Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Alergi


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Malam mulai menyingsing, cahaya rembulan yang berpendar itu tampak semakin cantik dengan dihiasi gemerlap bintang di langit.


Keluarga kecil itu tengah menikmati waktu bersama, berkumpul, bercanda tawa, saling berbagi bahagia dan cerita.


" Bagaimana sekolah kalian hari ini my twins? " Sahut Marvell, ia tak ingin melewatkan sedikitpun waktu tumbuh kembang sang buah hati.


" Sekullah na shellu sheukalli daddy... Tadi Ashi ada plojeck mewalnai loh, Ashi dapat point banak sheukalli... Ada... Emmm... Shatu, dua, tida, eumpat, lima, tuduh, deulapan... " Arshi menghitung-hitung dengan jemarinya.


" Enam nya kamu kemanain Arshi? " Arsha ikut mengomentari.


" Biallin... Ashi udah buang ke laut... Asha kalau nakal-nakal shama Ashi, nanti Ashi juda buang Asha keu laut, biall tau lassa, bleee... " Arshi menjulurkan lidahnya sebal.


" Sudah sudah... Kenapa kalian senang sekali berantem, apa dulu saat di perut mommy kalian seperti ini juga, hmmm... "


" Bukan Ashi yang nakal daddy... tapi Asha itu shuka bikin galla-galla shama Ashi... Ashi kan jadi na shebel... " Bibir mungil Arshi mengerucut sebal, hingga membuat pipi chubby itu semakin menggelembung imut.


" Sudah dong girl, kamu jadi jelek kalau manyun seperti ini, daddy cium nih, hmmm... " Gemas, Marvell pun menghamburi putri nya itu dengan ciuman bertubi-tubi.


"Hahahaha... Geulli daddy... Ashi eundak mau di tium-tium, Ashi geulli... mommy ajah... Ashi eundak mau, hahahaha... " Arshi meronta di pelukan sang daddy.


" Sekarang daddy cium kamu dulu, nanti giliran nya mommy... "


" Uhuk-Uhuk... " Sontak saja pernyataan itu membuat Anelis sampai tersedak air.


" Kamu kenapa? " Tanya Marvell dengan wajah polos tanpa merasa berdosa, membuat Anelis jadi salah tingkah sendiri di buatnya.


" Hanya... Hanya tersedak mas... "


" Minumnya hati-hati, kenapa sampai tumpah-tumpah gini, kaya anak kecil saja... " Marvell mengelap bibir piech Anelis dengan jemarinya, sontak saja membuat pipi wanita berhijab itu bersemu merah, malu bukan main, lalu, apa ini? kenapa jantungnya memompa begitu cepatnya, bagai ingin melompat keluar dari tubuhnya.


" Su-sudah mas... " Huuuh... Kenapa jantungnya tak bisa di kontrol seperti ini sih, kenapa tiba-tiba udara terasa begitu panas dan sesak?


" Keunapa pipi na mommy kaya ada mellah-mellah na? "

__ADS_1


Pernyataan Arshi itu sukses membuat wajah Anelis semakin memerah padam, dari pada wajahnya semakin merah bak kepiting rebus, Anelis putuskan untuk angkat kaki saja dari tempat itu.


" A-aku... Ke belakang dulu mas... "


" Ngapain? "


" Mau... Mau... Ini... Ambil minum... " Kilah nya.


" Ya udah, aku anterin... " Sahut Marvell, hobi barunya saat ini adalah menggoda istrinya sepuas hatinya.


" Ti-tidak... tidak usah mas... " Niatnya ingin melarikan diri malah diikutin, gimana ceritanya? Anelis segera mempercepat langkah kakinya agar cepat-cepat menghilang dari sana.


Marvell senyum-senyum sendiri dengan tingkah malu-malu istrinya itu, begitu menggemaskan, jadi ingin cium beneran.


" Mommy keunapa daddy, pipi na ko mellah-mellah begitu, apa mommy ladi alelgi? " Sahut Arshi khawatir mengingat dulu pernah melihat kulit Arsha memerah karena alergi udang.


" Sepertinya mommy alergi sama daddy girl " Marvell terkekeh.


" Alelgi daddy? emang daddy bisha di makan? mommy shuka makan daddy? "


🍁🍁🍁


Ya, semenjak menikahi Anelis, kini kebiasaan Marvell berubah drastis, yang biasanya selalu bangun telat, kini laki-laki bertubuh atletis itu sudah terbiasa bangun subuh agar tak sampai meninggalkan kewajibannya, baru setelah itu ia menghabiskan waktu di ruang fitnes sembari menunggu pagi menjelang.


Di bukanya pintu ruangan itu perlahan, memperlihatkan sederet alat-alat olahraga, lengkap dengan sesosok laki-laki bertubuh kekar yang tengah melakukan treadmill rutinnya.


" Mas... "


Marvell menghentikan aktifitasnya sejenak, dengan nafas terengah-engah, keringat bercucuran di seluruh wajah dan dada polosnya, laki-laki bertubuh kekar itu turun dari mesin treadmill dan menghampiri istrinya yang sudah menunggunya hendak memberikan minumannya.


" Huhhh... Terimakasih... " Sahutnya setelah menyeruput kopi pahit kesukaannya, di usapnya keringat yang mengalir di keningnya, bak adegan slow motion, pesona laki-laki itu benar-benar tak terbantahkan, membuat siapa saja yang melihatnya tak akan sanggup menahan godaan iman, tak terkecuali Anelis yang sedari tadi hanya bisa membuang pandangan.


" Anak-anak sudah bangun? " Nafasnya masih kembang kempis.


" Belum mas... Aku sengaja tak membangunkan mereka, sekolah mereka kan libur, semalem juga kalian mainnya terlalu malam, jadi pasti susah di bangunin nya... " Sahut Anelis sedikit mengerucutkan bibirnya, akibat ulah sang suami yang tak henti mengajak main kedua buah hatinya, ia jadi tidur terlalu larut.

__ADS_1


" Kan mumpung libur, jadi bisa main sepuasnya... "


" Mas jadi lembur hari ini? "


" Iya, kerjaan ku masih banyak, ada proyek besar yang harus aku selesaikan, kenapa? "


" Aku rencananya mau ajak anak-anak ke rumah mama, sudah lama nggak ke sana... "


" Ya sudah... Nanti aku antar sekalian berangkat ke kantor "


" Iya mas... Kalau gitu Ane ke bawah dulu, mau nyiapin sarapan... "


Anelis memutar badannya hendak meninggalkan ruangan itu, namun... tunggu, ia ingat sesuatu.


" Oh... iya mas... " Hendak membalik tubuhnya lagi, namun sialnya kakinya salah berpijak hingga membuat tubuhnya oleng dan...


Bruk...


Karena Marvell tak siap dengan serangan mendadak Anelis, alhasil membuat tubuh mereka berdua terhuyung ke belakang. Marvell dengan gerakan gesit membalik posisi mereka agar tubuh berharga istrinya itu tak sampai menyentuh lantai, hingga akhirnya tubuh mungil Anelis yang kini jatuh menimpa tubuh kekar Marvell dan cup...


Kecupan singkat itu tak sengaja tercipta, manisnya bibir yang hanya bisa di rasakan Marvell 4 tahun lalu, kini akhirnya bisa ia rasakan kembali, begitu manis dan mendamba, membuat sang tuan muda itu menginginkan lebih dan lebih.


" Mommy shama daddy ladi apa? ".


Terlihat si kecil Arshi yang sudah berada di ambang pintu, jemarinya sibuk mengucek-ucek matanya yang masih memburam karena masih setengah mengantuk.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Maap ya, beberapa hari kemarin ngga update, masih harus bedrest dan masih recovery


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2