Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Ashi Mau pulang Aja


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Arsha menggandeng erat pergelangan tangan Arshi, menuntun nya memasuki bangunan usang itu sesuai dengan arahan dari para penyandera.


Bola mata Arshi mulai berselancar menelisik ke dalam bangunan itu, bangunan tua yang sudah bertahun-tahun di tinggalkan pemilik nya itu tampak begitu mencekam, belum lagi dengan rembesan air yang menetes dari atap gedung, membuat bangunan itu semakin terlihat mistis.


Sontak saja hal itu membuat Arshi semakin ketakutan, gadis kecil itu semakin mengeratkan cengkraman nya pada sang kembaran.


" Asha... Ashi tatut... Keunapa kita ke shini, Ashi mau pulang aja, hiks... " Gadis kecil itu mulai terisak, janji untuk diam membisu pun di langgar sendiri oleh nya.


Melihat saudara kembarnya itu terisak, membuat bocah laki-laki itu pun tak tega di buatnya, di rengkuh nya tubuh mungil itu membawanya dalam rengkuhan hangat.


Jujur, Arsha pun takut, ini pertama kalinya ia di hadapkan pada sosok penjahat dengan pistol di saku celananya, apalagi mereka kini sendirian tanpa orang dewasa yang menemani, membuat ketakutan itu semakin membuncah.


Namun di situasi seperti ini, ia tak boleh sedikitpun menunjukkan ketakutannya, atau musuh akan semakin gencar menyudutkan dirinya.


" Tidak apa-apa, kita akan bermain di sini dulu sampai daddy datang menjemput... Jika kita berhasil menyelesaikan permainan ini, pasti Mommy akan senang... " Sahut Arsha menenangkan.


" Benellan? Asha eundak lagi bohong shama Ashi kan? Hiks... " Sahut Arshi dengan nafasnya yang sesenggukan.


" Iya... Setelah kita selesai bermain, daddy akan menjemput, tapi kamu tidak boleh cengeng... " Bocah laki-laki itu masih berusaha menenangkan saudara kembarannya itu.


" Ashi eundak cengeng... "


Dan di situasi menegangkan itu, Arsha benar-benar geram dengan tingkah keras kepala Arshi yang tidak berubah sedikitpun.


" Iya... Arshi tidak cengeng... Jadi berhentilah menangis, oke... " Sungguh, jika saja mereka tidak dalam situasi seperti ini, sudah Arsha habisi saudara kembarnya itu dengan keusilan-keusilan nya.

__ADS_1


" Misi berhasil... " Lapor laki-laki berpakaian serba hitam itu di telepon seluler nya.


" ...... "


" Baik tuan... " Laki-laki berwajah garang itu tampak menutup panggilan telepon nya, lalu pandangannya kini beralih menatap bawahannya.


" Kalian jaga mereka, jangan sampai mereka kabur. Bos akan kesini lima belas menit lagi... "


" Baik tuan... " Bawahan yang berjumlah lebih dari 5 orang itu mengangguk bersamaan.


" Shi... Kita mulai permainan nya... " Bisik Arsha.


" Hah... peulmainan? Peulmainan na mana... " Arshi menatap bingung ke sekeliling nya, hanya bangunan kosong, apa yang akan mereka mainkan sebenarnya?


" Kau lihat mereka? " Arsha menunjuk ke arah lima laki-laki bertubuh kekar yang kini tengah duduk memperhatikan mereka.


" Hmmm... Kau buatlah mereka jadi kesal... " Bisik Arsha sembari menahan geram.


" Shiapa? Om lambut teubal? " Tanya Arshi.


" Iya... "


" Calla na? " Arshi menatap bingung pada saudara kembarnya itu.


" Apa aja... Kau kan biasanya pandai membuat orang kesal... " Sahut Arsha dengan menyelipkan kalimat bernada ejekan.


" Ashiap... "

__ADS_1


Si kecil Arshi pun mulai beraksi, gadis kecil itu terlihat mendekati sosok kekar dengan setelan serba hitamnya, terlihat sangat gagah dan menyeramkan. Namun si kecil Arshi tak sedikitpun merasa takut ataupun gentar, karena laki-laki bentukan seperti itu sudah sering wara-wiri di kediamannya.


" Om lambut teuball... Ashi mau peulmen... " Sahut Arshi sembari menyaut kemeja bawah laki-laki itu.


" Ben... Aku sudah menyiapkan makanan di mobil, bawalah kesini... " Titah si om rambut tebal itu pada rekan nya.


Tak lama berselang, laki-laki suruhan itu pun membawa sebuah kantung berukuran besar.


" Ini... " Om rambut tebal itupun memberikan kantung itu pada Arshi, sontak saja gadis kecil itu menyaut nya dan memeriksa apa isinya.


Menatap ke dalam kantong itu, tiba-tiba saja bola mata Arshi berbinar, ternyata kantung itu berisi permen bermacam-macam warnanya, membuat si kecil Arshi mulai terg*da.


Namun tunggu, bukan ini tujuannya, ia harus membuat kesal orang di depannya atau mommy nya itu tak akan senang kepada nya.


" Ashi eundak mahu yang ini om lambut teubal... Ashi mau peulmen na yang beushal... Yang lungkel-lungkel... " Celotehan Arshi itu sontak membuat semua laki-laki di sana melongo tak mengerti dengan bahasa cadel si kecil Arshi.


" Hah... Kamu ngomong apa? "


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Sudah double update ya guys


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕

__ADS_1


__ADS_2