
°°°~Happy Reading~°°°
Mobil hitam berharga fantastis itu mulai menepi di pelataran gedung De Enzo Corp, laki-laki dengan bayi mungil di dekapan nya kini tampak keluar dari mobil mewah itu, penampilannya begitu memukau meski hanya dengan kaos oblong, celana panjang, dan kaca mata hitam yang bertengger di matanya.
Semua karyawan tampak tertegun dengan sosok itu, mereka ternganga tak percaya jika sosok sang penguasa kejam yang selama ini mereka kenal kini telah bertransformasi menjadi sosok yang hangat di tengah keluarga kecilnya, siapa lagi kalau bukan Marvell De Enzo.
Marvell dengan keluarga kecilnya kini terlihat beriringan memasuki gedung pencakar langit itu, setiap karyawan tampak membungkuk hormat pada sang penguasa, diam-diam mereka juga terpukau oleh penampilan baru Marvell yang tampak berbeda tanpa jas mahalnya, dan jangan lupakan bayi mungil yang kini berada di dekapannya, membuat pesona Marvell semakin menguar hebat, statusnya pun seketika berubah menjadi hot daddy yang siap menjadi incaran setiap insan.
" Apa itu benar-benar tuan Marvell? Apa aku masih berada si alam mimpi... " Bisik salah satu karyawan pada rekannya sembari menepuk-nepuk pipinya seolah tak percaya.
" Bukankah beliau sangat keren, lihat itu... Tuan Marvell menggendong bayinya... Bayi nya tampan sekali, mirip dengan tuan Marvell... "
" Apa mataku bermasalah? Kenapa aku bisa melihat tuan Marvell menggendong bayi... " Jerit yang lain dengan suara tertahan.
" Aku tak menyangka tuan Marvell adalah sosok yang hangat, dulu aku sempat berpikir beliau akan jadi perjaka tua karena saking dinginnya, hahaha... "
" Bolehkah aku iri dengan nyonya Anelis? Nyonya Anelis sangat beruntung mendapatkan tuan Marvell, mereka pasangan serasi... "
" Boleh ngga jadi baby nya, aku mau di gendong sama tuan Marvell... " Fans berat Marvell pun tak luput berkomentar.
Dan bisikan-bisikan itu semakin menggema saat Marvell dan keluarga kecilnya itu mulai merayap naik ke lantai teratas.
__ADS_1
Sesampainya di ruangan Marvell, si kecil Arshi langsung saja menagih bakso yang telah di bungkus mommy nya, namun itu tak membuat Anelis memberikannya begitu saja, kebanyakan makan akan membuat perut putrinya menjadi begah dan berakhir rengekan seperti yang sudah-sudah.
" Mommyh... Ashi mau makan basho bullat-bullat na lagih... " Tagih Arshi pada sang mommy.
" Emmm... Arshi tidak mau main dulu? jarang-jarang Arshi main di kantornya daddy loh... "
" Eundak mau, Ashi mau makan ajah, Ashi mashih lapall... " Sembari menundukkan wajahnya lesu, perutnya yang buncit ia elus-elus bagai tak di beri asupan berhari-hari.
Anelis menghela nafas dalam, terpaksa ia memberikan bakso itu pada sang putri, namun tentu saja ia hanya memberikan seperempat dari porsi normal.
" Sayang... Mas ada meeting sebentar, kamu sama anak-anak tunggu di sini sebentar ya? "
" Bukannya sebelum kesini mas sudah ada meeting? Apa ada masalah serius mas? "
" Ya sudah, dedek sama Ane saja kalau begitu mas... "
Ane pun mengambil alih gendongan baby Arshell, dan bisa di tebak apa yang akan terjadi selanjutnya, bayi mungil itu seketika menangis histeris seolah tak ingin di pisahkan dengan daddy nya.
" Oh... Tidak apa-apa sayang, daddy harus bekerja. Kamu di sini sama mommy aja ya... " Sahut Anelis berusaha menenangkan bayi tercinta.
Namun bayi mungil itu pun masih saja menangis seolah tak rela jika di jauhkan dengan sang daddy " Oekkk oekkk... ".
__ADS_1
" Sudah, mas pergi aja ngga papa... " Sahut Anelis pada akhirnya saat sang suami tak kunjung meninggalkan mereka.
" Mas nggak enak ninggalin baby sayang. Lihat dia masih menangis... "
" Tidak apa-apa mas, mas meeting aja, ngga usah khawatir, nanti biar Ane nen*nin, pasti nanti berhenti nangisnya... " Anelis berusaha meyakinkan suaminya yang masih terlihat ragu meninggalkan mereka.
" Hmmm... Kamu hati-hati ya, kalau ada apa-apa, telepon mas, atau minta bantuan sama sekretaris mas di depan... "
" Iya, mas juga hati-hati... "
Marvell pun mengec*p pipi gembil baby Arshell, sejenak bayi itu terdiam dari tangisannya. Kemudian ia beralih pada kening sang istri, Marvell mengec*pnya dalam dan lama, membuat Anelis akhirnya membuka suara.
" Kalau mas kaya gini terus, nanti ngga jadi-jadi meeting nya mas... "
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Semangat klik like nya yah
Happy Reading
__ADS_1
Saranghaja 💕💕💕