
°°°~Happy Reading~°°°
Sebuah ballroom mewah kini telah di sulap tak ubahnya bak istana di negri dongeng, dekorasi yang di suguhkan pun tak main-main, ruangan besar itu hanya di balut kemewahan di setiap sudutnya, tokoh-tokoh kartun siap menyapa setiap para tamu undangan, semua mata pun tampak takjub dan kian mendamba.
Sepasang bocah mungil itu mulai memasuki tempat acara, bocah laki-laki dengan wajah beku itu tampak menggandeng tangan mungil kembarannya, begitu serasi dan tampak akrab, mereka berdua, Arsha dan Arshi, sontak menjadi pusat perhatian setiap insan tamu undangan.
Berbanding terbalik dengan si kecil Arsha yang kini nampak berwajah kelam, terlihat si kecil Arshi yang kini sudah cengar-cengir tak karuan saat mendapati kue tart pesanannya benar-benar di kabulkan oleh sang daddy tercinta. Sebuah kue berwarna biru muda dengan princess Elsa berdiri di atasnya, sungguh membuat hati Arshi bahagia terkira.
" Daddy... Ashi shuka sheukalli shama kue na... Badush sheukalli... Ashi shayang shama daddy... " Sahut Arshi saat sampai di hadapan Marvell dan Anelis, gadis kecil itu kemudian merengkuh kaki jenjang daddy kesayangannya.
" Daddy juga sayang kalian my twins... " Marvell mengusap pucuk kepala kedua anaknya bergantian.
" Anak-anak mommy tidak sayang sama mommy juga? " Anelis memanyunkan bibirnya, wanita yang tengah hamil itu tampak merajuk pada suami dan anak-anaknya di tengah pesta.
" Ashi duga shayang shama mommy shama dedek bayi oek oek... Cup... " Arshi beralih merengkuh tubuh Anelis lalu mengecup sekilas perut Anelis yang sudah tampak membuncit.
" Dedek bayi oek oek dangan buat mommy mallah-mallah tellush dong... Nanti kaka Ashi kashih dedek bayi oek oek keck yang baaanak sheukalli... Oke... " Si kecil Arshi tampak mengobrol dengan calon adiknya itu.
Acara ulang tahun baby twins pun mulai di gelar, semua tampak riuh saat kedua bocah menggemaskan itu mulai meniup lilin ulang tahun mereka masing-masing, lalu di lanjutkan dengan pemotongan kue.
" Inni kue buat glanny shama glandpa dalli Ashi... " Setelah memberikan kue untuk mommy dan daddy nya, kini gantian Arshi memberikan kue nya pada granny dan grandpa nya, di sodorkannya sepotong kue di atas piring kecil untuk granny dan grandpa nya.
Mama Clara mengernyit.
" Ini buat granny sama grandpa? Kenapa hanya satu piring sayang... "
" Hihihi... Kalau bannak-bannak nanti kue na Ashi ceupat habish, hehehe... "
" Dasar pelit!!! " Pekik Arsha yang baru saja memberikan kue ulang tahunnya pada mommy nya.
" Ashi eundak peullit... Ini nama na hemmat Asha... Iya kan glanny... "
" Hmmm... Cucu glanny benar-benar pintar sekali ngeles nya... " Sahut mama Clara, ia tak bisa menahan untuk menjembel pipi kedua cucunya yang sangat menggemaskan itu
" My twins... Sekarang sapa teman-teman kalian dulu... " Seru Marvell membuat Arshi sontak mengangkat sebelah tangannya.
__ADS_1
" Ashi dulu Ashi dulu... Ashi mau dulluan daddy... "
Seorang pelayan lalu memberikan microphone itu pada si kecil Arshi, membuat gadis kecil itu seketika girang.
" Sheullamat pagi shemua na... " Sapaan yang menggema di setiap sudut ruangan itu sontak saja membuat semua orang tergelak, Arsha yang ikut menahan malu sontak menyenggol lengan Arshi.
" Malam Arshi... "
" Hehehe... lupa... " Gadis kecil itu hanya terkekeh.
" Sheullamat malam shemua na... sheullamat malam buat teuman-teuman na Ashi, tullima kashih shudah datang di peshta na Ashi ya... Dangan lupa duga nanti kashih Ashi hadiah yang banan, hehehe... " Speech dari si kecil Arshi langsung mendapat riuh tepukan dari para tamu undangan.
" Giliran kamu boy... " Titah Marvell.
" Hallo... Selamat malam semuanya, terimakasih sudah hadir di pesta kami. Silahkan di nikmati hidangannya, dan jangan dengarkan kata-kata Arshi, jangan terbebani untuk memberi kami hadiah. Nikmati saja pesta malam ini... "
Kata-kata dewasa dari Arsha sontak membuat para tamu undangan bergemuruh takjub.
" Sekarang siapa yang mau perform twins... " Tantang Marvell.
" Ashi dad... Ashi mau nani tuingkel tuingkel... "
" Oke... " Sahut Marvell mengiyakan tanpa sedikitpun keberatan, ini adalah hati mereka, mereka bebas melakukan apapun di hari bahagia nya.
Arshi kembali menyambar microphone itu dari kembarannya.
" Tuingkel-tuingkel littell shuttall...
(Twinkle, twinkle, little star)
Hau ai wondull wush yu all
( How I wonder what you are)
Ap ebufh du wud shu haikh
__ADS_1
( Up above the world so high )
Laik e daimun in du shukai
( Like a diamond in the sky )
Tuingkel-tuingkel litell shuttall...
(Twinkle, twinkle little star)
Hau ai wondull wush yu all
( How I wonder what you are )
Ap ebufh du wud shu haikh
( Up above the world so high )
Laik e daimun in du shukai "
( Like a diamond in the sky )
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Dari pertanyaan kemarin, jadi aku putuskan untuk lanjutin ini dulu ya chingu...
Makasih atas setiap sarannya
Dan nasib novel baru sepertinya akan saya hapus, hehehe
Jangan lupa like nya
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕