
°°°~Happy Reading~°°°
Selesai mengurus dua putri merepotkan itu, kini mereka pun kembali ke meja makan. Si kecil Arshi dan si kecil Maura sudah terlebih dulu melesat ke tempatnya, berbeda dengan dua wanita dewasa itu yang memilih berjalan perlahan sembari berbincang ringan.
"Jadi ini adalah liburan bulan madu mu? " Anelis memekik tak percaya, dengan malu-malu Hanna pun mengangguk, rasanya obrolan itu sangat memalukan.
" Aku dulu bulan madu di Bali, tapi tidak sampai tiga harus pulang... " Tutur Anelis dengan bibir yang setia terkembang, membayangkan masa-masa itu selalu berhasil membuatnya geleng-geleng kepala.
" Secepat itu? Kenapa? Apa anak-anak sudah rewel minta kamu pulang? " Sahut Hanna ingin tahu.
" Hahaha... Iya Han... Rewel banget malah... Tapi bukan anak yang itu, anak yang masih dalam perut... " Ungkap Anelis membuat Hanna seketika memekik.
" Jadi waktu bulan madu kamu sudah hamil, dan kamu tidak tau kalau sedang hamil? "
" Iya... Saat di Bali, ternyata aku sudah hamil. Tapi anehnya, selama hamil aku tidak merasakan gejala hamil apapun Han... Tau-tau saat di Bali, mas Marvell tiba-tiba sering banget muntah, ngelihatnya kasihan banget, jadi memutuskan pulang dan periksa di rumah sakit keluarga. Begitu di periksa, ternyata mas Marvell tidak ada sakit apapun, membuat semua orang bingung termasuk aku, karena setiap hari aku yang melihat dia mual-mual parah. Bukannya melakukan pemeriksaan ulang, anehnya dokter itu malah ingin periksa aku, awalnya bingung, tapi setelah di periksa ternyata aku hamil dan yang mengalami gejala kehamilan bukan aku, tapi mas... " Ungkap Anelis dengan seulas senyum yang selalu terkembang di setiap kata-kata yang meluncur dari mulutnya.
__ADS_1
" Jadi, suami kamu mengalami sindrom couvade? " Sentak Hanna tak percaya, membuat Anelis hanya bisa mengangguk sembari terkikik.
" An... Kamu tau, ada rumor kalau suami yang mengalami gejala kehamilan berarti tandanya dia sangat mencintai pasangannya, sampai-sampai tidak rela terjadi sesuatu pada istrinya, alhasil dia yang menanggung kesakitan nya saat hamil... " Papar Hanna, membuat Anelis seketika mengerutkan dahi.
" Benarkah? " Sahutnya tak percaya.
" Mommy... " Belum juga Hanna menjawab, Anelis sudah di sambar oleh lengkingan suara sang putri, membuatnya seketika menoleh menatap ke arah meja makan yang sudah tak jauh dari tempatnya saat ini.
Seketika itu, dahinya berkerut saat menatap sosok asing di meja makan itu, sosok perempuan cantik dengan pakaian minimnya, rambut pirangnya di buat tergerai, tampak begitu cantik dan... Memikat.
" Mas... " Suaranya terdengar lembut dan mendayu, berbanding terbalik dengan isi hatinya yang kini sudah semakin porak poranda saat melihat wanita itu tak henti bergelayut di lengan sang suami yang masih sibuk menyuapi baby Arshell.
" Est-ce votre femme, la femme qui a réussi à transformer le roi lion en un chat mignon? " (Apa dia istrimu, perempuan yang berhasil membuat si raja singa berubah jadi kucing imut?)
Perempuan berwajah bule itu kini menatap ke arahnya, senyum manis nya pun semakin terkembang sembari bercengkrama dengan suaminya, membuat rasa tak nyaman itu semakin dalam mendera hati Anelis yang entah kenapa terasa rapuh kali ini.
__ADS_1
" Tais-toi!!! Allez, c'est le siège de ma femme !!!" (Diam kau!!! Sekarang pergilah, itu tempat duduk istriku!!! ) Sungut Marvell berapi-api.
" Mais maintenant que je suis là... " (Tapi sekarang aku yang ada di sini... )
Perempuan itu bersikukuh, membuat Marvell semakin kehabisan kesabaran, bola matanya sontak semakin menajam memancarkan aura mematikan. Membuat wanita itu pun sontak bergidik ngeri dan terpaksa bangkit dari kursinya.
Cup...
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Lama ngga ketemu kalian jadi rindu nih, hehehe
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕