Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Calon Istrimu Sangat Merepotkan


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


" Wow... Saya tidak menyangka tuan Marvell bisa melakukannya dengan baik, terlihat sudah terbiasa... " Sahut David berpendapat.


" Eh bien... Parce que ma fille est toujours gênante en mangeant... Donc je ne peux pas m'empêcher d'aider ma femme, n'est-ce pas? " ( Yah... Karena putriku itu selalu merepotkan saat tengah makan... Jadi mau tidak mau, aku harus membantu istriku bukan? )


" Votre fille est vraiment unique, Mr. Marvell, hahaha... " (Putrimu itu memang sangat unik tuan Marvell, hahaha... )


David tergelak di atas penderitaan Marvell.


" Il est en effet très unique. au point que dans ce monde il n'y a peut-être pas de femme qui lui ressemble... " (Dia memang sangat unik. sampai-sampai di dunia ini mungkin tidak ada perempuan yang mirip seperti dia... )


Keluh Marvell.


" C'est incroyable Mr. Marvell... L'homme chanceux qui a réussi à avoir votre fille...... " (Itu sangat luar biasa tuan Marvell... Beruntungnya laki-laki yang berhasil mendapatkan putrimu itu... )


" Yeah... Chanceux d'avoir eu une fille rare, hahaha... J'espère qu'il pourra être patient avec le comportement de ma fille... " (Yeah... Beruntung karena mendapatkan perempuan langka, hahaha... Ku harap dia bisa bersabar dengan tingkah putriku itu... )


Dan di tengah perbincangan itu, Arsha kembali bersuara.


" Je suis tellement désolé pour cet homme, sa vie ne sera certainement pas calme... " (kasihan sekali laki-laki itu, hidupnya pasti tidak akan tenang... )


" Boy... " Peringat Marvell.


" Arsha bicara fakta daddy... "


Marvell terlihat menimbang.

__ADS_1


" Emmm... Benar juga. pauvre garçon... " ( Laki-laki yang malang )


" Mas... Mulai lagi deh... " Peringat Anelis saat percakapan absurd itu tak kunjung usai.


" Tidak sayang, hanya ngobrol biasa... "


" Ngobrol biasa tapi pakai bahasa Prancis... Sangat mencurigakan... "


" Apa nya yang mencurigakan sih sayang, emang aku pernah aneh-aneh sama kamu, hmmm? "


" Setiap hari kamu aneh-anehin Ane mas... " Batin Anelis tak berani berucap, jika kata-kata itu sampai keluar dari mulutnya, bisa-bisa ia habis oleh singa lapar itu.


" Mommyh... Myh... Ashi keubellet pipish, uhhh... Udah mau kellual, teupetan myh... Mommyh... " Si kecil Arshi mulai lagi ulahnya, membuat Anelis seketika gugup, jangan sampai putri kecilnya itu mengompol disana atau akan merepotkan semua orang.


" Molla juga mau pipish my... " Entah kenapa si kecil Maura kini mengikuti jejak si kecil Arshi, membuat kedua ibu muda itu gugur sendiri. Kakinya sontak melangkah ke arah kamar mandi, meninggalkan keempat laki-laki berbeda usia itu.


" Lihat dad... putrimu itu sangat merepotkan... " Sahut Arsha dengan ketus nya.


" Daddy... "


" Daddy parle des faits, boy " (Daddy bicara fakta boy...) Sekali lagi, laki-laki itu mengejek sang putra, membuat jiwa kejam Arsha seketika tergugah.


" Lihat saja, nanti malam Arsha mau tidur sama mommy, biar daddy tidur di luar... " Sahut Arsha dengan smirk menyungging di bibirnya, membuat Marvell seketika mati kutu.


" Boy... " Sentak nya, namun si kecil Arsha seolah tul*, tak mau menyahut.


" Boy... Apa kau membalas daddy, hmmm... "

__ADS_1


" Sure... " Jawabnya tegas.


" Ahhh... Shhht... " Laki-laki itu mengusap wajahnya kasar, bisa gagal semua rencananya.


" Okey, forgive me... " Laki-laki itu menyerah.


" Ada harga yang harus di bayar... "


" Hmmm... Katakan... "


" Daddy harus berhenti berbicara tentang perjodohan, Arsha tidak suka... "


" Kau tidak sopan boy, ada calon besan daddy di sini... "


" It's oke tuan Marvell... " Sahut tuan David agar tak memperpanjang perdebatan antara ayah dan anak itu.


" Tuh... Daddy nya Maura aja santai, daddy aja yang ngga sabaran. Pokoknya Arsha ngga mau daddy sebut-sebut perjodohan lagi, titik!!! " Tukas Arsha, membuat Marvell seketika tak berkutik.


" Hmmm... " Dengan senyum kecut nya, buyar semua angan-angan nya.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Triple update untuk hari ini yah


jangan lupa like

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2