Baby Twins CEO

Baby Twins CEO
Anda yang Salah Tuan


__ADS_3

°°°~Happy Reading~°°°


Semua orang mulai menikmati sajian mewah makan malam itu, terkecuali satu-satunya manusia berwajah paling kelam, siapa lagi kalau bukan Marvell.


Marvell menyantap makanan nya dalam keheningan, otaknya masih saja sibuk bekerja, entah bagaimana lagi cara yang yang bisa ia tempuh untuk meluluhkan si anak bermuka dingin itu.


Ahhh... Otaknya kian buntu tiap kali memikirkan permasalahan pelik itu.


Di liriknya ke samping kiri, mengintip putranya yang memasang muka datar cenderung dingin, tak di ragukan lagi, wajah itu benar-benar mirip dengan wajah dingin miliknya.


Tangannya berangsur menggapai olahan seafood di mangkuk keramik, menyendok nya, lalu menaruhnya di piring milik Arsha tanpa bertanya, membuat Arsha sontak melotot tajam pada wajah tak berdosa Marvell yang seenak jidatnya telah menumpahkan olahan seafood itu di atas piring nya.


Seolah tak perduli dengan pelototan putranya, Marvell kembali menyantap makanan nya dengan santainya seolah tanpa dosa.


Memelototi daddy-nya pun tak akan ada gunanya, Arsha lebih memilih berpaling pada mommy nya yang tengah sibuk membersihkan sisa saus pasta yang berceceran di mulut cerewet Arshi.


" Myh... " Lirih Arsha sembari menjambak lembut lengan Anelis.


" Iya sayang... " Anelis menoleh seketika, sadar jika ia telah mengacuhkan Arsha karena terlalu banyak berkutat dengan putri kecilnya yang sedari tadi rewel nggak ketulungan.


Arsha memberi kode Anelis dengan sorot matanya yang beralih menatap ke arah piring makanannya, Anelis yang menatap piring itu sontak saja merasa cemas bukan terkira.


" Ya Allah... Arsha kok ambil udang? Kan Arsha tahu Arsha alergi udang nak... Arsha mau sakit lagi kaya dulu? " Anelis tak mampu membendung lagi kekhawatiran nya, membuat seisi ruangan itu menghentikan santapannya sejenak dan menatap bingung pada Anelis yang tengah di rundung cemas.


" Bukan aku myh... " Arsha menggeleng-gelengkan kepalanya merasa tak terima dengan tuduhan palsu yang di alamatkan kepadanya.


" Terus... kalau bukan Arsha siapa sayang? " Anelis berusaha menekan rasa khawatirnya yang mungkin malah membuat putranya itu ikut ketakutan.


Arsha beralih menatap tajam pada Marvell, membuat laki-laki arogan itu seketika menjadi sang pelaku utama.


" Apa benar kamu yang melakukan itu Vell? Apa yang sebenarnya kamu lakukan sihhh... " Mama Clara ikut angkat bicara.


" I-iya... Aku yang kasih dia seafood... Bagaimana bisa dia hanya makan sayur-sayuran hijau seperti itu? Bagaimana jika dia kekurangan protein hingga membuatnya sakit, hahhh... Apa kalian mau bertanggung jawab? " Marvell kesal bukan main, bagaimana mereka tak memperhatikan menu makan Arsha yang hanya makan olahan sayuran padahal di meja makan itu bertabur dengan menu masakan mewah?


Ahhh... Dia kesal sendiri.


Semua yang mendiami ruangan itu tersentak hebat dengan penuturan sang bos besar, semuanya sibuk dengan pikirannya masing-masing, namun satu hal yang ada di benak mereka, manusia arogan itu memang pintar dalam dunia bisnis, namun sangat bodoh jika berhadapan dengan anak kecil.


Aishhh... Apa dia tidak punya cara lain untuk bisa meluluhkan hati Arsha selain dengan sifat nya yang begitu pemaksa?


🍁🍁🍁


Pagi menjelang, matahari sudah jauh melesat ke peraduannya, namun sang bos besar itu baru saja mengerjapkan matanya saat di dengarnya kegaduhan dari balik kamarnya.

__ADS_1


" Ahhh... Mengganggu saja... "


Marvell membekap telinganya dengan bantal agar suara bising itu tak lagi terdengar oleh nya, baru saja subuh tadi ia terpejam, rasa kantuk itu masih saja menggelayuti mata tajamnya.


" Tuan... Anda harus segera menghadiri rapat penting hari ini... " Suara itu semakin nyaring di telinga, sudah bisa di pastikan bahwa orang paling berisik itu kini sudah berada di dalam kamarnya.


Di lemparnya bantal itu ke arah orang yang sedari tadi mengganggu tidurnya, ahhh... Hatinya jengkel setengah mati.


" Diam kau Will... " Marvell masih saja merapatkan kelopak matanya, ia enggan bangun dari ranjang ternyaman nya.


" Maaf tuan... Anda harus segera menghadiri rapat dengan perusahaan Gerald Corp untuk menandatangani kontrak kerjasama... Saya sudah memundurkan jadwalnya setelah makan siang, saya tidak bisa lagi menunda jadwalnya tuan... "


Ahhh... Iya, ia sampai lupa dengan jadwal penting itu, ia membuka paksa kelopak matanya yang terasa sulit di buka, di liriknya jam di dinding, ternyata sudah pukul 11 siang. Jarang-jarang ia bangun sesiang ini, kalau bukan karena pusing memikirkan bagaimana cara meluluhkan hati putra es nya itu, pasti tadi malam ia sudah tidur dengan nyamannya.


Satu jam berlalu, Marvell sudah siap dengan penampilan nya yang selalu tampil memukau bak pangeran mahkota, jas hitam dengan aksen elegan itu begitu cocok untuk tampilan maskulin yang selalu melekat di tubuhnya.


Melewati ruang santai, fokusnya teralihkan pada tingkah putra-putrinya yang bak bumi dan langit, Arshi yang aktif berlari kesana-kemari tampak jauh berbeda dengan Arsha yang hanya diam dengan buku di tangannya, apa putranya itu akan menjadi kutu buku nantinya? Entahlah.


" Om danteng... " Lamunannya tiba-tiba saja terputus dengan rengkuhan tangan mungil Arshi di pahanya.


" Ashi mau gendong om danteng... " Arshi merentangkan lebar tangan mungilnya bersiap mendapatkan dekapan nya.


" Om harus pergi... " Jawab nya pendek, membuat kedua tangan Arshi lemas seketika hingga rentangan tangan itu memudar paksa.


" Om danteng mau keumana? Ashi mau ikut om danteng aja, Ashi keusal shama Asha, Asha eundak mahu di ajak beulmain shama Jimmy... " Aduh Arshi.


Sontak saja Arshi mencebik kan bibirnya kesal, kenapa ia tak bisa ikut ke tempat kerja om danteng kesayangannya itu, ia akan menjadi anak baik kok, tidak akan neko-neko, tidak akan nakal, tidak akan menyusahkan om danteng kesayangannya itu, pikirnya.


" Pulang kerja nanti Arshi mau om beliin apa? " Sahut Marvell, ini adalah cara menolak secara halus permintaan anak kecil sesuai yang di lihatnya di utub tadi malam.


" Beunelan boleh? " Sontak saja bola mata Arshi berbinar ceria.


Marvell mengangguk pelan, ternyata tak sia-sia semalaman ia begadang nonton utub sampai-sampai menciptakan lingkaran hitam di sekitar matanya.


" Ashi mau boneka beullbi yang ada sheupatu na, telus baju na yang walna ping, lambut na panjang sheupelti pinces-pinces ... Boleh? " Sahut Arshi sembari memiringkan sedikit kepalanya sembari tersenyum manis dengan mata berkedip-kedip manja. Sungguh imut tingkah bocah itu.


" Boleh... "


🍁🍁🍁


Hening perjalanan panjang itu, Marvell masih berkutat dengan tablet di tangannya, sedang Willy sang asisten tengah sibuk mengkonfirmasi pada perusahaan Gerald Corp bahwa mungkin kedatangan sang tuan muda akan sedikit terlambat.


" Will, nanti kau carikan pesanan putriku... " Sahut Marvell dengan tetap memasang muka datarnya, bahkan bola matanya tak sedikitpun beranjak dari layar tablet miliknya.

__ADS_1


" Maaf tuan... Saya tidak begitu jelas dengan ucapan nona Arshi tadi, jadi... "


" Boneka barbie, sepatu hak tinggi, baju warna pink, rambut panjang... Belikan yang paling lengkap kalau perlu edisi terbatas, mahal tak masalah... " Potong Marvell yang berhasil membuat Willy menganga seketika, ternyata bos besarnya itu sudah banyak berubah, dari manusia paling acuh di dunia menjadi manusia paling peduli pada putrinya. uhhh... sungguh manis tingkah tuan muda nya itu.


" Oh ya Will... sesampainya di kantor, kau blokir akun utub miki-miki, kalau perlu laporkan ke polisi "


Hah... melaporkan akun utub? untuk apa? Apa akun itu telah menjelek-jelekan nama perusahaan? Tapi kalau seperti itu bukankah akan langsung terdeteksi oleh sistem canggih perusahaan?


" Apa ada masalah dengan akun itu tuan? "


" Semalam aku mengambilkan putraku makanan, tapi dia menolaknya, bahkan marah denganku, dan ternyata dia malah alergi dengan makanan yang ku ambilkan. Benar-benar menyebalkan, aku harus menuntut akun utub itu karena memberiku cara yang sangat tidak relevan... "Sungut Marvell dengan amarah yang tak bisa lagi di kendalikan nya.


Willy manggut-manggut soalah mengerti dengan penderitaan bos agung nya itu. Tapi, apa salah akun utub itu?


Tunggu, bukankah bos agung nya itu selalu bertindak tanpa banyak bicara?


" Apa sebelumnya anda menawarkan makanan itu lebih dulu tuan? "


Marvell tampak berpikir sejenak. Lalu menggeleng pelan.


" Langsung saja aku menaruhnya di piring nya, dan dia malah langsung marah dengan wajah dingin itu, ahhh... menyebalkan sekali... "


" Ya ampun tuan, kalau seperti itu memang anda yang salah... " Rutuk Willy yang langsung mendapatkan pelototan dari Marvell.


" Kau menyalahkan ku Will? "


" B-bukan seperti itu tuan... Tapi... Tapi jika anda ingin memberikan perhatian kepada putra anda, anda harus menanyakan nya lebih dulu pada tuan muda Arsha, atau setidaknya anda harus tahu mana yang dia sukai mana yang tidak... jelas di sini anda yang salah tuan... "


" Terus aku harus bagaimana? "


Haduh... Tuan muda itu malah seperti orang bodoh jika di hadapkan pada putra nya sendiri.


Anda menanyakan pada orang yang salah tuan muda arogan... Willy saja belum pernah menikah atau bahkan memiliki seorang anak, bagaimana ia tahu caranya mendapatkan hati seorang anak kecil.


🍁🍁🍁


Annyeong Chingu


Othor udah comeback nih


Like nya yang banyak dong, nanti othor double up deh


Jangan lupa vote sama hadiah nya ya, tips juga boleh, hihihi

__ADS_1


Happy Reading


Saranghaja 💕💕💕


__ADS_2