Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Ashi Jadi Ailen men


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Pagi mulai menyingsing, ibu muda itu tengah sibuk dengan aktivitas barunya, menyiapkan segala keperluan untuk sang suami dan kedua buah hatinya yang kini akan kembali ke bangku sekolah.


Di lihatnya jam sudah menunjukan pukul 06.30, namun sang suami ataupun kedua anaknya itu tak kunjung menunjukkan tanda-tanda untuk meninggalkan alam mimpinya, terpaksa ia harus mengganggu tidur nyenyak mereka jika tak ingin rencana di awal hari mereka hanya tinggal wacana.


" Mas... Mas... Bangun... " Anelis menepuk-nepuk halus lengan kekar Marvell, namun sepertinya sia-sia saja karena sang empu tak bergerak sedikit pun dan tetap sibuk mengembara di alam mimpinya.


Anelis beralih membangunkan yang lain, si kecil Arsha menjadi target nya selanjutnya, di tepuk-tepuk nya pipi chubby itu, baru tiga kali tepukan saja putranya itu sudah mau membuka lebar kedua bola matanya yang begitu cantik bagai permata.


" Arsha mandi dulu ya sayang, nanti gantian daddy sama Arshi... "


Arsha mengangguk patuh meski dengan muka bantal yang masih tercetak jelas di wajahnya, tak dapat di pungkiri jika ia memang masih sangat mengantuk karena semalaman bermain perang bantal bersama Arshi dan daddy nya.


Anelis menuntun sang putra berjalan menuju kamar mandi, lalu membiarkan putranya itu menyelesaikan sendiri mandi pagi nya, jikalau pun ia menawarkan diri untuk memandikannya, pasti langsung di tolak mentah-mentah oleh sang putra.


Satu nyawa sudah selesai, masih ada dua nyawa yang masih harus ia bangunkan.


" Mas... Mas... Bangun... " Anelis menepuk pelan lengan suaminya, namun lagi-lagi tak ada reaksi.


" Mas... Apa mas tidak jadi bekerja? " Anelis berusaha menggoyang-goyangkan bahu suaminya, namun hasilnya pun tetap nihil, laki-laki itu seolah tenggelam dalam tidurnya.


Anelis menatap suami dan putrinya yang kini saling merengkuh. Hufff... Ia menghela nafas kasar. Ternyata suami dan putrinya itu memiliki kebiasaan yang sama, sama-sama sulit untuk di bangunkan, dan itu membuatnya harus bekerja lebih ekstra lagi untuk bisa memulai aktifitas nya.


🍁🍁🍁


Semua sudah rapih dengan penampilannya, Marvell dengan jas kantor nya, Anelis dengan gamis nya, sedang baby twins tampak memukau dengan seragam baru mereka.


Keluarga bahagia itu mulai mengawali hari baru mereka, menikmati waktu sarapan pagi bersama untuk pertama kalinya.

__ADS_1


" Ashi nanti mau cekulah shama mommy shama daddy boleh? " Sahut Arshi di sela-sela suapan dari sang mommy.


" Sama mommy aja ya sayang... Daddy kan harus kerja... " Anelis membujuk si kecil Arshi yang mulai merengek itu.


" Tapi Ashi mau na shama daddy juga myh... " Raut sedih itu kembali menyeruak.


" Nanti daddy antar Arshi berangkat sekolah, baru daddy berangkat kerja, oke girl.. " Bujuk Marvell.


" Eundak mahu, mahu na shama daddy juga, daddy ikut mashuk kellash na Ashi, tellus beullajal shama Ashi... " Arshi mengeluarkan jurus ngambek nya.


" Arshi kan anak pintar, nanti kalau daddy pulang kerja, daddy kasih hadiah buat Arshi, mau? "


" Hadiah... " Bola matanya berbinar " Mau-mau... Ashi mau hadiah... Ashi mau esh kim tobelli... shama cucu tobelli shepuluh-shepuluh boleh... " Arshi merentangkan kesepuluh jarinya dengan antusias.


" Of course, semua milikmu girl... " Dan akhirnya negosiasi itu berjalan lancar, tidak hanya sepuluh, toko-toko nya pun akan di beli daddy tampan mu jika itu permintaan mu, putri cantik.


" Sheulamat pagi om Will-Will... Om Will-Will shudah makan beloom? Apa mau Ashi shuapin sheupelti Jimmy? " Padahal dirinya sendiri kini tengah di suapi mommy nya, bisa-bisanya gadis mungil itu menawarkan hal yang ia sendiri tak bisa melakukan nya.


" Terimakasih nona Arshi, tadi saya sudah sarapan... " Haduh, kalau tidak ada orang tuanya disana, sudah ia cubit pipi chubby yang menggemaskan itu, apalagi dengan celotehan nya.


" Om Will-Will makan na shama apa? Kalo Ashi makan na ada banak loh... Ini Ashi lagi makan shelleal, tellus itu ada mi keshukaan na Ashi juga loh..., tellus... Apa ya itu nama na... ehmmm... Itu apa myh..." Arshi menunjuk salah satu menu makanan.


" Pancake sayang... "


" Ohhh... Iya, pengkek... Ashi shuka sheukali shama pengkek...lasha na sheupeulti Ashi jadi ailen men... Bisha teulbang... hehehe... Tellus... ada lumput juga, tapi Ashi eundak shuka lumput, kalna Ashi eundak kambing, hihihi... " Arshi menertawakan salad sayur yang tersaji cantik tapi memiliki nasib yang sangat mengenaskan.


Lihatkan, betapa imut nya celotehan gadis mungil itu, kalau saja tidak ada daddy dan mommy nya disana, sudah Willy karungin bocah menggemaskan itu dan di buat pajangan di rumah.


" Kau sudah urus semua berkas-berkas nya Will... " Suara bariton Marvell membuat Willy kembali pada mode serius.

__ADS_1


" Sudah tuan... " Di keluarkan nya amplop coklat dari dalam tas itu, lalu memberikan nya pada Marvell.


" Aku sudah mengurus semuanya, lihatlah lebih dulu... "


Anelis membuka berkas itu perlahan, seketika bola matanya mengernyit, fokusnya teralihkan pada nama kedua buah hatinya yang tertera di sebuah akta kelahiran " Ini? "


" Boleh aku menambahkan nama keluarga ku di belakang nama anak-anak? " Marvell menatap tak enak pada Anelis, padahal dirinya sudah lebih dulu mengubahnya, seharusnya anda izin terlebih dulu baru mengubahnya, wahai tuan muda.


Anelis menatap kembali pada akta kelahiran itu, nama kedua anak-anaknya kini menjadi semakin panjang dengan tambahan De Enzo di belakangnya, Arsha Abellano Aillard De Enzo dan Arshi Ariella Agatha De Enzo, ia yakin tak akan ada satupun orang yang akan mengingat nama lengkap kedua anaknya itu.


" Aku menghormati nama pemberianmu, jadi aku hanya menambahkan nama keluarga ku saja, aku tak ingin mereka di olok seperti dulu karena tak memiliki nama marga keluargaku. Kalau kau keberatan, aku akan membatalkan nya? "


" Tidak mas... tidak perlu mengubahnya lagi, ini sangat bagus, sungguh... " Anelis menyunggingkan senyum, ia tak menilai dari nama yang terlalu panjang itu, tapi melihat pada niat baik sang suami yang ingin memberikan status yang jelas untuk kedua buah hatinya itu.


" Terimakasih mas " Sambung Anelis.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Makasih yang udah support othor selama ini


Kalau bukan karena dukungan kalian, othor nggak akan bisa sampai di titik ini


Makasih banyak


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2