirnya setelah sekian purnama, aku menamatkan novel ini juga


Terimakasih untuk setiap dukungan dan support dari chingu sekalian


Tanpa kalian, apalah othor satu ini yang penuh akan kekurangan update hingga buat kalian jamuran berbulan-bulan 😂


Jangan lupa follow ig othor @chi chi rein ya chingu, kemungkinan akan ada visual keluarga Marvell disana, tunggu yah😆


Jangan lupa mampir di karya othor yang lain, Secret Baby Girl, masih anget-anget nya nih...


__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2