Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
I Love You, Honey


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


" Your'e so beautiful, my wife... "


Anelis terbuai dalam hangat lembut sentuhan suaminya itu, tanpa sadar tangannya kini mengulur, mengusap wajah rupawan yang selalu saja membuatnya tak berdaya.


" Terimakasih mas... "


Marvell menangkup jemari Anelis yang masih merayapi wajahnya, mengecup lembut tangan terampil yang selama ini dengan sabar telah membesarkan kedua buah hatinya.


" Terimakasih sudah bersedia menjadi istriku, menjadi ibu dari anak-anakku. I love you, honey "


Marvell menangkup wajah cantik Anelis, mendekatkan wajahnya dengan wajah sang istri, semakin dekat... Semakin dekat... hingga...


Plak...


Tepukan dari sang mama membuat Marvell tersentak kaget dan seketika menjauhkan wajahnya dari wajah sang istri, membuat nya sontak memekik kesal.


" Ma... "


" Apa... Mau marahin mama... " Tantang mama Clara, membuat Marvell hanya bisa mengusap wajahnya kasar.


" Kamu kalau mau ngapa-ngapain tuh lihat sikon dulu dong Vell... Kamu ngga malu di lihatin sama anak-anak, hah...? Kalau istrimu itu ketahuan di gigit drakula lagi kan jadi berabe urusannya... " Sungut mama Clara.


" Iyya glenni... Keumallin mommy di gigit lagi shama dullakula di kantoll na daddy... Ashi tatut sheukalli glanni... Dullakula na buash, baju na mommy shampe shobek-shobek... Shemua ollang Ashi shulluh calli-calli dullakula na, tapi eundak keutemu-keutemu glanny, dullakula na meunghilang... "


Adu Arshi, membuat mama Clara seketika membelalakkan bola matanya lebar.


" Astaghfirullah TENGIK... Dasar laki-laki sukanya yang enak-enak aja, nggak tahu tempat, nggak tahu waktu, main hajar aja. Emang kamu butuh di kasih pelajaran dulu ya, baru tahu rasa... " Dan mama Clara pun menghadiahi punggung Marvell dengan pukulan bertubi-tubi dengan tas branded nya, membuat Anelis jadi tak tega sendiri melihatnya.


" Ma... Sudah... Ini, ini kan di tempat umum ma... Ini... gaunnya Ane udah pas kan ma? " Anelis berusaha mengalihkan perhatian mama Clara, dan untungnya usahanya itu berhasil.


Mama Clara menghembuskan nafasnya kasar, huuuh... Putranya itu selalu membuatnya senewen saja.


" Hari ini kau selamat bocah tengik... " Sahut mama Clara sembari menatap tajam pada putra semata wayangnya itu, lalu beralih menatap menantunya yang cantiknya bak bidadari.


" Ini sempurna sekali sayang, ya Tuhan... menantuku cantik sekali... " Puji mama Clara pada menantu satu-satunya itu.


Anelis tersipu " Makasih ma, kalau bukan mama yang memilihkan ini untuk Ane, pasti tidak akan sebagus ini... "

__ADS_1


" Mommy... Mommy... Ashi juga mau baju na yang millip shama mommy, Ashi mau tantik sheupeulti mommy... " Sahut Arshi sembari bergelayut manja di kaki Anelis.


" Arshi... Tenang sayang, Arshi juga punya baju yang mirip sama mommy kok... " Sahut mama Clara, lalu ia mengangkat sebelah tangannya pada salah satu pegawai butik, tanpa komando lagi, pegawai itu pun segera mengambilkan sebuah gaun mini yang sama persis dengan milik Anelis, hanya bagian bawahnya saja yang tidak sampai menjuntai ke lantai.


" Ini dia... Gaunnya Arshi... Cantik kan? " Sahut mama Clara antusias.


Arshi mengernyit.


" Tantik... tapi... Ashi eundak mahu yang inni, inni eundak millip shama puna na mommy... " Arshi merengek, wajahnya terlihat kecewa.


" Sama sayang... Ini sama... ada bling-bling nya juga, iya kan ma... " Anelis mencoba berkoalisi dengan mertuanya itu, namun tentu saja usaha nya itu gagal karena bocah kecil itu masih tetap merengek.


" Tapi puna na Ashi eundak ada ekol na myh... Ashi mau yang ada ekol panjang na millip puna mommy... " Sahut Arshi sembari memanyunkan bibirnya sebal. Lalu ia mengedarkan pandangannya menyusuri seluruh ruangan.


" Itu... Ashi mau itu... Ya myh ya... Boleh ya myh... " Tunjuk Arshi antusias pada sebuah gaun yang tergantung, membuat semua orang kini menganga tak percaya.


" Itu bukan buat Arshi sayang... Itu buat orang dewasa... "


" Ashi tuma mau toba aja kok myh... "


" Arshi... " Anelis mendelik menatap sang putri, ini adalah peringatan terakhir untuk putrinya itu.


" Biarkan saja dia mencoba... " Timpal Marvell dengan entengnya, membuat Anelis seketika mendelik menatap sang suami.


" Mas... "


" Apa? " Tanya Marvell dengan wajah tak berdosa nya.


" Itu kan buat orang dewasa mas, gimana Arshi bisa memakainya? " Sungut Anelis


" Biarkan saja, toh hanya mencoba nya saja, iya kan girl? "


" Huum.. hana coba myh... Habish itu eundak lagi-lagi. Boleh kan myh? " Rayu Arshi dengan wajah yang super menggemaskan, membuat Anelis mau tak mau akhirnya mengangguk mengizinkan.


" Yippi... Maacih myh... Mommy Ashi memang paling tantik, muach... "


Si kecil Arshi pun memasuki ruangan bertirai itu dengan di bantu dua pegawai butik, wajah nya yang tadi cemberut kini kembali sumringah, bersinar secerah mentari.


Beberapa menit menunggu, akhirnya tirai itu kembali membelah perlahan, menampilkan sosok kecil Arshi yang sudah terbalut baju besarnya, semua orang tampak mengerutkan dahi, lalu tak lama berselang, semuanya tergelak tak percaya dengan pemandangan di depannya.

__ADS_1



" Keunapa myh... Ashi tantik yah... " Sahut Arshi tanpa rasa malu, karena sudah pernah ia katakan, ia memang tidak punya malu.


" I-iya sayang... Arshi cantik... " Sahut Anelis dengan sekuat tenaga menahan tawanya, sedang mama Clara jangan di tanya lagi, beliau bahkan sudah terpingkal-pingkal sampai menitihkan air mata.


" Glanny keunnapa? Pellut na mullash? pengen pup? Kok doget-doget? " Seloroh Arshi yang membuat nenek muda itu semakin tak sanggup menahan tawa nya.


" Hahaha, ya ampun. Perut granny sampai kram sayang... " Mama Clara berusaha mengatur nafasnya.


" Baju na Ashi gimana glanny... Badush kan? "


" Iya sayang, bagus sekali sampai membuat perut granny mulas, hahaha... " Mama Clara kembali terbahak-bahak.


" Ashi shuka baju ini... Ekol na beushaal shekalli, hihihi... " Ucap Arshi sembari mengembangkan tangannya besar.


" Buruk sekali, baju itu sangat tidak cocok untuk kamu Arshi... " Seloroh Arsha jujur apa adanya.


Arshi mengerutkan dahinya " Keunnapa? "


" Kamu mirip orang-orangan sawah... "


" Eundak... Ashi eundak millip ollang-ollang shawah, Ashi kan ollang beunellan, iya kan myh... "


" Iya sayang... "


" Tapi orang-orangan sawah kan suka pakai baju kaya kamu... " Debat Arsha.


" Eundak Asha... Ashi eundak ollang-ollang shawah, hwa... " Dan akhirnya gadis kecil itu terisak saat tak bisa membalas perdebatan itu.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Maap maap, yo ayo semangat untuk hari ini


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2