
°°°~Happy Reading~°°°
Anelis baru saja selesai menyiapkan air hangat untuk sang suami, wanita itu terlihat keluar dari kamar mandi. Pandangannya langsung saja terfokus pada interaksi sang suami yang terlihat bermain dengan putra kecilnya yang masih terlelap. Seketika hatinya menghangat, suaminya itu benar-benar menyayangi sang putra kecilnya.
" Mas... Ini air nya sudah siap... " Interupsi Anelis.
" Sebentar sayang... "
Marvell tak bergeming sedikitpun, laki-laki itu masih saja sibuk menjahili putra kecil nya, kecup*n-kecup*n hangat ia taburkan di wajah menggemaskan itu, sedang tangannya tak henti menoel-noel pipi gembilnya.
" Mas... "
Suaranya lirih namun tersirat akan ancaman mematikan, membuat laki-laki itu seketika terbirit-birit masuk ke dalam kamar mandi.
Melihat itu, membuat Anelis terkekeh, ada-ada saja tingkah suaminya itu.
Lima belas menit berlalu, Marvell telah selesai dengan ritual mandinya, laki-laki itu terlihat keluar dari kamar mandi dengan handuk putih yang terlilit di pinggangnya, jangan lupakan dengan belahan roti sobek yang menghiasi perut sixpack nya.
Anelis sontak beranjak mengambilkan baju ganti untuk sang suami tercinta, sedang Marvell kini berangsur mendekati baby Arshell yang tampak damai dalam tidurnya.
" Mas... Jangan ganggu adek... " Peringat Anelis.
__ADS_1
" Ngga ganggu sayang, cuman mau cium dikit aja... " Laki-laki itu memang pandai berkilah.
" Kalau adek bangun, mas yang tanggung jawab loh... "
" Siap cantik... "
Kecupan-kecupan hangat kembali menyapu di wajah baby Arshell, tak seperti tadi, kini baby Arshell tampak menggeliat tak tenang.
" Euuhhh... " Baby Arshell mulai menggeliat tak tenang, membuat Marvell seketika menggigit jarinya, jangan sampai membuat bayi mungil itu menangis atau istrinya itu akan murka, di tepuk-tepuk nya pantat itu perlahan, namun usahanya tetap gagal, bayi mungil itu malah menangis kencang.
" Oekkk... Oekkk... "
Buru-buru Marvell mengangkat baby Arshell dan menggendongnya dalam rengkuhan, bukannya berhenti menangis seperti biasanya, bayi mungil itu malah semakin lantang menangis nya.
" Oekkk... Oekkk... " Baby Arshell masih saja menangis tanpa henti, membuat Marvell semakin kalang kabut.
Tamat sudah riwayat mu daddy.
" Mas... " Sahut Anelis sembari melemparkan tatapan menghunus nya, membuat Marvell seketika bergidik.
" Hehehe, sayang... Baby Arshell pengen nen*n nih... " Kilahnya.
__ADS_1
" Mas ihhh... " Meski setengah kesal, Anelis tetap mengambil alih baby Arshell dari gendongan sang suami, duduk di atas ranjangnya, wanita itu tak ada jalan lain selain memberikan ASI untuk putranya yang masih mengantuk.
" Tuh kan bener... Baby pengen nen*n, itu buktinya langsung diem... " Laki-laki itu masih saja mencari-cari alasan, bisa gawat jika istrinya itu masih kesal dengannya.
" Tapi kan tetep mas yang buat adek nangis... " Wanita itu melengos, pura-pura marah.
" Cantiknya mas masih marah, hmmm? " Laki-laki itu ikut duduk di samping sang istri, wajahnya mendusel di balik leher jenjang Anelis yang terekspos.
" Mas... Geli... Itu bajunya di pake dulu mas, itu handuknya mas tersingkap ihhh... " Sebal Anelis, suaminya itu kalau pakai handuk memang sekenanya, yang penting nempel aja di badan.
" Nggak usah lah sayang, mubadzir juga kalau di pakai sekarang... "
Ucapan Marvell sukses membuat Anelis mendelik, belum ada sejam mereka bersama, namun tingkah Marvell malam ini sukses membuat Anelis kalang kabut tak berdaya.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Ganti yang kemarin ya, hehehe
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕