
°°°~Happy Reading~°°°
" Tidak bisakah kalian tetap tinggal di sini saja? " Mama Clara tetap merengek meski semua barang-barang Anelis sudah di masukkan ke dalam mobil.
" Ayolah mam... Kita kan masih bisa bertemu... Nanti mama bisa main ke rumah atau nanti aku yang bawa anak-anak kesini... " Marvell menimpali dengan jengah.
" Iya ma... Nanti setiap akhir pekan, Ane akan berkunjung kesini... Bolehkan... mas... " Anelis mendongak ragu menatap suaminya.
" Iya... Begitu juga boleh... "
" Hmmm... Tetap saja rumah mama akan terasa sepi... " Rengek mama Clara, sungguh ia tak rela jika anak, menantu, dan kedua cucu nya itu pergi dari kediamannya.
" Sudahlah mam... Mereka juga butuh hidup mandiri. Nanti kita buat yang baru saja kalau mama merasa kesepian... " Goda tuan Edgard yang sedari tadi merengkuh pinggang istrinya, dan tentu saja, tingkah absurd tuan yang tak lagi muda itu langsung dihadiahi tabokan oleh mama Clara.
" Ishhh... Papa ini ngga pernah inget umur... Udah amnesia? Lupa kalau ini udah aki-aki? " Kesal mama Clara lalu mencubit perut tuan Edgard yang tak lagi sixpack.
" Awww... Malu dong ma kalau disini... Kita terusin di kamar saja ya sayang... "
" Papa... "
" Ya sudah, kita duluan ma... Pa... " Sahut Marvell dari pada harus menonton adegan tak berfaedah itu.
" Kalau begitu kami pamit dulu ya ma... pa... " Anelis lalu mencium punggung tangan kedua mertua nya itu bergantian.
" Arsha sama Arshi salim dulu sayang... "
Sontak saja, Arsha dan Arshi langsung mengikuti instruksi dari mommy nya itu, hingga akhirnya mereka berpamitan untuk memulai pengembaraan nya.
" Asshamikum glani...glanpa... " Tetap suara Arshi yang mendominasi.
🍁🍁🍁
Mobil mewah itu mulai membelah jalanan ibukota, menyisir gedung-gedung bertingkat yang semakin tertinggal di belakang.
Hening kian melanda, tak ada lagi ocehan dari si mungil Arshi yang kini kehilangan ocehan nya. Gadis mungil itu tampak gusar, sedari tadi ia sibuk membenahi posisi duduk nya meski tengah di pangku oleh sang daddy sekalipun.
Lama ia bertahan, hingga akhirnya ia memilih menyerah, ia tak lagi bisa menahan segala rasa tak nyaman yang berasal dari perut nya.
" Myh... " Rintihnya membuat pasangan suami istri itu seketika menatap ke arah putri mereka.
" Arshi kenapa sayang... " Cemas Anelis saat mendapati wajah Arshi yang sedikit mengkerut.
" Pellut Ashi tatit myh... " Sembari memegangi perutnya.
" Sakit? Sakit kenapa sayang... Arshi ingin muntah? Hmmm... " Di genggamnya jemari mungil putrinya itu, semakin gugup saja Anelis saat melihat Arshi yang tengah kesakitan.
" Eundak myh... Pellut Ashi atit, Ashi penen pup myh... " Lirih nya setengah merintih.
Anelis membuang nafas kasar, sia-sia saja kekhawatiran nya, ternyata putrinya itu hanya ingin membuang hajat.
" Uhhh... Mommy... Pellut Ashi atit... " Setengah menangis, Arshi tak ingin image menggemaskan nya ternodai dengan pup di celana.
" Emmm... Arshi tahan sebentar ya sayang... sebentar lagi kita sampai di rumah daddy... " Bujuk Anelis, meski ia tak tahu pasti, tapi mungkin dengan itu Arshi bisa menahan sedikit rasa ingin nya.
__ADS_1
Arshi menggeleng cepat.
" Eundak bisha... Ashi eundak bisha nahan myh... Pup na udah mau keluall hwahwahwa... " Gadis itu memilih menangis saat tak lagi bisa menahannya.
" Sebenarnya Arshi kenapa? Apa perlu kita bawa ke rumah sakit saja, sepertinya dia kesakitan... " Marvell tak kalah khawatir saat menatap putrinya yang kini meringkuk di pangkuannya.
" Tidak mas... " Anelis celingak-celinguk menatap keluar jendela.
" Mmm... Bisa tidak kita berhenti di SPBU itu, mas? " Anelis menunjuk tempat pengisian bahan bakar yang letaknya masih jauh di depan sana.
Marvell mengerut dahinya " Untuk apa? "
" Arshi pengen buang air besar, nggak bisa nahan lagi dia... Takutnya pup di celana... " Cemasnya.
" Tidak!!! " Tolak nya mentah-mentah, bagaimana bisa putrinya itu membuang hajatnya di tempat umum yang mungkin tak higienis itu.
" Mas... Belok... " Anelis mengingatkan, namun mobil itu malah terus melaju meninggalkan tempat pengisian bahan bakar itu.
" Mas... " Tak bisa di jabarkan lagi bagaimana kesalnya Anelis, bukan karena tak sabar, ia hanya takut jika putri kecil nya itu sampai pup di celana dan menyebabkan mau menyengat di dalam mobil mewah itu.
" Di dekat sini ada hotel cabang kita tuan, apa kita perlu kesana? " Timpal Willy yang sepertinya mengerti derita gadis kecil itu yang masih berusaha menahan perutnya yang mulas.
" Hmmm... kita ke hotel saja, di sana lebih higienis! "
Tak berapa lama, mobil itu benar-benar singgah di salah satu hotel yang terlihat sangat mewah, buru-buru Anelis turun dari mobil itu dengan Arshi di gendongannya.
" Ane tidak tahu tempat ini mas, kita beneran boleh masuk ke dalam? " Sahut Anelis, nafasnya terengah-engah antara rasa gugup dan khawatir.
Tak berapa lama, Lift yang di tumpangi keluarga baru itu akhirnya sampai juga di lantai teratas, langsung saja Marvell membawa anak serta istrinya itu memasuki salah satu kamar VVIP disana.
Sesampai di kamar tersebut, Anelis langsung membawa putrinya itu masuk ke dalam kamar mandi, sedang Marvell dan Arsha memilih menunggu di atas ranjang empuk yang terasa begitu nyaman.
" Apa Arshi sering seperti itu? "
" Iya dad, Arshi sangat merepotkan, saat bepergian pasti dia minta pup di jalan... "
" Kasihan sekali mommy mu... " Tak bisa Marvell membayangkan bagaimana repotnya Anelis dulu dengan dua anak tanpa adanya sosok pendamping di sisi ya.
" Iya... Kadang aku kasihan sama mommy saat menghadapi tingkah nya Arshi, dulu Arshi sangat nakal, sekarang juga, tapi agak berkurang. Dulu Arsha ingin sekali bantu mommy, tapi nyatanya Arsha tak bisa membantu mommy sama sekali. Mommy sangat hebat, mommy selalu sabar mengurus kita berdua, apalagi Arshi si tukang cerewet itu " Entah karena terlalu kesal atau apa, hingga akhirnya si laki-laki dingin itu mengeluarkan segala unek-unek dalam hatinya.
Marvell merengkuh putranya itu.
" Maafkan daddy boy, karena dulu tak pernah ada di sisi kalian, tak ada saat kalian sedih atau bahkan menangis, maafkan daddy... "
" Asalkan daddy tidak akan meninggalkan kami lagi, dan... tidak menyakiti mommy lagi... "
" Iya, Daddy janji tidak akan meninggalkan kalian lagi, daddy akan berusaha membahagiakan kalian, melindungi kalian. Dan... Daddy janji... Daddy tak akan lagi menyakiti mommy kalian... Itu janji daddy padamu boy "
Klek...
Tak berapa lama pintu kamar mandi terbuka, menampilkan Anelis dan si kecil Arshi yang tengah meringkuk menyembunyikan wajahnya di balik hijab Anelis yang tengah menggendong nya.
" Sudah selesai? " Marvell beranjak menyusul Anelis.
__ADS_1
" Heem... maaf... Jadi merepotkan seperti ini... "
" Tak apa... " Marvell beralih menatap putrinya yang setia menyembunyikan wajahnya.
" Ya sudah, sini gendong sama daddy... " Marvell hendak mengambil alih tubuh mungil Arshi, namun tiba-tiba saja terasa sangat berat saat Arshi semakin mengeratkan pelukannya.
" Arshi ngga mau sama daddy? " Sahut Marvell dengan raut wajah kecewanya.
Arshi menggelengkan kepalanya, wajahnya tetap bersembunyi di balik kerudung Anelis.
" Arshi beneran ngga mahu di gendong daddy " lagi-lagi hanya gelengan kepala yang ia dapatkan, dan tak berselang lama, terdengar Arshi yang kini menangis kencang.
" Hwa.... "
" Arshi kenapa girl... " Marvell mengusap lembut kepala Arshi.
Tak mendapat jawaban, Marvell beralih menatap Anelis " Dia kenapa? "
" Dia takut kamu marah mas... "
" Marah? Marah kenapa? " Marvell mengerutkan dahinya.
" Karena tadi dia minta pup saat masih di jalan... "
Ya ampun... Pernyataan Anelis berhasil membuat Marvell menepuk jidat.
" Tidak... Daddy tidak marah girl... Sini gendong sama daddy... Kasihan mommy capek gendong kamu sayang... "
Setelah berkali-kali membujuk, akhirnya gadis kecil itu bersedia untuk di gendong oleh daddy nya, namun tetap saja, ia menyembunyikan wajahnya di pundak kekar daddy nya.
" Sini... Lihat daddy... "
Mata sembab Arshi mulai menatap wajah daddy nya.
" Kenapa Arshi menangis? "
" Ashi takuk daddy mallah shama Ashi, kalna Ashi na nakal, hiks... " Air mata itu kembali merebak.
" Tidak... Daddy tidak marah... asalkan kamu berhenti menangis, okay... "
Arshi mengangguk dengan sisa tangis yang menggantung.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Maap, molor nya lama, hehehe
Dari cerita di atas kita dapat mengambil hikmah yang luar biasa, kalau anak kita yang suka cerewet tiba-tiba saja diam, ada indikasi dia lagi nahan berak🤣
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1