Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Semalem Kenapa?


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Anelis mulai mengerjapkan matanya yang masih terasa lengket untuk di buka sempurna, beberapa detik ia mengernyit dengan pemandangan pertama yang ia dapati di pagi buka, di sentuhnya benda itu, terasa begitu halus dan... liat.


Ia mulai menaikkan pandangannya, terlihat wajah tenang sang suami yang masih asik mengembara di alam mimpinya. Seketika itu Anelis tersadar, jika kini ia tengah tertidur dengan di rengkuh erat suaminya.


Asik memandangi wajah tampan sang suami, tiba-tiba saja memorinya kembali menerawang pada kejadian malam tadi, saat ia dengan suka rela memberikan hak pada suaminya untuk pertama kalinya, sontak saja hal itu membuatnya tersipu, di tutup nya wajahnya yang merona dengan kedua tangannya, itu adalah hal paling memalukan yang pernah singgah dalam otak nya.


" Astaghfirullah " pekik nya saat tak sengaja menatap pada jam dinding yang kini menunjukkan pukul 5 pagi, itu artinya waktu subuh sudah hampir habis, belum lagi acara mandi besarnya, bisa-bisa ia sholat subuh di tengah matahari terbit.


Perlahan ia mulai membangkitkan tubuhnya, namun pergerakannya itu terpaksa di hentikan nya ketika belitan tangan sang suami masih melekat erat di tubuhnya.


Anelis kembali merebahkan tubuhnya, menepuk-nepuk lengan sang suami, berusaha membangunkan nya.


" Mas... mas... Bangun... "


Suaminya tak bergeming seolah tak terganggu dengan sentuhan dari istrinya itu, membuat Anelis kembali menepuk-nepuk lengan sang suami sedikit kencang.


" Mas... Bangun... Waktu subuh nya hampir habis "


" Hmmm... " Marvell hanya menggeram.


" Bangun mas... Kita mandi dulu terus sholat subuh berjamaah... "


" Lima menit... " Gumam nya, bukannya membuka matanya, Marvell malah kian merapatkan rengkuhannya.


" Iihhh... Nanti keburu habis waktunya... "


Marvell masih enggan untuk sekedar membuka sebelah matanya.


" Mas... " Rengek Anelis dengan nada manjanya, membuat Marvell tergelak hingga kini terpaksa membuka matanya.


" Selamat pagi sayang... Cup... " Satu kecupan mendarat di bibir Anelis, membuat wanita itu seketika memekik dengan rona merah di pipinya.


" Ihhh... Mas... Belum sikat gigi... " Suntuk nya sembari menutup bibirnya dengan kedua tangannya.


" It's ok... Rasanya tetap manis kok " Sambil menyeringai dengan tatapan yang sulit di artikan.


" Mas... " Rengek Anelis, membuat Marvell geleng-geleng kepala dengan tingkah malu-malu istrinya itu.


" Kalau gitu ini tangan mas lepasin dulu, waktu subuh nya hampir habis, belum nanti kita mandinya... " Sambungnya lagi.


" Mandi? Kenapa harus mandi dulu, biasanya juga langsung wudhu... " Pancing Marvell.


" Kan semalem... " Anelis langsung membungkam mulutnya dengan kedua tangannya, ia keceplosan, untung mulutnya itu masih bisa di rem.

__ADS_1


Lagi-lagi Marvell tergelak dengan tingkah malu-malu istrinya, menggoda sang istri adalah hobi baru nya saat ini.


" Semalem kenapa? "


" Udah mas... Ayo bangun... Ini lepasin dulu tangannya... " Anelis merengek.


" Jawab dulu semalem kenapa? " Marvell semakin gencar memojokkan Anelis.


" Mas kan udah tahu, ngapain nanya-nanya... " Suntuk Anelis, waktu subuh hampir habis dan sempat-sempatnya suaminya itu malah sibuk menggoda dirinya.


" Ngga tahu, aku kok tiba-tiba lupa... "


Aksi jail suaminya itu benar-benar sangat menjengkelkan untuk Anelis, lihat saja wajahnya kini semakin memerah padam bak kepiting rebus.


" Tau ahhh... "


Anelis beranjak, namun lagi-lagi aksinya itu gagal saat suaminya kian mengeratkan rengkuhannya.


" Mas... " Anelis kian merengek.


" Cium selamat pagi dulu... " Sahut Marvell sembari menunjuk bibirnya, membuat Anelis melotot dan langsung saja merespon dengan penolakan.


" Nggak... "


" Kenapa? "


" Ini yang terakhir, habis itu kita mandi... "


Cup...


Satu kecupan mendarat di bibir Marvell, hanya beberapa detik namun berhasil meluluh lantakkan dunia Marvell.


" Terimakasih sayang... " Satu kecupan kembali mendarat di bibir Anelis, membuat wanita itu semakin merona merah di buat nya.


Anelis segera membangkitkan tubuhnya setelah sang suami kini melepas belitan tangannya meski dengan tidak rela, baru saja melangkahkan satu kakinya, namun ia sudah mengernyit saat merasakan nyeri di area bawahnya, membuat Marvell seketika itu mendekati sang istri.


" Kenapa? Apa terasa sakit? " Khawatir nya.


Anelis mengangguk sambil meringis menahan sakit yang sedikit melilit saat ia menggerakkan kakinya.


" Sedikit... "


" Sini... Biar aku gendong... "


Anelis mendelik dan sontak saja menolak mentah-mentah tawaran suaminya itu.

__ADS_1


" Nggak mas... Ini masih bisa jalan, cuman sedikit sakit aja... "


Tanpa kompromi, Marvell langsung mengangkat tubuh istrinya itu ke dalam gendongan nya, membuat Anelis seketika memekik tajam.


" Mas... T-turunin... Ane bisa jalan sendiri kok... " Refleks Anelis mengalungkan tangannya di leher sang suami saat suaminya itu mulai melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


" Kelamaan... " Sahutnya cuek.


Anelis menghela nafas berat, tak ada gunanya melarang-larang suaminya, karena pada dasarnya suaminya itu adalah tipikal orang yang keras kepala dan sulit untuk di bantah.


Mereka pun menjalani ritual mandi besar nya bergantian, setelah itu baru menjalani sholat berjamaah sebelum matahari menyingsing di ufuk timur.


Seusai menjalani ritual sembahyang nya, Anelis kembali melipat mukenah nya dan menyimpannya di atas nakas.


Di baringkan nya tubuhnya itu di atas ranjang, kembali memejamkan matanya, ia masih ngantuk berat, apalagi baru jam 3 pagi tadi ia baru bisa meraih sang mimpi setelah di gempur suaminya habis-habisan.


" Kamu mau tidur lagi? " Suara sang suami berhasil membuat Anelis kembali membuka matanya.


" Iya mas... Ane masih ngantuk... " Sahutnya dengan kesadaran yang sudah mulai menguap.


" Rambutnya di keringin dulu, nanti kepala nya pusing... " Saran Marvell.


" Ngga usah mas... Ane udah ngantuk banget ini... " Bola mata Anelis berangsur terpejam, sungguh ia di landa kantuk yang teramat.


Namun tiba-tiba saja bola matanya kembali melebar saat merasakan setengah tubuhnya melayang, suaminya itu memaksa mendudukkan tubuhnya, menyenderkan kepalanya di dada bidangnya yang terekspos begitu saja.


" M-mas... Mas ngapain... "


" Bantu ngeringin rambut kamu... " Sahutnya cuek sembari sibuk mengacak-acak rambut istrinya itu dengan handuk.


" Nggak usah mas... B-biar Ane aja kalau gitu... " Anelis berusaha merebut handuk itu, namun usahanya pun sia-sia.


" Shttt... Udah, diem aja... "


Anelis mendesah berat, ia hanya bisa pasrah menerima perlakuan suaminya yang menurutnya sangat menyebalkan itu.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Maap telat update nya


Kemarin sibuk ngurusin daging😂


Ini aja ngetik sambil terkantuk-kantuk

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2