Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Masukin Lagi ke Perutnya Mommy


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Tak berselang lama, akhirnya pintu ruangan itu mulai membuka lebar, terlihat seorang perawat tengah mendorong sebuah box bayi, menyusul di belakangnya sebuah brangkar besar yang memperlihatkan sosok Anelis tengah berbaring di sana di dampingi oleh sang suami.


Melihat mommy nya keluar dari ruangan itu, sontak saja si kecil Arshi berteriak histeris, gadis kecil itu bahkan semakin kencang mengeluarkan suara tangisannya, membuat Marvell seketika mengambil alih tubuh mungil itu agar putri kecilnya itu segera berhenti dari tangisannya atau bayi yang baru lahir dua jam lalu itu akan merasa terganggu.


" Hwa... Daddy shama mommy keunnapa tinggalin Ashi shundilli di llumah, Ashi tadi mimpi sheullam-sheullam... Ashi tatut... Hiks... " Adu si kecil Arshi pada daddy nya, gadis kecil itu sama sekali belum mengetahui jika dedek bayi oek oek nya telah hadir di muka bumi.


" Tenanglah girl... Daddy punya kejutan untuk mu... Your'e baby is coming... Apa kau mau melihatnya? " Tawar Marvell.


Seketika itu tangisan Arshi terhenti dan suasana riuh pun berubah menjadi lengang.


" Dedek bayi oek oek na Ashi udah kelual dalli pellut na mommy? " Tanya Arshi dengan wajah berbinar antusias.


" Yes girl... "


" Dedek bayi, Ashi mau dedek bayi oek oek na Ashi daddy... " Sembari bergerak acak di atas gendongan sang daddy, membuat Marvell sontak kewalahan dengan tingkat aktif sang putri.


" Ohhh.... Tenanglah girl... " Marvell menepuk-nepuk punggung Arshi agar putrinya itu sedikit mendiamkan tubuhnya atau mereka akan tersungkur ke lantai yang dingin itu.


" Ashi mau lihat dedek bayi oek oek daddy... "


Marvell berjalan mendekati box bayi itu, terlihat bayi mungil itu tengah menutup matanya rapat, lelap akan tidur nya, bayi kecil itu seolah tak perduli dengan tangisan dari kakak perempuan nya.


" Dedek bayi oek oek na Ashi tantik sheukalli, Ashi shuka Ashi shuka, hihihi... " Seloroh Arshi saat menatap bayi mungil dalam box itu.


Mendengar itu, Marvell langsung mengerutkan keningnya.

__ADS_1


" He is boy, girl... "


Arshi mengerutkan keningnya, sontak gadis kecil itu berpaling menatap daddy nya dengan wajah bingung.


" Boy? Dedek bayi oek oek na Ashi eundak gull? "


Marvell menggeleng, membuat bola mata itu kembali berair, Arshi kembali terisak hingga akhirnya menjadi sebuah tangisan histeris.


" Hwa... Keunnapa dedek bayi oek oek na Ashi boy, Ashi eundak mau, Ashi mau dedek bayi oek oek na gull millip Ashi, hwa... " Pekikan tangisan kembali menggema, membuat Anelis semakin tak tahan untuk tidak mengeluarkan suaranya.


" Shhht... Sayang, kaka Arshi kok nangis, hmmm... kan itu dedek bayi nya udah keluar dari perutnya mommy... " Anelis ikut bersuara, meski tenaganya masih terlalu lemah, namun ia juga harus bisa menenangkan putri kecilnya itu yang tengah menangis di tengah fajar.


" Daddy dahat myh... Ashi kan minta dedek bayi oek oek na gull, keunnapa daddy kashih Ashi dedek bayi boy, Ashi mau dedek bayi oek oek na di tukell... Mashukin lagi di pellut na mommyh... "


" Mana bisa begitu cucunya granny... " Sedari tadi diam karena menahan kantuk, akhirnya mama Clara buka suara.


" Kalau Arshi ngga mau ya udah, dedek bayi nya buat Arsha aja, gitu aja repot... " Suntuk Arsha yang sudah jengah dengan rengekan kembarannya.


" Eundak boleh... Dedek bayi oek oek na puna na Ashi, hwa... " Tangisan itu malah semakin kencang saja, membuat semua orang bingung bagaimana cara mendiamkan gadis kecil itu, untung saja mereka ada di lantai VVIP, dimana tak ada pasien lain selain mereka.


" Kalau begitu berhentilah menangis girl... Lihat itu, bukankah dedek bayi nya imut sekali? Kau tidak mau menciumnya? "


" Mauh... Sruuukk... " Sahut Arshi sesenggukan sembari menyedot ingus nya.


" Buang dulu ingus nya... " Perintah Marvell, membuat si kecil Arshi langsung mengusap nya dengan lengan tangannya. Bukannya menghilang, ingus itu malah semakin melebar ke pipi kirinya.


" Kau sangat jorok Arshi... " Seloroh Arsha.

__ADS_1


" Biallin... " Sungut Arshi dengan nada galak nya.


" Ini ini... Biar granny lap, ehmmm... Cucu granny benar-benar bikin granny emesh deh... " Sembari mengusap ingus gadis kecil itu dengan tissue.


Marvell lalu mencondongkan badan Arshi ke arah bayi mungil yang tengah terlelap itu, dengan sigap Arshi kemudian mencium adik barunya itu dengan sayang, tak lupa ia juga menoel-noel pipi gembil itu dengan jemari mungilnya, membuat bayi itu sedikit menggeliat, namun tak lama kembali terpejam lagi.


" Kau menyukainya kan? " Pancing Marvell agar putri kecilnya itu melupakan tentang acara baby girl.


" Hihihi... Iya... Dedek bayi oek oek na lutu... Ashi shuka... Nanti daddy buatin Ashi dedek bayi oek oek lagi yah, tapi Ashi mau yang gull... " Seloroh Arshi, membuat semua orang menepuk jidat. Jahitan Anelis saja masih basah, tapi gadis kecil itu sudah menyuruh nya mengandung lagi?


" Siap girl... "


Seketika itu Anelis melotot tajam, ia tercengang, baru beberapa jam lalu suaminya berjanji tak ingin membuatnya hamil lagi, tapi sekarang apa?


Benar-benar, laki-laki itu memang suka asal jeplak aja, tidak ada kata-katanya yang patut di percaya, apalagi dengan janji-janji palsunya.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Ternyata Baby boy


Tebakan kalian tetap sasaran ngga?


Itu bang Marvell perlu di getok kepalanya biar ingatannya bagus 😒


Happy Reading

__ADS_1


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2