
°°°~Happy Reading~°°°
Suasana riuh yang sedari tadi tercipta kini mendadak menjadi lengang, mama Clara dan tuan Edgard memutuskan untuk kembali ke kediaman, sedang si kecil Arsha dan si kecil Arshi masih terlelap dalam tidur nyenyak nya. Dan kini Anelis pun tak sengaja ikut terlelap setelah semalaman ia hampir tak memejamkan mata karena harus menahan gejolak sakit yang begitu mendera.
Membuat Marvell begitu kesepian, laki-laki yang dulu menjadi pecinta kesunyian itu kini mendadak berubah haluan setelah kehadiran kedua anak kembarnya yang selalu membuat riuh seisi rumah nya.
Merasa bosan, ia putuskan untuk mendekati ranjang bayi laki-laki nya itu, terlihat bayi mungil itu masih saja terlelap, begitu nyenyak sampai tak sadar jika daddy nya kini telah berada di sampingnya.
Tangan kekarnya mulai menjulur ke arah pipi chubby itu, mengusapnya perlahan, Marvell tampak menikmati setiap sentuhan lembut yang ia berikan pada sang baby boy.
Sampai pada saatnya, bayi mungil itu mulai merasakan sentuhan itu, bayi mungil itu tampak menggeliat tak tenang, tidur nyenyak nya terusik oleh sentuhan daddy nya itu, bahkan kini bola matanya mulai mengerjap-ngerjap siap untuk terbuka.
Membuat Marvell seketika gugup bukan main, di tepuk-tepuk nya pantat itu agar bayi mungil itu kembali terlelap, namun naas nya, bukannya kembali terlelap, bayi mungil itu malah menangis kencang.
" Oekkk... Oekkk... "
" Shhht... Tenanglah boy, apa kau mau membuat mommy mu itu bangun, hmmm... " Ancam Marvell pada putranya yang belum genap berusia satu hari itu.
" Oekkkk... Oekkk... " Merasa di marahi, tangisan baby Arshell semakin kencang saja, membuat Marvell kelimpungan tak tahu apa yang harus ia lakukan untuk membuat bayi mungul itu berhenti dari tangisan nya.
" Oh diamlah boy, nanti daddy belikan kamu mobil-mobilan, okey? "
__ADS_1
Dasar Marvell, putramu menangis bukan karena ingin mainan wahai tuan Marvell... Lagi pula bayi sekecil itu mana faham dengan mainan mobil-mobilan?
" Adek bangun mas? "
" Mati aku!!! " pekik Marvell dalam hati saat suara sehalus kapas itu berhasil menusuk gendang telinganya.
Marvell membalik badannya perlahan, terlihat istrinya itu tengah berusaha untuk duduk dari tidurnya, terlihat sedikit kesusahan karena bagian sensitifnya yang masih terasa sakit bekas lahiran.
Rasa bersalah pun seketika menjalar dalam dada laki-laki itu, baru beberapa puluh menit lalu istrinya terlelap, tapi kini harus terbangun oleh tangisan bayi mungil itu hanya karena keusilannya.
" Mas kok bengong? Sini bawa dedeknya, dedek pasti haus minta *****... "
" Mas... " Sahut Anelis menyadarkan suaminya yang lagi-lagi hanya membisu.
" Mas takut gendong baby nya sayang... " Rengek Marvell.
" Panggil perawat aja ya? " Saran Marvell.
" Kalau panggil perawat kelamaan mas... Kasihan itu dedek nya... Mas kan udah pernah gendong dedek pas baru lahir, nah kaya gitu caranya... "
" Oekkkk... Oekkk... "
__ADS_1
" Mas... " Lagi-lagi Anelis harus menyadarkan lamunan suaminya yang hanya menatap kosong pada bayi laki-laki yang tengah menangis itu.
" Oke oke... "
Dengan gerakan halus, Marvell mulai mengangkat tubuh bayi mungil itu dari ranjangnya, terlihat wajahnya begitu tegang, namun sekuat hati laki-laki itu menstabilkan perasaan takutnya.
" Calm down my boy... " Sahut nya saat baby Arshell telah berada di gendongan nya.
Laki-laki itu terlihat mendekati ranjang Anelis dengan gerakan pelan, tak lupa tangannya senantiasa menimang-nimang sang baby boy yang kini telah berhenti dari tangisannya.
🍁🍁🍁
Annyeong Chingu
Buat ganti yang kemarin yah🤣
Jangan ngambek, jangan lupa like
Happy Reading
Saranghaja 💕💕💕
__ADS_1